
Ting tong....(bunyi bel di pencet)
Saat ini pria itu sedang selesai mandi. Jadi dia hanya memakai handuk yang melilit di pinggang.
Ceklek..
"Hay Baby..." ucapnya dengan tersenyum manis
"Kamu baru mandi Honey..?"
"Iya karena tadi ada masalah di perjalanan..." Bianca langsung melihat ada luka di kedua telapak tangannya
"Ya ampun...." Bianca langsung membawa kekasihnya untuk duduk di sofa
"Sudah nggak usah khawatir Baby. Tadi sudah aku obati kok..." saat melihat kekhawatiran di wajah Bianca
"Ini kenapa bisa sampai begini sih Pram...?" ucapnya dengan marah
Ya namanya adalah Pram dia adalah kekasih gelapnya Bianca. Dulu dia tinggal di Paris dan kembali lagi ke tanah airnya. Karena suatu masalah jadi dia memutuskan untuk menetap di Paris agak lama. Bianca kenal dengan Pram waktu itu dia ada job jadi model di sebuah majalah yang langsung di pimpin oleh perusahaan Pram. Dari situlah Pram dan Bianca dekat. Walaupun Pram masih mengharapkan seseorang dari masa lalunya
"Ya sudah kalau begitu. Kita makan keluar yuk honey..." ajak Bianca saat tau siapa yang menabrak kekasihnya. Walau pun tadi sempat terkejut bagaimana tidak yang menabrak kekasihnya adalah suaminya sendiri
"Tapi Baby kamu nggak rindu gitu dengan ku..." Menarik tangan Bianca yang saat ini Bianca sedang berdiri ingin pergi. Tapi Pram langsung mencegahnya
"Aku itu sangat rindu sama kamu honey. Tapi kamunya kan baru sampai pasti capek..." dengan pengertian
Syut....
Pram langsung menarik tangan Bianca dan wanita itu pun langsung terduduk di pangkuannya Pram dan pria itu langsung menyambar bi***nya Bianca dengan kasar dan menuntut. Inilah yang sangat di sukai Bianca dengan kekasih gelapnya ini
Akhirnya mereka berdua melanjutkan kegiatannya di dalam kamar yang mewah di apartemen Pram
🍃🍃🍃
"Nak coba kamu pakai yang ini..." ucap Mama Mirna memberikan pakaian yang membuat mata Fatimah hampir keluar🤣
"Ma kenapa harus baju kayak gini kan banyak gamis yang bagus-bagus atuh..." ucapnya dengan lembut. Sang mertua langsung tersenyum devil ke arah Fatimah. Perempuan itu pun langsung bergidik ngeri melihat senyum penuh arti yang ditampilkan Mama Mirna
"Sudah pakai saja Nak.."
"Tapi Ma..."
"Sudah biar nanti Addry tambah semangat..." Mama Mirna langsung mengedipkan matanya kepada menantu kesayangan
Hufttt....
Mau tidak mau akhirnya Fatimah hanya bisa ikut apa yang Mama mertuanya mau. Lagian juga dia tampil begitu hanya untuk sang suami bukan orang lain. Itulah dalam pikirannya
"Kita makan dulu yuk Nak..!"
"Iya Ma, Fati sudah sangat lapar ni..." mengelus perutnya. Mereka berdua berjalan menuju restoran yang ada di mall itu
"Mau pesan apa Nona...?" ucap sang pelayan kepada Fatimah yang saat itu memegang buku menu
"Hem saya pesan yang ini saja mbak sama minumannya jus alpukat ya!"
"Kalau boleh saya tau Nyonya mau yang mana..?" ucapnya dengan sopan
"Saya juga yang ini makanannya dan jus wartel saja..."
"Baiklah mohon tunggu sebentar ya nona dan nyonya..." dibalas senyuman saja dengan Fatimah dan Mama Mirna. Pelayan itu tadi pergi membawa buku catatan pesanan pelanggan tadi
__ADS_1
Drt drt....
"Halo Assalamualaikum Pa.."
"---"
"Iya ini Mama lagi sama menantu kita..." bangganya
"---"
"Iya-iya sebentar lagi Mama pulang kok. Ini lagi makan.."
"---"
"Ya Pa, Assalamualaikum.."
"---"
Panggilan berakhir
"Papa ya Ma..?"
