Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 121


__ADS_3

“Assalamualaikum..”


“Waalaikumsalam..” jawab Addry


Menoleh langsung kearah sumber suara tadi saat pintu terbuka bersamaan dengan senyuman manis dari seorang wanita yang namanya kini tertancap begitu dalam di dalam lubuk hatinya seorang Addry Barack


“Kapan sampainya Mas? Kok udah kesini aja enggak kerja..?” Tanya bertubi-tubi membuat Addry tersenyum geli di hadapan Fatimah. Bagaimana tidak, wanita itu bertanya kepadanya saat posisinya masih berjalan untuk menuju kearahnya


"Dek, kamu itu mau nagih utang atau apa sih?”


“Siapa yang mau nagih hutang Mas..?” Tanya dengan polos tanpa menjawab pertanyaan yang tadi dilontarkan oleh Addry. Malah dia yang kembali bertanya


Haduh, kenapa kamu jadi polos gini sih Dek. Tak pengen langsung di kurung tau enggak..? batinnya berkoar


Kening, Fatimah berkerut saat melihat tingkah Addry karena akhir-akhir ini, pria itu sering melakukan tingkah yang aneh-aneh menurutnya


“Mas, Mas ADDRY..!” ucapnya tak sadar ketika nadanya yang begitu keras membuat Addry terlonjak kaget. Hampir saja pria tampan itu terjungkal kebelakang, saking kencangnya suara tersebut saat memasuki gendang telinganya


Addry menatap Fatimah dengan tatapan tak percaya, sedangkan yang ditatap tak berani mendongakkan kepala. Walaupun hanya sebentar untuk melihat wajah pria yang begitu menggetarkan hatinya

__ADS_1


Seketika wajah putih itu menimbulkan semburat merah merona dikedua belah pipinya


“Maaf Mas..” ucapnya dengan begitu pelan


“Enggak apa-apa kok Dek. Santai saja ya, rileks..” sembari mengucapakan kalimat itu Addry juga memperagakan kedua tangannya untuk di angkat naik turun dan membusungkan dadanya. Setelah itu kembang kempeskan, seterusnya di ulang-ulang. Sampai membuat wanita satu anak itu kembali nyaman untuk sekedar bernafas


Dia menyadari kalau baru sekali ini dia berteriak keras dekat di depan wajah Addry. Entahlah , dia kesal saja karena Addry yang sering melamun ditambahnya lagi suka senyum-senyum sendiri membuat bulu kuduk Fatimah meremang di buatnya


“Sudah tenang..?” tanyanya


“Iya Mas, lumayan..!” dengan nada malu


“Shutt..”


Gerakan jari telunjuk yang ditempelkan di bibirnya sendiri, seakan memberi isyarat kepada Fatimah untuk tidak usah melanjutkan kalimata tersebut karena Addry sudah tau arah kemana ucapan yang akan di ucapkanoleh wanita cantik yang ada di depan hadapannya


“Mas enggak marah kok Dek, cuma kaget aja karena sungguh jarang sekali kamu berteriak seperti itu. Bahkan tak pernah dan sekarang baru kali inilah menurut Mas he he..”


“Mas..” ucapnya jengkel kepada Addry. Padahal pria itulah yang tak mau melanjutkan kejadian yang barusan tadi

__ADS_1


“Hai. Wah! Untung saja kamu sudah pulang Nak. Shakinah udah bangun nih..”


Fatimah langsung mengambil ahli tubuh mungil itu masuk kedalam pelukan hangat seorang ibu untuk anaknya


“Loh, kenapa wajahmu pucat begitu Nak Addry..?” Tanya Ayah yang baru saja turun dari tangga, tadi memang Bunda Lisa meninggalkan Addry sebentar untuk memanggil sang suaminya yang masih bekerja di rumah


“Iya Nak, apa karena hewan tadi..?” dengan gerakan cepat Addry menjawab ‘tidak’


“Oh, ini habis dikejar macan cantik Bun, Ayah..” ucapnya dengan santai seraya melirik kearah Fatimah membuat mata wanita itu melotot saat mendengar fitnaan dari pria tampan itu


“Macan, dimana Nak ada macan..!” seru Bunda bergidik ngeri


Anakmu yang jadi macan Bun, sampai-sampai aku enggak bisa tidur karena memikirkan bagaimana cara cepat untuk segera menghalalkan kembali wanitaku. Agar aku tak ada batasan lagi untuk menyentuhnya hihi..


“Tuh! Kan Mas Addry suka ngelamun dan senyum-senyum misterius gitu Bun, Ayah..!”


“Tidak kok Bun..”


“Sudah-sudah yuk kita ke dapur untuk menyusun makanan ..” ucapnya untuk mengahlihkan pembicaraan agar tak berkelanjutan

__ADS_1


__ADS_2