
"Assalamu'alaikum, Pa.." sapa nya, malam ini dia akan menginap ke rumah Papanya dulu, sekalian berpamitan untuk tugasnya di luar kota besok
"Waalaikumsalam,"
"Belum tidur Pa?" tanyanya saat melihat jam di tangannya sudah menunjuk pukul sepuluh malam
"Belum Nak,"
"Apa yang membuat Papa gelisah?" ucapnya karena melihat Papanya yang begitu tak tenang
"Bagaimana, apakah Fatimah mau membatalkan penceraian kalian Nak.." ucapnya
Ya semenjak Fatimah yang bersikukuh ingin bercerai dari Addry dan mengetahui rahasia yang begitu besar dalam rumah tangga anaknya
Semenjak itulah keadaan Papanya sangat menyedihkan, badan yang kurus dan tak terurus mungkin juga masih karena ditinggal oleh istri tercinta
"Doakan saja semoga kami bisa bersatu Pa, walaupun itu sedikit harapan!" ujarnya dan Papa langsung mengaminkannya
Setelah berpamitan kepada Papanya, Addry menyuruh sang Papa untuk segera istirahat karena hari semakin larut dan dia juga sudah sangat mengantuk
*
*
*
Hari ini, sebelum berangkat ke luar kota. Addry terlebih dahulu meminta Tomi untuk mengantarnya ke rumah orang tua Fatimah. Dia ingin menjenguk anaknya terlebih dahulu
"Tom, nanti kita mampir dulu ke rumahnya Bunda,"
"Baik Pak,"
Mobil mewah berwarna hitam itu, telah terparkir sempurna di depan rumahnya Fatimah
__ADS_1
"Assalamu'alaikum,"
"Waalaikumsalam" jawab Bunda
Saat itu Bunda Lisa sedang menyiram tanaman di depan rumah dan Addry langsung menghampiri untuk menyalami Bunda
"Eh! Anak Ayah sudah bangun. Bagaimana tidurnya nyenyak nggak?" ucapnya saat Fatimah yang keluar dengan menggendong Shakinah
Padahal tadi dia mau bertanya kepada Bunda. Apakah putri kecilnya sudah bangun tidur atau belum, tapi belum bertanya eh orangnya sudah keluar duluan
"Sudah mau berangkat Mas?"
"Iya," jawabnya dengan masih tertawa sembari mencubit pipi gembul anaknya karena semakin hari putri kecilnya kini bertambah gembul saja
"Jangan nakal ya Nak, tunggu Ayah pulang. Insya Allah kita akan bersama kembali.." ucapnya sambil melihat kearah Fatimah dan Fatimah langsung menundukkan pandangannya merasa malu karena dia tau kemana arah pembicaraan yang di ucapkan oleh Addry
"Mas tunggu jawabannya. Semoga kita bisa kembali bersama," ucapnya dengan pelan hanya Fatimah dan Addry saja yang mendengarnya, eh jangan lupa Shakinah sebagai saksinya
"Mari aku pergi dulu ya! Anak Ayah jaga Bunda ya. Jangan nakal oke!"
Shakinah tersenyum mungkin tau apa maksud dari sang Ayah
"Bunda, Addry berangkat ya! Oh iya. Ayah kekantor ya?"
"Iya Nak, siapa lagi yang ngurus kantor kalau bukan beliau" candanya
Addry hanya menganggukkan kepalanya
"Assalamu'alaikum," ucap Addry begitu juga Tomi
"Waalaikumsalam"
Setelah mobil Addry menjauh, Bunda mendekati Fatimah dan Shakinah yang masih menatap mobil Addry yang melaju itu
__ADS_1
"Sudah yuk masuk, " ajak sang Bunda kepada anak dan cucunya, tapi keduanya masih betah berdiri di tempat semula
"Satu Minggu lagi balik kok," godanya kepada sang anak, sedangkan Fatimah hanya tersenyum saja menanggapi ocehan sang Bunda
* * *
"Assalamu'alaikum, Din!"
"Waalaikumsalam, iya ada apa Fat?" tanya dengan suara berisik sekali
"Eh enggak ganggu kamu Din?"
"Enggak kok, ini kami lagi di bengkel. Motornya Mas Azmi pecah ban!"
"Astaghfirullah lazim, ya sudah nanti saja. Aku hubungi!"
"Ah! Kamu kayak sama siapa aja. Omong aja Fat,"
"Jangan sungkan dong,"
Akhirnya, Fatimah menceritakan semua hal kepada Dinda. Pertama dia minta maaf terlebih dahulu. Dia ingin gugatan penceraian ya dengan Addry di tahan terlebih dahulu
"Kenapa Fat?"
Sebenarnya kalau boleh jujur Dinda merasa senang. Jika sang sahabatnya itu membatalkan niatnya dan kembali bersama dengan keluarga kecil mereka
Setelah selesai menceritakan segala hal. Kenapa dia harus menunda laporan penceraian itu dan segala hal yang menyangkut nya. Serta yang paling mengejutkan Dinda yaitu Bianca kini ternyata sudah benar-benar menjadi orang sakit jiwa
Sungguh Dinda merasa kasihan mendengar cerita dari Fatimah tentang Bianca. Dimana dia menjadi seorang artis terkenal kini telah tinggal di rumah sakit jiwa
Begitu juga waktu Addry menceritakan semuanya kepada Fatimah, wanita itu juga tak kalah terkejut mendengar semuanya. Sungguh malang nasibnya Bianca
Kini Dinda merasa sangat senang dan berdoa semoga pilihan Fatimah kali ini adalah benar
__ADS_1