Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 42


__ADS_3

Kini telah sebulan semenjak Addry yang memutuskan untuk memisahkan rumah antara istri-istrinya dan sesuai rencananya hari ini Addry akan melancarkan rencananya


"Mas hari ini kan libur..?"


Fatimah bingung saat ini suaminya memakai pakaian kerja, padahal hari ini Minggu dan tidak biasanya suaminya seperti itu. Biasanya mereka seharian akan jalan-jalan atau piknik untuk menikmati hari libur


"Oh maaf dek! Mas lupa memberitahukan mu. Bahwa hari ini mas ada meeting dengan klien. Soalnya mendadak dek..!"


masih sibuk dengan memakai dasi. Sehingga Fatimah mendekati suaminya


"Sini biar Aku bantu mas...!" mengambil ahli dasi dari tangan Addry


Mas akan membuat dirimu satu-satunya. Ratu dalam hatiku Fatimah Az-Zahra. I love you my wife. Batin Addry


Saat melihat wajah wanitanya yang begitu dekat dengan wajahnya. Sungguh Addry sangat menyesal karena, kenapa tidak dari dulu dia mencintai istri pilihan orang tuanya. Ini akan menjadi pelajaran untuknya


Ya Allah, Hamba mohon semoga. Setelah ini nanti, keluarga kecil kami selalu dalam keadaan damai dan bahagia dalam lindungan Mu. Aamiin


"Nah sudah!" ucap Fatimah


"Makasih dek..." ucap Addry memegang tangan Fatimah dan mengecu*nya


"Terimakasih juga sudah sabar menghadapi sifat mas yang dingin dan arogant kepadamu.." ucapnya dari hati


"Terimakasih juga mau menjadi ibu dari anak-anakku..." Fatimah masih diam, membiarkan sang suami untuk berbicara apa yang dia mau


"Semoga setelah ini nanti. Tak ada lagi cobaan dan ujian yang berat untuk keluarga kita ya!"


"Aamiin Ya Robb Aalamin.."


Drt drt....


"Sebentar dek..." hanya menganggukkan kepala


"Halo...!"


"---"


"Baiklah terus awasi ..." perintahnya


"---"


Tut Tut... (Sambungan telepon terputus)


"Dek mas berangkat ya!" melihat Fatimah yang sibuk membaca buku seputar kehamilan


"Tapi mas kan belum sarapan..." cegat nya


"Enggak ada waktu lagi dek..."


Cup


"Mas berangkat ya!" Addry berjalan untuk keluar dari kamar mereka


"Tunggu mas!"


"Hati-hati..." ucapnya setelah mencium takzim tangan sang suami


🍃


🍃


🍃


"Ya Honey dikit lagi....!"


"Iya sebentar!"


Mereka telah selesai melakukan hubungan seperti suami istri. Tapi kini mereka masih dalam keadaan polos. Tidak ada dari mereka yang ingin beranjak untuk membersihkan diri


"Baby kapan-kapan aku mau ikut ya!"


"Ikut kemana Honey!" Bingung Bianca


"Ya ikut kamu periksa kandungan.."


"Hemm..."


"Please Baby...!" Pram memohon kepada Bianca agar mau mengajaknya


"Iya-iya Honey..." ucapnya tersenyum


"Sudah Baby, jangan tersenyum. Nanti ada yang bangkit lagi..."


"Ha Ha Ha..." mereka berdua tertawa. Tanpa tau bahaya datang mendekati

__ADS_1


🍃


🍃


🍃


"Bagaimana Tom...!" ucap Addry yang sibuk Menganti pakaiannya menjadi pakaian kasual


"Aman Tuan. Sesuai rencana.." fokus dengan kemudi mobil


"Bagus!" ucapnya setelah selesai dan memakai topi, kacamata hitam


Mobil berhenti di tempat yang di tuju tadi


"Bagaimana..."


"Sudah Tuan..." ucap anak buah Addry kepadanya


"Ya sudah tunggu saja disini..!" tegasnya


"Baik tuan.." ucap mereka dengan serempak


Addry langsung berjalan menaiki lift dan diikuti oleh Tomi sang tangan kanan Addry. Mereka naik lift dan menekan tombol 15 dan


Ting! Pintu lift terbuka


Kini Addry mulai menampakan wajah kemarahan. Terlihat dari kedua tangannya yang terkepal kuat. Tomi dapat melihatnya


Bos pasti akan sangat kecewa dengan nyonya Bianca. Padahal bos sangat mencintainya. Tapi apa yang didapat. Semoga setelah ini nanti hanya Nyonya Fatimah saja yang menjadi istri tuan Addry seorang..


