Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 30


__ADS_3

🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀


"Segarnya habis keramas..." sambil mengibas-ibas kan rambut menggunakan handuk kecil. Fatimah tidak menyadari jika sepasang mata elang dari tadi melihat semua nya yang dilakukan oleh Fatimah


Fatimah masih sibuk dengan urusannya. Setelah selesai memakai baju. Fatimah duduk di depan meja rias. Dia ingin memakai body lotion untuk di pakaikan di bagian tertentu


"Aduh dimana ya aku naro nya. Biasanya kan disini..." ucapnya yang masih sibuk mencari benda tersebut. Waktu Fatimah menundukkan kepalanya dan....


"Hap.." Handuk kecil mendarat di rambutnya.Fatimah tersenyum dia sudah tau siapa yang datang


"Mas...." ucapnya tanpa melihat


"Ya ketahuan deh..."


"Ha ha ha, mas sudah lama pulangnya..?"


"Iya dek dari tadi mas duduk tu disana..." tunjuk Addry


"Apa!.." mata Fatimah melotot


"Jadi tadi mas li..." Fatimah tak sanggup melanjutkan perkataannya. Dia malu sampai membuat mukanya kembali merona


"Iya dek, mas lihat semuanyaaa..." ucapnya dengan senyum penuh kemenangan


"Enggak usah malu, jangankan melihatnya. Merasakannya mas juga sudah tuh TADI MALAM ...!" wajah Fatimah tambah memerah. Apalagi mendengar Addry yang menekan kata 'Tadi Malam' seketika iya teringat saat dia memakai baju haram itu


"Sudah jangan dipikirkan. Sini mas tolong mengeringkan rambut mu..."


"Mas nggak akan mintanya sekarang kok. Tapi jika adek yang mengajak duluan. Mas siap!!.." ucapnya kembali menggoda sang istri. Sungguh Addry sangat senang menggoda Fatimah adalah kesenangan tersendiri untuk nya


"Mas sudah, Fati malu..." ucap Fatimah langsung membalikkan badannya dan memukul lengan suaminya yang tak berhenti menggodanya dari tadi


"Iya-iya mas berhenti dek..." Tapi masih saja ketawa-ketawa melihat ekspresi Timah dari pantulan cermin


🍃


Adzan maghrib berkumandang. Saat ini Fatimah dan Addry sudah duduk di sajadah masing-masing menunggu adzan selesai. Setelah adzan berakhir. Mereka langsung menjalankan kewajibannya


Allahu Akbar....

__ADS_1


5 menit kemudian


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Ucap Addry dan di ikuti oleh Fatimah sebagi makmum nya Addry


Mereka berdua langsung mengadah kan tangan nya ke atas


"Ya Robb. Kamu sebagai hambaMu memohon ampun atas segala khilaf dan dosa yang telah kami lakukan. Disini kami juga meminta kepadaMu. Jadikanlah anak-anak kami nanti menjadi anak-anak yang shaleh dan sholehah. Jadikanlah keluarga kami menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warrohma.. Aamiinn "


Setelah itu Addry membalikkan badannya dan Fatimah langsung mencium tangan suaminya begitu juga Addry yang juga mencium kening istrinya


Ya Allah semoga takkan Engkau renggut kebahagian ini. Maafkan atas kekhilafan dan dosa hamba yang dulu yang sering berlaku kasar dan juga telah mem poligami istri hamba....


Addry meneteskan air matanya dan air mata itu jatuh mengenai wajah Fatimah


"Loh mas kenapa nangis...?" Fatimah bingung. Apa yang membuat suaminya ini menangis pikirnya


"Enggak kok. Ini tangis bahagia, bisa jadi imam adek setiap shalat. Walaupun tak setiap hari..." ucapnya merasa bersalah. Fatimah masih diam tak menjawab hanya mengangguk kan kepalanya


"Maaf dek, atas perbuatan mas selama ini. Maaf juga telah menduakanmu. Mas menyesal, telah menelantarkan istri yang baik dan sholeha seperti mu. Seandainya mas bisa putar waktu kembali. Mas pasti akan menerima mu dengan baik dan akan memperlakukan mu seperti istri sungguhan...."


