Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 13


__ADS_3

*****


Di meja makan


“Sudah cukup!..”


“Baiklah, ini mas..” Fatimah memberikan piring yang diisinya tadi dengan makanan


Mereka pun memakan makanan dalam keheningan. Tak ada yang mengeluarkan suara kecuali dentingan sendok dan garpu. Setelah selesai, Fatimah langsung membereskan dan mencuci piring. Sedangkan Addry, ia berada di taman belakang sambil berjemur di bawah sinar matahari sambil memejamkan mata


Fatimah melihat semuanya apa saja yang dilakukan oleh suaminya. Ia sebenarnya sangat ingin bertanya kenapa suaminya bisa sampai kacau seperti semalam dan sekarang suaminya malah tidak ke kantor


Pasti ada masalah besar antara mas Addry dan mbak Bianca. Segitu cintanya kamu mas sama mbak Bianca. Sampai sampai bisa kacau begini. Batinnya berbicara, tak terasa air matanya pun jatuh tanpa ia minta


*****


“Ini mas, minum dulu dan makan cemilannya mas..?” Addry masih dalam diam


“Jangan dibawah pusing mas, semua pasti ada jalan keluarnya..!” Addry masih seperti tadi, Fatimah pun kembali bicara


“Biar tambah plong, berdoa saja kepada sang Pencipta mas. Kita sebagai hambaNya. Hanya kepadaNya lah tempat yang paling baik mas…”


“Hemm iya..”


“Fati juga siap kok, dengar cerita dari mas. Siapa tau Fati bisa kasih saran kan..” ucap Fatimah dengan tersenyum manis kearah suaminya. Addry pun sempat terpesona sesaat melihat senyum Fatimah yang begitu tulus


“I..ya Fati. Sebenarnya ini masalah saya dengan Bianca…” ucap Addry dengan menerawang kearah depan. Menetralkan rasa gugupnya. Entah mengapa jantungnya berdetak kencang melihat senyum Fatimah tadi


Deg deg


Berarti firasatku benar mas, kamu kacau tadi malam. Karena masalah rumah tangga mu dengan madu ku ya.Rasanya Fatimah sangat ingin menangis tapi ia tahan. Fatimah sangat bisa menyimpan luka, contohnya ia sangat antusias memberikan masukan kepada suaminya


Setelah menceritakan semuanya kepada Fatimah,  hati Addry merasa lega, bukan hanya menjadi pendengar yang baik. Tapi Fatimah juga memberikan masukan kepada suaminya. Taukah Addry sebenarnya hati Fatimah sangat terluka mendengar semua yang keluar dari mulut Addry. Bagaimana Addry sangat mencintai Bianca. Hati istri mana yang tak sakit, saat suaminya menceritakan wanita lain didepannya


Matahari sudah tenggelam dan sebentar lagi langit akan berubah warna gelap. Addry sudah tampan dengan style nya. Ia sudah menelpon Tomi untuk mempersiapkan makanan romantisnya bersama Bianca


“Fati, saya pergi dulu ya!..” ucap Addry dengan Fatimah yang sedang menata makanan di meja makan

__ADS_1


“Mau kemana mas?..” Fatimah pun bingung


“Mau makan malam dulu sama Bianca di luar. Sekalian ingin minta maaf Fat..” Addry pun melihat jam di tangannya “Ya sudah ya Fat, saya berangkat dulu. Takut Bianca lama nunggunya..” Addry pun berlari saking senangnya.


Sedangkan Fatimah hanya membatu melihat punggung orang yang dicintainya pergi untuk menemui wanita yang dicintainya. Sungguh ironisnya nasib untuk menguji imannya Fatimah


Padahal aku sudah masak banyak mas untuk mala ini, pikirku kamu belum menemuinya untuk sementara waktu. Tapi ternyata sehari saja kamu sudah seperti itu keadaannya mas. Tapi tak apa mas, Fati akan berjuang sampai perjuangan ini tak lagi dibutuhkan. Maka dari itu Fati akan mundur dan juga itu atas izin


dari Allah.  Malam ini Fatimah makan dengan seorang diri dengan berderaian air mata yang berjatuhan


Sedangkan di tempat restoran yang sudah di sulap dengan sangat indah, seorang laki-laki tampan yang menunggu kedatangan wanitanya


“Mas, ini benar kamu yang mempersiapkannya..?”  Bianca terlihat sangat terpukau dengan kejutan dari Addry


“Sayang maaf kan mas ya, atas kejadian kemarin..” Addry pun menyodorkan bunga dan kotak merah yang berisikan kalung berlian yang sangat mahal harganya. Bianca pun bertambah senang melihat kalung tersebut


“Iya mas, Bianca maafin kok..”


