
Brummm.....
"Mas Addry..." Fatimah langsung menaruh gitar ditempat penyimpanannya tadi. Setelah itu ia cepat-cepat bergegas turun tangga untuk menyambut sang suami
Dan.....
"Mas..." ucap Fatimah saat melihat penampilan Suaminya yang berantakan dan memakai baju kasual. Padahal tadi Addry memakai baju kantor dan ini sudah berganti pakai baju kasual
"Dek!!" ucap Addry memeluk erat tubuh sang istri dan terisak didalam dekapan Fatimah
Puk puk.....(Fatimah menepuk pundak sang suami)
Setelah merasa tubuh Addry tak lagi bergetar. Fatimah mulai membawa Suaminya untuk duduk di sofa
"Ayo mas Tomi kita masuk!"
"Maaf Nyonya. Saya tak bisa singgah. Karena hari sudah malam Nyonya.." Jelas Tomi
"Baiklah kalau begitu..."
"Mari Nyonya..!"
"Iya mas..."
Setelah Tomi pergi, Fatimah langsung memapah Addry
"Mari mas!"
"Kenapa mas bisa sampai begini...?" tanya Fatimah bertanya sambil mengusap rambut Addry yang tidur di pangkuannya
"Maaf dek. Ada yang mau mas katakan.."
"Aku akan selalu mendengarnya dengan setia mas..."
"Mas dan Bianca..." Addry menggantung kalimatnya. Fatimah langsung terdiam mendengarnya, entah mengapa ketika mendengar nama madunya itu. Dia merasakan sakit yang tak berdarah. Ya istri mana yang mau dimadukan?
"Kita sudah cerai dek...."
Deg....
Apa Fatimah tak salah dengar!
Cerai!
Tak mungkin. Itulah dalam pikirannya!
"Karena Bianca bermain gila di belakang mas dek..." Addry mulai menjelaskannya kepada Fatimah karena seperti wanitanya kurang paham dengan situasi ini
*Flashback On
"Bagus, begini ya kelakuan mu dibelakang ku.?" ucapnya dengan dingin
Deg!
"Mas..." Bianca kaget dengan suaminya yang datang. Padahal ia tak pernah memberitahukan alamat ini kepada Addry tapi ini. Apa selama ini suaminya itu selalu mengikuti kegiatan sehari-harinya. Itulah dalam pikirannya
"Silahkan pakai baju dulu..." ucap Addry dengan duduk di sofa dan duduk dengan santai, diikuti Tomi yang berdiri di belakang tuannya
Sedangkan kedua insan yang baru saja bercinta tadi kelabakan. Bianca langsung menarik selimut dan membawanya untuk menutupi tubuh polosnya menuju kamar mandi. Sedangkan Pram dia salah tingkah karena Bianca yang langsung menarik selimut hingga menyisakan tubuh polosnya sendiri. Sehingga Pram langsung mengambil boxer nya untuk menutupi itu
"Bisa jelaskan..?" tanya Addry setelah kedua insan itu telah duduk di hadapan Addry
"Mas aku bisa jelasin. Ini tidak seperti yang kamu lihat.." jelas Bianca padahal jelas sekali Addry melihat kalau mereka telah polos. Apalagi kalau bukan melakukan 'itu'
"Walaupun tak kau jelaskan. Aku sudah tau semua kelakuan mu itu dan aku yakin jika anak yang kau kandung itu bukan anakku heh!" ucapnya dengan sinis
"Tidak mas ini benar anak mu.." berderai air mata. Bianca masih setia menjelaskannya kepada Addry
"Sudah drama mu. Bianca kristy, aku talak kamu dan ku haramkan kau menyentuhku. Karena mulai saat ini kita sudah bukan lagi suami istri..!" sambil berdiri setelah mengatakannya
"Apa mas, semudah itu kamu mengatakannya. Apa karena wanita kampungan itu?" dengan beraninya
"Jangan bawa-bawa Fatimah kedalam permasalahan kita Bianca.."
__ADS_1
"Aku akan mengurus semua berkas surat cerainya. Setelah kau melahirkan anak itu nanti.."
"Tidak mas..." Addry seolah tuli dan dia mulai berjalan. Tapi dia berhenti saat mendengar Bianca mengatakan sesuatu
"BAIKLAH, SEKARANG AKU MENGAHLAH. TAPI INGAT SUATU SAAT NANTI. KALIAN AKAN MERASAKAN BAGAIMANA RASANYA DICAMPAKKAN HAHAHA...."
"Terserah..."
"Tom suruh semua anak buah mu untuk perketat penjagaan untuk Fatimah.." tegasnya
"Baik tuan..."
