Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 27


__ADS_3

Malam ini Bianca, Fatimah dan Addry berkumpul di ruang tengah. Karena Addry ingin memberitahukan sesuatu hal yang penting kepada kedua istrinya


"Mas mau ngomong apa sih mas...?" Karena Addry belum mengeluarkan sedikit suara


"Disini mas mau memberi tahukan kalau Bianca akan pindah dari sini. Agar kalian tidak satu rumah..."


"Beneran mas..?" ucap Bianca dengan berbinar


"Iya, agar kalian tidak ada selisih paham.." Fatimah hanya menganggukan kepalanya. Selagi belum ada yang melenceng. Ia akan ikut-ikut saja


"Terus mas nya tidur di mana malam ini..?"


"Mas malam ini tidur di rumah mu Bi.."


"Oh iya untuk di rumah Bianca. Mas akan tidur di rumah mu mulai dari senin sampai kamis. Sedangkan Fatimah, mas akan tidur di sini dari jum'at sampai minggu..." tegasnya


"Ya nggak adil dong mas..." bantahnya Bianca


"Kamu keberatan Bi...?"


"Iya mas, masa hari libur mu di sini. Kenapa nggak dengan ku saja...?"


"Kalau kamu Fati, keberatan tidak..?" ucapnya menatap wajah sang istri


"Tidak mas, selagi mas masih bisa berlaku adil. Aku nggak keberatan kok..." ucapnya dengan tersenyum


"Drama..." ucapnya dengan tersenyum sinis


"Sudah Bi, jangan membuat suasana menjadi panas..." geram nya. Inilah yang membuat Addry mengambil keputusan untuk memisahkan kedua istrinya


"Tidak bisa, kalian tidak bisa menggangu gugat apa yang sudah aku katakan..."


"Terserah..." ucap Bianca berlalu pergi menuju kamar. Setelah itu keluar membawa koper besar yang telah berisi pakaian dan beberapa alat make up nya. Sedangkan tas-tas branded nya masih tertinggal


"Ayo mas..." ajaknya


"Iya sebentar aku ambil jaket dulu..."


"Hemm"


Setelah Addry pergi. Bianca mulai membuka suaranya


"Heh jangan kau pikir. Setelah saya keluar dari rumah ini. Kau jadi seenaknya saja..." Fatimah tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Bianca tadi. Dia lebih baik memilih diam daripada meneladani wanita yang ada di depannya. Karena itu akan menambah emosinya naik


Tak lama kemudian, Addry pun keluar dengan pakaian yang sudah lengkap dengan jaket


"Dek, mas pamit izin tidur di rumah Bianca..."


"Iya mas. Hati-hati ya!.." Addry pun langsung mencium kening Fatimah dengan penuh kasih sayang. Begitu juga Fatimah dia juga mencium tangan Addry sebagai tanda takzim nya. Sedangkan Bianca jengkel karena melihat pemandangan di depan matanya seperti memandang hal yang menjijikan saja


"Ayo mas..!" serunya

__ADS_1


"Iya..." jawab Addry


"Ya sudah dek. Kamu hati-hati ya sendirian!.."


"Enggak sendiri mas. Kan ada bibi Sum..." ucap Fatimah mengingatkan kepada Addry suaminya. Sedangkan Addry tertawa karena dia lupa kalau sekarang sudah ada yang menemani Fatimah


Fatimah masih di luar melihat mobil yang dikendarai oleh suaminya tadi tidak terlihat lagi olehnya


"Nyonya masuk yuk..!" ucap Bi Sum


"Iya bi. Sebentar lagi..."


"Nggak baik nyonya, angin malam untuk ibu hamil..." ucapnya mengingatkan Fatimah dan Fatimah langsung tersenyum kepad bi Sum yang menurutnya sangat perhatian kepada Fatimah


"Iya bi..." Fatimah langsung masuk dan Bi Sum langsung menutup pintu dan menguncinya


"Oh iya bi, jangan panggil nyonya. Panggil saja nama ku bi.."


"Jangan nyonya. Kalau saya panggil pakai nama. Nanti kesannya nggak sopan.."


"Ya sudah yang mana saja panggilannya asal bibi nyaman dan nggak sungkan.."


