
Hari ini sepasang suami istri sedang duduk mesra dengan posisi anaknya yang sedang dalam gendongan wanita hamil itu, mereka memandang indahnya, lampu-lampu jalan saat malam hari
"Mang nanti berhenti ya di supermarket dulu..!" ucap Fatimah duduk di belakang kemudi dengan dalam dekapan sang suami
"Iya Neng, cuma ke supermarket aja, kan Neng..?"
"Iya Mang.."
"Emangnya mau beli apa Yang? Apa ada yang kamu perlukan..?"
Fatimah hanya mengangguk
"Mang berhenti..!" ucapnya mendadak, lantas Mang Diman pun mengerem mendadak membuat kedua penumpangnya agak bergeser
"Tuan, Neng Fatimah dan nona muda. Enggak kenapa-napa, kan..?" tanya Mang Diman dengan khawatir, merasa tak enak telah mengerem mendadak. Akibat perintah dari Fatimah
"Tidak apa-apa Mang.." jawab Addry yang mengelus kening sang istri yang terpentok di jok depan
"Enggak sakit, kan Yang..?" tanyanya begitu khawatir
"Aduh, Mas sama Mang Diman khawatir banget sih!" jawabnya tersenyum kepada keduanya yang saat ini menatap wajahnya
"Sudah, aku turun dulu ya! Mau beli itu..!" ucapnya mengahlihkan khawatir kedua pria itu, agar tak banyak pikiran
"Mas ikut Yang.." jawabnya mengejar sang istri yang sudah keluar dari dalam mobil
______
__ADS_1
"Duh anaknya Mama, jangan dulu tidur dong. Nanti ada loh temen kamu mau main ke sini..!"
"Loh, Yang kok kamu gitu sih sama Galang. Dia kan mau tidur, tuh liat matanya berat sekali..!" ucap sang suami yang baru duduk di dekat keduanya
"Ih! Kamu lupa Mas. Malam ini Fatimah dan Mas Addry mau main ke sini. Sambil mengajak Shakinah, keponakan ku yang cantik itu..!" ujarnya dengan penuh semangat
Tak berselang lama, suara mobil pun terdengar di telinga mereka. Mereka tau siapa yang datang, siapa lagi kalau bukan yang baru saja di bicarakan
"Assalamu'alaikum.." terdengar suara ketukan dan suara pria yang mengucap kata salam tadi
"Waalaikumsalam.." jawab Azmi diikuti Dinda di belakang sang suami dengan membawa Galang dalam gendongannya
"Sini Ad, biar aku bantu..!"
Iya Addry lupa kalau di tangannya sudah banyak belanjaan yang tadi sempat mereka beli untuk buah tangan mereka yang kini sedang bertamu di rumahnya Azmi dan Dinda
"Ayo masuk Fat, Mang Diman juga, mari masuk ke rumah kami..!" ucap mempersilahkan keempatnya masuk
"Eh! Neng..!" panggil Mang Diman saat tinggal mereka bertiga saja
"Ada apa Mang..?" tanya Fatimah bingung
"Boleh, tidak kalau Mang Diman keluar dulu..!"
"Emangnya Mang Diman mau kemana..?"
"Ada urusan sebentar Neng.."
__ADS_1
Fatimah mengangguk paham "Iya boleh Mang, hati-hati ya..!"
"Iya Neng, sebelum pulang nanti telpon saja Mang Diman ya..!" diancungi jempol oleh Fatimah
Mobil mewah dengan warna hitam itu telah berlalu meninggalkan perkarangan rumah. Fatimah bergegas masuk kedalam rumah sahabatnya itu
"Eh! Sayang, kamu darimana saja..?" tanya suaminya yang sedang bercanda tawa dengan Azmi. Tak ada lagi pertarungan diantara mereka yang ingin memperebutkan Fatimah
Karena seorang Fatimah telah menjadi milik Addry seutuhnya dan Azmi juga telah berbahagia hidup bersama dengan Dinda. Wanita yang selalu ada untuknya baik suka maupun duka. Dirinya sangat bersyukur atas jalan yang begitu indah yang dibuat oleh Kuasa
"Tadi nunggu Mang Diman pergi dulu, Mas.." ucapnya seraya duduk di dekat suaminya. Dirinya begitu pegal dengan perut yang besar dan Shakinah yang ada dalam gendongannya
"Astaghfirullah, maafkan Mas. Yang lupa sama Shakinah, sini biar Mas saja yang gendongnya..!"
"Mari di minum, minumannya Fat sama Mas Addry. Maaf ya, cuma ini yang ada hehe.." ucapnya dengan membawa teh dengan kripik beserta cemilan lainnya menghiasi nampan yang tadi dirinya bawa
"Ah! Kamu, Din. Makanan banyak gini. Dibilang seadanya..!"
Malam ini, malam pertama mereka mempertemukan Galang yang masih bayi dengan Shakinah yang jauh lebih besar dari Galang. Ekspresi keduanya seperti sangat akrab dan nyaman, jika di dekatkan
"Eh! Fat kalau nanti Galang sudah besar. Kita jodohkan saja ya sama Shakinah .." celetuk Dinda tanpa di duga membuat ketiga orang dewasa itu menatap tak percaya pada wanita yang sedang bermain dengan Shakinah dan Galang
"Jangan aneh-aneh kamu, Din.." jawab Fatimah dengan tersenyum
"Ehh! Aku ngomong beneran Fat, kamu Mas maukan..!" tanyanya pada suami
"Iya..!" jawab Azmi daripada dapat amukan nantinya mending dia cari perlindungan, pikirnya
__ADS_1
"Ini Az.."