"Iya Nak, biasa Papa mu itu kalau jauh dari Mama pasti begitulah..."mengangkat bahunya. Fatimah tertawa mendengar ucapan sang mertua nya
"Maaf Nona..." Pelayan itupun menaruh makanan yang di pesan Fatimah tadi. Begitu juga Mama Mirna. Kini makanan mereka telah sampai semua dan tinggal di makan saja
"Nak kamu beneran nggak mau ikut sama Mama pulang..?"
"Enggak usah Ma. Mending Mama cepat pulang kasian Papa lama menunggu..." godanya
"Ish kamu ini, dasar iri..." akhirnya Mama Mirna pun pergi menaiki mobil yang sudah di kendalikan sama supir pribadi keluarga Barack
"Pak antar saya di jalan ini ya..."
"Siap Non..."
20 menit kemudian
"ini pak.." Fatimah memberikan uang 1 lembar yang berwarna merah kepada sang supir taksi
"Non kembaliannya.."
"Enggak usah pak untuk bapak saja.." tolaknya
"Tapi Non ini kebesaran untuk bapak..."
"Sudah pak itu rezeki untuk anak dan istrinya bapak..." ya tadi Fatimah melihat ada foto keluarga yang di gantung di spion dalam mobil. Dapat dilihat jika itu keluarga bapak sang supir
"Masya Allah Non. Terimakasih banyak.. Semoga Non selalu di beri berkah dengan sang Pencipta..." doanya
"Aamiin..."
"Ya sudah mari non...."
Setelah taksi itu jalan. Fatimah berbalik berjalan menuju masuk kedalam perusahan yang menjulang tinggi itu
"Ada yang bisa saya bantu Nona...?" ucap resepsionis
"Em bisa saya bertemu dengan pimpinan perusahaan ini...?"
"Apakah Nona sudah buat janji...?"
__ADS_1
"Belum Mbak..."
"Ya sudah kalau begitu, saya telpon dulu sekretaris bos..." langsung di anggukin oleh Fatimah
"Halo pak. Ini ada yang ingin bertemu dengan tuan Addry..."
"---"
"Kalau boleh tau. Nama Nona siapa...?"
"Fatimah Az-Zahra..." jawab Fatimah
"Fatimah Az-Zahra pak..."
"---"
"Baik pak..."
"Mari Nona saya antar...!" Fatimah mengikuti gadis resepsionis tadi. Setelah itu mereka pun sampai ke lift dan masuk. Gadis itu memencet angka 15 dan Ting....
"Ini ruangan nya Nona.."
"Kalau begitu saya tinggal. Permisi...!" Fatimah mengeruk pintu besar itu. Tapi tak ada juga jawabannya. Hingga akhirnya Fatimah pun membukakan sedikit pintunya dan krekk....
"Sudah aku katakan jangan ganggu aku...." ucapnya dengan membentak tanpa mengalikan sedikit pandangannya dari berkas yang ada di tangannya Addry
"Mas..." ucapnya dengan pelan dan Addry langsung terperanjat kaget setelah mendengar suara wanitanya
"Adek...." Addry langsung berdiri berjalan menghampiri Fatimah yang masih syok di tempat
"Hei! Maafkan mas, mas kira kamu itu Tomi. Makanya mas kayak gitu..." sambil mengelus wajah Fatimah
"Fati kira mas marah karena Fati kesini.." ucapnya dengan mata berkaca-kaca
"Maaf sayang. Kalau mas tau kamu mau kesini dengan gembira mas menyambut kamu..." membawa Fatimah ke sofa yang ada di ruangan Addry
"Emangnya kenapa mas bisa sampai begitu..?"
"Tadi..." Addry seperti sedang berpikir
"Ah nggak ada apa-apa kok dek. Mas lagi kesal aja. Mungkin karena kerjaan kali ya..." sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Apa yang kamu sembunyikan dariku mas. ucap batin Fatimah saat melihat sorot mata Addry yang sedang membunyikan sesuatu
"Sudah jangan terlalu dipikirkan dek. Mending kita makan yuk..."
"Fati sudah makan mas. Ini Fati bawakan makanan untuk mas. Tadi Fati sempat berhenti untuk membeli makanan kesukaannya mas.."
"Uhh ! Baiknya istriku..." dengan refleks Addry mengecup bi*** yang berwarna merah muda itu
Muka Fatimah langsung merah merona mendapatkan perlakuan itu dan dia pun masih mematung
"Hei!.." Addry melambaikan tangannya di depan wajah Fatimah
"Apa masih mau mas cium nih!..." dan berhasil
"MAS...!"
Terus dukung Author ya!
Terima Kasih😊
__ADS_1