"Bagaimana kalau saya panggil dengan sebutan non saja.." Fatimah pun menganggukan kepalanya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini Fatimah hampir saja ketinggalan melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim. Karena biasanya suaminya yang akan membangunkannya. Tapi tadi tidak karena Addry mulai hari ini sampai kamis akan terus berada di rumah madu nya yaitu Bianca


"Bi, Fati pamit dulu ya! Mau pergi jalan-jalan sama teman. Sekalian nanti mau mampir ke rumah ibu..."


"Iya non.."


Di rumah Bianca


"Yang siapin dong pakaian kantor ku.." ucap Addry yang baru mau mandi


"Ah! Aku masih ngantuk ..." Bianca langsung menarik selimut nya sampai kepalanya menutupi tubuh polosnya


Ah biasa kalau aku mau ke kantor. Pasti Fatimah sudah menyiapkan segala keperluan ku. Ucap batin Addry, baru sehari dia meninggalkan Fatimah. Tapi kini sudah rindu dengan istri pertamanya itu. Hem bagaimana ya kalau lama berpisah mungkin Addry bisa gila🤔


"Mas berangkat ya!.." Addry mencium kening Bianca yang masih setia tidur


Dia langsung berjalan menuju pintu keluar dan menutupnya. Setelah itu menghubungi sang asisten


Tut...


"Halo tuan..." ucap yang di seberang


"Tom, jemput saya di rumahnya Bianca.."


"Baik tuan..." panggilan pun berakhir

__ADS_1


Addry memilih duduk di teras. Sambil menunggu Tomi. Dia pun membuka galeri dan langsung di suguhkan pemandangan yang menyejukan apalagi kalau bukan istri pertamanya


"Mari tuan..." ucap Tomi membukakan pintu mobil untuk sang atasan. setelah Addry masuk. Tomi pun langsung menutup pintu mobil


"Tom nanti berhenti dulu ya di kafe A.."


"Siap tuan.."


🌼


"Din.." panggil Fatimah kepada sahabatnya yang duduk di tempat tunggu di rumah sakit


"Ayo kita masuk. Biar bisa daftar.." Mereka berdua pun masuk dan berjalan menuju ruang untuk periksa kandungan


"Sini biar aku saja Fat yang daftarnya. Mending kamu duduk..."


"Terima kasih Din.." Dinda langsung berjalan menuju tempat pendaftaran sedangkan Fatimah langsung duduk menunggu sang sahabatnya tadi


"Kita urutan 8 Fat.." Fatimah menganggukan kepalanya. Setelah lama menunggu akhirnya nama Fatimah pun dipanggil


"Atas nama bu Fatimah..." ucap Suster


"Iya saya..." Fatimah tunjuk tangan


"Silahkan masuk bu. Ibu sudah di tunggu..." Fatimah dan Dinda langsung berdiri dan berjalan menuju ke ruang periksa kehamilan


"Mari bu, silahkan berbaring..." perintah dokter itu


"Ibu liat itu..." Fatimah dan Dinda langsung melihat benda kecil yang bergerak-gerak di dalam didalam monitor. Fatimah tersenyum melihatnya


"Ih! Lucunya..." ucap Dinda dengan gemas


"Sudah kelihatan belum dok. Jenis kelaminnya...?" lanjutnya dengan antusias


"Maaf bu. Kalau itu belum. Soalnya ibu Fatimah masih dalam hamil muda..." ucap dokter dengan tersenyum dan Dinda pun hanya manggut-manggut mendengarnya


Setelah keluar dari area rumah sakit. Hati Fatimah sangat berbunga-bunga karena anak yang di kandungnya ternyata sangat sehat. Alhamdulillah


"Habis ini kita mau kemana lagi Fat..?"


"Kita kerumah Bunda yuk...!"


"Ah! ayo..." Dinda sangat bersemangat menuju kerumah Bunda nya Fatimah. Karena memang Dinda sudah sangat lama tidak kesana


🌼


"Assalamualaikum..." ucap mereka berdua dengan serempak


"Waalaikumsalam..." sahut orang di dalam


Bunda Fatimah pun langsung membukakan pintu dan terlihat siapa yang mengucap salam tadi. Seketika senyum Bunda pun langsung mengembang

__ADS_1


__ADS_2