Huftt....


Bismillahirrahmanirrahim.....


Addry mengucap Basmalah terlebih dahulu. Sebelum melihat kenyataan dari kebodohannya selama ini


Ceklek...


Sunyi hanya itulah yang ditampilkan oleh apartemen itu


Di Rumah Addry Dan Fatimah


"Emangnya ada ya! Meeting hari Minggu..?" tanyanya pada dirinya sendiri


"Tapi aku penasaran..."


"Mending aku buat kue aja deh! Sama Bi Sum.."


Fatimah langsung berjalan keluar dari kamar. Dia akan menyibukkan dirinya, agar tak memikirkan yang tidak-tidak kepada suaminya


"BI masih ada kan bahan-bahan masak cake..?" tanyanya kepada BI Sum yang sibuk mengelap meja makan


"Iya Nona! Semuanya masih lengkap..." menghampiri Fatimah


"Oke BI..."


"Non mau masak kue cake ya!"


"Iya BI, Suntuk soalnya..!"


Akhirnya Fatimah sudah selesai mengadon adonan untuk cake yang ia inginkan


"Akhirnya BI, adonannya sudah selesai.."


"Iya Non. Tinggal masukan saja dalam oven.." dan di angguki oleh Fatimah. Setelah di tempatkan di tempat yang cantik. Fatimah langsung menaruhnya di oven dan mengatur suhunya


"Bibi kalau mau istirahat nggak apa-apa kok. Fati saja yang menunggunya..."


"Tapi Non..."


"Sudah BI..." Fatimah tau jika Bibi Sum lelah. Karena sudah kelihatan dari raut wajahnya yang menampilkan seperti orang yang kelelahan


"Baiklah Non.." akhirnya BI Sum kembali ke kamarnya. Walaupun dengan berat hati


🍃


"Apa tuan yakin!" tanya Tomi karena melihat Addry seperti orang bimbang


"Iya Tom. Aku mau hidup dengan hanya satu wanita saja. Apalagi ini, aku sungguh sangat kecewa.." ucap Addry walupun tidak dapat dipungkiri jika nama Bianca masih ada sedikit di dalam hatinya


"Baiklah Tuan.."


Mereka langsung menghampiri pintu kamar. Mereka dapat mendengar canda tawa orang yang ada didalam sana karena pintunya terbuka sedikit


"Tuan pasti kuat!" ucapnya memberi semangat

__ADS_1


"Iya Tom.." mereka mulai mendekat dan....


🍃


🍃


🍃


Tok tok...


"Iya.."


"Maaf pak, hari ini seperti biasa bapak ada jadwal di pengadilan.." memberi tahukan agenda sang atasan


"Baiklah Din. Oh iya . Apa kau sudah makan..?"


"Sudah Pak. Saya sudah sarapan..."


"Hem ya sudah. Sebelum berangkat ke Pangadilan. Aku mau mampir makan dulu ya!.."


"Baiklah Pak.."


Kini mereka berdua telah sampai di restoran favoritnya Azmi


"Ayo kita turun.." sambil menarik tangan Dinda


Deg!


Jantung Dinda langsung berdetak dua kali lipat dari biasanya. Akibat perbuatan Azmi. Sedangkan Azmi belum menyadarinya, dia masih menarik tangan Dinda. Membawanya masuk kedalam restoran itu dan saat ingin duduk


"Eh! Maaf Din.." ucapnya langsung melepaskan tangan Dinda yang dipegangnya tadi


"Iya Pak nggak papa kok..."


Kapan kamu tau kalau aku mencintaimu pak Azmi...!


"Alhamdulillah kuenya sudah matang.."


"Kenapa mas Addry belum juga pulang ya!"


"Sudah deh! Nunggu mas pulang saja makannya..." Fatimah menyimpan kuenya di tempatnya


"Ah sudah lama aku nggak memainkan gitar ..."


Dia berjalan mengambil gitar yabg berada di sudut lemari dan langsung membawanya menuju balkon untuk mempersembahkan lagu kepada sang mentari yang sebentar lagi akan tenggelam


🎶


Robbi kholaq thoha minnur


Fihih tirom


Fihih tirom


Nadahu aqbil ya mukhtar


Antal amin


Antal amin


Lammar taqoo baital ma'mur


Sholla imam


Sholla imam


Waqoddana mirrobbihil,


Bahil jalil


Bahil jalil


Nadahu aqbil ya mukhtar


Antal amin


Antal amin


Antal amin


Antal amin


Jangan lupa Vote Like and coment kalian ya! karena itu sangat berarti bagi Author 😅


Makasih banyak ya!!🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2