
"Din nanti kamu datang ya ke rumah ku..!" isi pesan Fatimah untuk Dinda
Ting!
"*Iya Fat, emangnya ada acara apa..?"
"Insyaallah mau tujuh bulanan Din..!"
"Wah! Enggak terasa ya. Mau berojol lagi tuh kamu Fat, sedangkan aku baru mau pertama melahirkan..!" ujarnya
"Makanya dulu cepat nikah, biar cepat juga merasakan bagaimana punya anak..!"
"Ish!"
"Sudah-sudah, jangan lupa ya datang ke rumah..!"
"Kapan..?"
"Besok..!"
"Insyaallah Fat.."
"Iya, suami kamu juga diajak nanti..!"
"Oke*.."
Keduanya kembali sibuk dengan urusan masing-masing, setelah mengabari Dinda. Kini Fatimah kembali mengajak anaknya untuk segera mandi, habis mandikan anaknya nanti. Kewajiban Fatimah untuk melayani suaminya yang mau berangkat kerja juga
"Maaf ya! Hari ini Mas enggak bisa kerja di rumah. Soalnya ada rapat dengan tuan William..!"
"Iya Mas, enggak apa-apa kok.." ujarnya sambil memasang dasi ke leher Addry sedangkan Shakinah sibuk main sendiri di atas ranjang yang ukuran king size itu
__ADS_1
"Jam berapa sekarang Yang..?" tanyanya yang belum memakai jam tangan
"Enggak tau Mas.."
"Tolong dulu Yang, ambil jam Mas di sana.."
Sesuai perintah sang suami, Fatimah pun mengambilnya dan menarik tangan Addry untuk segera memasang jam tersebut di tangan suaminya
"Astaghfirullah lazim.."
"Kenapa Mas..?" tanya bingung saat mendengar suaminya beristighfar, tapi Addry tak menjawab. Dirinya sibuk memakai sepatu
"Sarapan dulu Mas..!" teriak Fatimah pada Addry yang sudah keluar dari kamar, tapi tak lama kemudian. Pria itu kembali masuk kedalam
"Maaf Mas lupa..!" ucapnya dengan cepat mencium kening sang istri. Setelah selesai mencium anaknya juga
"Mas..!"
"Ah! Iya.."
"Mas berangkat ya, assalamu'alaikum.."
"Waalaikumsalam.."
wanita itu dengan cepat berlari ke arah belakon kamar, di sana dia melihat Tomi yang sudah siap menunggu kedatangan Addry
"Dadah .!"
Addry melambaikan tangannya kepada Fatimah yang juga melambaikan tangan untuk dirinya
"Kau tau Nak, Ayah selalu begitu kalau sudah terlambat begini..!" ucapnya kepada anak kecil itu, tapi yang di ajak berbicara malah asik sendiri
__ADS_1
______
"Pesan dari siapa Yang..?" tanyanya yang baru saja selesai makan
"Oh! Ini dari Fatimah, Mas. Katanya dia mau tujuh bulanan anaknya.."
"Oh..!" Jawab suaminya hanya dengan ber'oh ria'
"Mas semua keperluan Mas sudah aku siapkan tadi.." sembari mengambil sepotong roti dan mengoleskannya dengan selai strawberry
"Uh! Istriku memang hebat. Terima kasih ya Yang..!" hanya anggukan saja sebagai jawab dari Dinda
"Boy, enggak apa-apa kan kalau Ayah mau berangkat kerja..!" ujarnya berpamitan pada perut buncit milik Dinda
"Kalau bisa jangan Ayah.." jawab Dinda dengan menirukan suara anak kecil membuat Azmi terkekeh geli mendengarnya
"Jangan gitu dong boy, nanti ketemu lagi kok nanti sore. Pulang kerja nanti Ayah belikan deh mainan untuk kamu. Boleh ya..!"
"Jangan cemberut gitu dong Yang, aku enggak akan lama kok kerjanya. Lagian aku lembur agar nanti waktu kamu lahiran. Aku akan selalu di sisimu..!" ucapnya memberikan pengertian agar sang istri mengizinkannya untuk kerja karena sudah kebiasaan Dinda selalu sensitif saat mendengar kata 'kerja' dari mulut suaminya
"Ya..!"
"Baiklah, jangan lama-lama..!" ucapnya dengan ketus
"Iya istriku.."
_____
"Eh, biar saya saja Bu.." ucap Bibi Sum saat melihat Fatimah sibuk memotong sesuatu
"Biar saya saja Bi, saya hanya mau memotong sebagian saja kok. Nanti siang mau saya masak.."
__ADS_1
"Tapi Bu..!"
"Sudah Bi, mending Bibi gendong Shaki saja ya..!"