
"Apa penyebabnya Tom..?"
*Flashback On
Setiap hari, siang dan malam. Seorang wanita duduk meringkuk di sudut dinding. Menutup telinganya dengan telapak tangan. Sambil berteriak-teriak membuat para perawat kewalahan dalam menanganinya
Suatu ketika, dia duduk di taman melihat salah satu pasien yang sedang menggendong boneka dengan langkah lebar dia pun merebutnya. Sehingga membuat keributan kembali. Semenjak Bianca di rawat, selalu saja ada masalah yang akan dia buat dengan keputusan segala tenaga kerja disana memindahkan Bianca ke dalam kamar yang berbeda dari yang lain. Agar tak ada keributan lagi
"Anakku..." ucapnya dengan meneteskan air mata, saat di malam hari. Wanita itu kini telah menjadi wanita yang begitu rapuh
Boleh dikatakan bahwa Bianca bukan separuhnya gila. Sebab tiap malam. Dia pasti seperti manusia normal
Mungkin semuanya tercipta karena perbuatan dan rasa bersalah yang selalu menghantuinya, serta dosa-dosa yang selalu menjadi bumbu-bumbu dalam kehidupan kelamnya dulu
__ADS_1
Apalagi semenjak hubungannya dengan Addry terputus. Dia masih biasa saja, tapi yang lebih membuatnya sakit seperti sekarang yang dia alami
Semenjak calon anaknya lahir sebelum waktu dia lahir ke dunia ini. Apalagi tak lama kejadian di tinggal anak. Dia malah di tinggal nikah oleh pria yang begitu mencintainya. Menambah penderitaan dalam dirinya karena telah menyia-nyiakannya
Dia begitu merasa bersalah membuat kehidupan rumah tangga orang hancur karenanya. Hingga puncaknya, Bianca tak kuat karena selalu di datangi oleh tangisan bayi
Apalagi di waktu malam hari, hingga membuatnya nekat mengambil silet yang sempat di simpan di bawah kasurnya
Setelah silet dengan sempurna bertengger di pergelangan tangannya. Seketika itu dia mengiris uratnya tanpa air mata yang mengiringi
* * *
"Astaghfirullah lazim.."
__ADS_1
Berapa kali Addry beristighfar. Setelah mendengar segala penuturan kata yang di ucapkan oleh Tomi
Memang semenjak, Fatimah mengatakan ingin pisah, seketika itulah Addry tak pernah mengunjungi tempat Bianca di rawat
Sebenarnya, Bianca dulu adalah gadis yang begitu lugu dan polos. Dia hidup di panti asuhan, kedua orang tuanya tak tau apakah sudah meninggal atau belum. Addry bertemu dengannya waktu Bianca melamar jadi model di salah satu agensi. Kebetulan, kepala agensi yang ingin menaungi Bianca adalah sahabat bisnisnya
Di sanalah titik awal mereka dekat, sehingga perubahan sikap Bianca pun berubah. Semenjak wanita itu telah menjadi model yang cukup terkenal membuatnya pergi ke sana kemari dan dari sanalah dia bertemu dengan pria yang bernama Pram itulah yang membuatnya tega bermain api di belakang Addry
Mungkin karena gaya pacaran mereka hanya pegangan tangan saja. Sehingga membuat Bianca malah memilih pelampiasan di luaran sana. Apalagi dengan statusnya seorang model yang terkenal membuatnya dengan mudah mengenal dunia seperti itu
Sungguh malang nasib kamu Bi, harus mati dengan jalan begini. Aku berdoa semoga kau di terima di sisiNya dan di lapangkan di dalam kubur. Semua kesalahanmu kepadaku, sudah ku maafkan dan aku ikhlaskan. Semoga amal ibadah yang telah kau kerjakan di bumi di terima di sisiNya. Selamat jalan Bi, kamu adalah wanita pertama yang dulu sudah mengajarkan aku mencintaimu dan mengisi hari-hari ku dengan cintamu. Batinnya merasa sedih dengan jalan yang telah dia pilih, tapi itu semua telah di tentukan dari yang di Atas
"Apakah Bapak akan pulang..?" ucap Tomi mengingatkan Addry apakah mau pulang untuk melayat jasadnya Bianca mengingat Bianca adalah wanita yang dulu pernah mengisi hari-harinya dengan cinta yang tulus sebelum Bianca hidup menyimpang ke dunia yang salah
__ADS_1
"Tidak Tom, aku akan pulang setelah dua belas hari lagi sesuai janjiku kepada Fatimah.." tegasnya