Flashback off
"Mas takut dek. Bianca nekat.."
"Sudah mas jangan mendahului takdir. Yakin kepada sang Khaliq..." ucapnya dengan lembut memberi pencerahan kepada Addry
"Tapi Bianca itu wanita yang penuh ambisi dek.."
"Syutttt..."
"Mari Fati bantu naik keatas..."
"Mas pasti capek dan belum mandikan?" langsung di angguki oleh Addry
"Mas silahkan mandi. Sudah Fati siapkan..."
"Baiklah dek mas mandi dulu ya. Makasih!"
π
π
π
"Malam Minggu sendirian. Ah nasib-nasib jomblo..." ucap Dinda sendiri di dalam kamar
"Siapa yang mau ajak jalan ya!"
What! Mas Azmi
"Ya Halo..."
"Assalamualaikum..." sahut di seberang
"Waalaikumsalam.."
"Din mau nggak ikut aku. Reunian SMA ku ..."
"Tapi pak, saya kan-"
"Enggak papa kok Din. Aku bingung soalnya mau ajak siapa. Acara ini mewajibkan bawa pasangan Din.."
"Mau ya! Nanti aku kasih bonus deh!"
Waduh kesempatan ini. Sekalian pdkt
Hehe...
"Baiklah mas, tapi aku juga nggak ada dres b-"
"Sudah semuanya sudah aman. Sekarang aku lagi di depan rumah mu..."
"APA!" Dinda langsung berjalan menuju jendela dan menyibakkan nya dan benar Azmi langsung melambai-lambaikan tangannya saat melihat Dinda dari bawah
"Ya elah sakit telingaku Din. Dengar suaramu yang cempreng itu..."
"Mari pak!" Dinda mempersilahkan Azmi masuk kedalam rumahnya
"Silahkan duduk pak.." Azmi langsung mendudukan tubuhnya di sofa kecil milik Dinda
"Ini Din, cepetan ya gantinya. Jangan lama-lama.."
__ADS_1
"Baiklah pak. Oh iya, bapak mau minum apa..?"
"Aku sudah minum Din.."
"Cepat ganti..!"
"Baiklah, tunggu dulu ya tuan.."
Dinda langsung berjalan menuju kamarnya dan bergegas ganti baju. Dia tak mau Azmi lama menunggunya
"Perfect..." ucap Dinda saat melihat penampilannya yang sempurna karena memakai baju dres hitam yang begitu elegan dan pas untuk tubuhnya
"Mari tuan..!" ajak Dinda kepada Azmi yang sibuk dengan handphone tanpa mengalikan pandangannya
"Baiklah mari!" sembari menyimpan handphonenya di saku jas dan langsung mendengarkan kepala untuk melihat penampilan Dinda
Cantiknya!!
Azmi terdiam di tempat saat melihat kecantikan yang selama ini tersembunyi
"Kau cantik sekali Din..." pujinya
"Ah! Makasih tuan.." dengan tersipu malu
"Mari!.." langsung memberikan lengannya kepada Dinda
"Apa tuan!"
"Ini!.."
"Ah! Baiklah.."
πππ
"Dek!Maaf ya mas menempatkan kamu di keadaan yang seperti ini.." merasa bersalah
"Sudah mas, jangan merasa bersalah seperti ini.."
"Semua sudah di atur oleh yang Di atas ya!"
"Tapi dek.."
"Ah mas. Sudah Fati nggak mau mendengarnya lagi.."
"Baiklah.." pasrah nya
Kembali Di Acara
"Wow!" ucap teman SMA Azmi. Saat melihat Azmi yang membawa wanita. Padahal Azmi sangat terkenal anti wanita tapi ini
"Siapa ini bro..?" ucap sih A
"Kenalin dia Dinda.."
"Dinda.."
"---"
"Pintar sekali loh milih cewek AZ.."
"Ya iyalah. Gue gitu.." ucapnya dengan percaya diri
"Beruntung sekali kamu Din. Tau nggak biasanya Azmi itu anti wanita. Padahal banyak sekali yang ngantri.." ucap sang kekasih si A tadi
"Biasa aja mbak!" jawab Dinda dengan merendahkan diri
"Mungkin belum ser ya nggak Din.." jawab si B
Malam ini Dinda sangat bahagia. Ternyata teman-teman Azmi sangat baik dan ramah-tamah. Sehingga dia tak merasa sama sekali menjadi orang asing
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
"Mas bangun yuk kita shalat dulu.." Sungguh dengan lembutnya Fatimah membangunkan suaminya itu
__ADS_1
Jangan lupa Vote Like and coment nya di bawah iniπ
Terimakasih π€ Kakak-kakak dan Adik-adik semuanya