“Benaran sayang…” mata Addry pun berbinar mendengar jawaban Bianca. Ia pun langsung berdiri dan memeluk tubuh wanitanya itu


“Terima kasih ya sayang..” ucap Addry memeluk sekali lagi tubuh tersebut. Malam ini mereka habiskan dengan dinner romantis


*****


Seperti biasa, setelah selesai masak Fatimah langsung menuju kamar suaminya. Tapi Fatimah tidak tu bahwa Addry ternyata tak pulang kerumah. Hati Fatimah ada tersirat rasa sedih dan senang. Sedih karena suaminya tak pulang, senang karena sepertinya hubungan suami dengan madunya itu sudah membaik


Fatimah tidak ingin memikirkannya tapi rasa itu selalu muncul tiba tiba. Karena itu Fatimah menyibukkan dirinya untuk mengeprint skiripsinya. Karena sebentar lagi ia akan wisuda. Ia masih bersyukur dibalik luka yang selalu


ditorehkan oleh suaminya tapi ada sedikit kabar gembiranya. Karena sebentar lagi ia akan wisuda


Sedangkan ditempat lain


Seorang pemuda tampan yang sedang melamun, tapi di depannya sangat banyak berkas yang harus ia periksa. Tapi pemuda itu tak pernah mengalihkan pemandangannya. Ia masih memikirkan seorang gadis yang ia temui waktu di pantai. Karena sedang asiknya melamun, nada dering di hpnya berbunyi menandakan bahwa ada yang menelponya. Seketika lamunanannya pun buyar, ia pun mengangkat hp nya itu. Karena Azmi sudah tau siapa yang menelponnya


“Halo! Assalamuallaikum..”


“Waallaikumsalam. Kamu sedang apa nak..?” ucap bunda Ririn

__ADS_1


“Ah! Aku lagi sibuk memeriksa berkas siding bun. Kenapa bun?”


“Belum makan siang..?” Bunda Ririn sangat khawatir, anaknya itu sering sekali terlambat makan, padahal Azmi itu mengidap maag


“Apa bun, sudah jam makan siang ya!..” Addry pun terkejut. Ia langsung melihat jam di tangannya dan ternyata benar


“Ini ni yang buat bunda khawatir, kamu itu sering terlambat makan. Ingat nak, kamu itu ngidap maag loh. Jangan ke sering seringan terlambat makan..”


“Iya iya Bunda Azmi yang cantik..” ucap Azmi ingin mengakhiri omelan bundanya itu


“Sudah jangan ngegombali bunda, makanya sana cari istri biar ada yang ingati makan, ada yang majaain, dan bisa ngegombali istri..”


“Ha ha ha iya iya bunda, do'ain saja Azmi segera dapat istri dan menantu yang memiliki akhlak baik ..”


“Aamiin.. doa itu tak pernah bunda lupakan nak..”


“Yasudah sana, makan dulu nanti lanjuti pekerjaannya setelah selesai makan ya!..” lanjut bunda Ririn


“Oke bunda…”


“Assalamualaikum..”


“Waallaikumsalam…” panggilan pun berakhir, tak lama kemudian pintu pun terbuka menampilkan sang asisten yang memperingatkan agar Azmi makan siang


Ditempat Lain


Fatimah sudah selesai dengan kegiatannya. Ia pun memutuskan untuk masak makanan. Siapa tau suaminya akan pulang. Setelah selesai masak. Fatimah pun berjalan menuju kamarnya untuk  mandi membersikan diri yang bau bumbu dapur tersebut


Azan maghrib pun berkumandang, Fatimah langsung menunaikan shalatnya setelah suara azan tadi. Setelah selesai shalat Fatimah berjalan keluar dan menata makanan di meja makan dulu. Tapi ia belum makan karena Fatimah akan menunggu suaminya dulu sekitar sebelum isya


Brummmm brumm


Fatimah pun berlari menuju pintu utama, ia ingin menyambut kedatangan suaminya. Tapi tak lama kemudian pintu pun terbuka, menampilkan kedua insan yang berci..man di depan mobil. Hati Fatimah sangat sakit perih seakan tak bisa Fatimah ungkapkan saking pedihnya melihat pemandangan tersebut. Sedangkan kedua manusia tersebut masih asyik dengan kelakuan mereka. Apalagi pelaku wanitanya memandang sinis kearah Fatimah


Rasain kau wanita tak tau diri!...batin Bianca sangat senang melihat Fatimah yang terduduk lemas sambil sudut mata yang sudah berair


Secepat itu mas, kamu baikan sama mbak Bianca dan apa ini. Kalian pun bercumbu mesra didepan rumah. Batin Fatimah menangis.ia berpikir apakah suami dan madunya itu tak malu jika kelihatan dengan para tetangga. Sungguh mulia hati Fatimah walaupun masih sakit tapi ia, masih tak mau para tetangga tau melihat perilaku suaminya itu

__ADS_1


__ADS_2