Walaupun sebenarnya di dalam hati Addry masih terukir juga nama Bianca di dalamnya. Addry tidak munafik, dia masih mencintai Bianca tapi cintanya ke Fatimah sekarang melebihi cintanya kepada Bianca. Itulah sekarang menjadi boomerang untuknya


"Sudah mas jangan di bahas lagi. Ini jadi pelajaran buat kita ya!..." Bujuknya, sungguh malam ini Fatimah melihat kelemahannya Addry. Ia tak menyangka inikah laki-laki yang sering melukai dan sering membuatnya menangis. Sekarang menangis di hadapannya menyesali segala perbuatan di masa lampau


"Makasih dek..."


"Iya mas, nangis itu juga butuh tenaga loh..." kini giliran Fatimah yang meledek Addry. Bagaimana tidak sungguh lama Fatimah menenangkan Addry biar berhenti menangis menyesali perlakuan nya dahulu


"Iya nggak Bi..." ucapnya sambil menaik turunkan alis melihat Bi sum sesekali melirik ke arah Addry yang saat ini sangat malu


"Dek sudah..." ucapnya dengan lembut


"Ha ha.. Habisnya suami ku ini lucu sekali ya kalau nangis. Aku baru tau loh mas..."


"Dek...." ucapnya sekali lagi, ingin sekali marah. Tapi yang di katakan oleh Fatimah memang benar


"Iya-iya mas. Fati nggak akan meledek lagi kok. Ya sudah ayo makan..."


"Bi Suk sudah makan belum...?"

__ADS_1


"Belum non..."


"Kok belum si Bi. Kalau Bibi sudah lapar nggak papa kok dulu makannya..."


"Iya Bi, benar kata Fatimah.. " timbal Addry


"Iya non . Iya tuan..." ucap Bi Sum menundukkan kepala


"Kalau nggak Bibi makanya serempak sama kami yuk...!"


"Enggak usah non, Bibi makan di belakang saja nanti..."


"Ah Bibi kebanyakan sungkan si. Ayo duduk..." Fatimah berdiri berjalan menghampiri Bibi Sum yang berdiri di pojokan meja dan langsung menggiring Bibi ke tempat duduk


"Sudah Bibi makan yuk. Atau mau Fati isi piring nya.. "


"Enggak usah non. Biar Bibi saja..."


Bi Sum langsung mengambil piring dan di isinya nasi serta lauk pauk nya. Fatimah dan Addry hanya tersenyum melihat kelakuan Bibi Sum


Masya Allah, terima kasih Engkau telah memberikan hamba pekerjaan yang halal dan juga majikan yang sangat baik. Seakan tak memandang bahwa saya adalah pembantu di sini. Semoga Nona dan Tuan selalu di beri kebahagian yang berlimpah dan di jauhkan dari segala yang membahayakan..Aamiin. Ucap batin Bi Sum terharu. Karena baru kali ini mendapatkan majikan yang seperti Fatimah dan Addry


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dek mau kemana...?" ucap Addry saat melihat Fatimah yang saat itu memakai topi dan membawa sekop kecil


"Ini Fati mau berkebun dulu mas. Soalnya suntuk di rumah terus. Mau cari keringat..." jelasnya


"Adek mau cari keringat...?" ucapnya dengan tersenyum devil dan di angguki oleh Fatimah. Tapi Fatimah merasa bergidik ngeri melihat senyum devil yang sangat jarang di tampilkan oleh Addry. Seakan ada maksud lain yang terselubung🤔


Addry berjalan mendekati Fatimah yang saat itu belum keluar. Karena penasaran juga sih apa yang di maksud oleh suaminya itu


"Sini biar mas bisikin....!" Lantas Fatimah dekat kan telinganya yang di lapisi oleh jilbab


"Apa mas....!" ucap Fatimah karena Addry belum memberitahukannya


"Bagaimana kalau kita berolahraga saja di atas itu..." tunjuk Addry dan Fatimah langsung melihatnya. Saat melihat apa yang dimaksud oleh Addry. Mata Fatimah langsung melebar


Saat Fatimah lengah. Addry mengambil kesempatan itu dan...

__ADS_1


Semoga kalian di beri kesehatan dan rezeki yang murah kepada sang Pencipta. Aamiin😊


Semangat 💪


__ADS_2