Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
Rumah Baru


__ADS_3

Tepat jam satu siang, seorang gadis sudah duduk manis di jok belakang mobil


"Maaf Pak kalau boleh tau ini mau kemana ya?"


"Maaf Nyonya, saya di suruh Tuan untuk mengantar anda ke rumah baru.."


Pantas saja dirinya tidak tau, ternyata suaminya itu sudah menyiapkan semuanya, termasuk rumah baru untuk mereka huni nanti, berarti Shakinah akan jauh dari kedua orangtuanya


"Hemm.." hanya helaan napas yang menjadi keluh baginya


Butuh satu jam untuk sampai di rumah yang begitu minimalis, tapi begitu indah di pandang oleh mata, halaman begitu luas. Dikelilingi pohon rindang di rumahnya. Menambah kesan asri


Senyum gadis itu terbit seketika, melihat begitu cantik dan indahnya. Tempat yang di pilih oleh Galang suaminya itu


"Terimakasih ya Pak, sudah kopernya di sini saja Pak. Nanti saya saja yang membawanya ke dalam.."


"Tapi Nyonya,"


"Sudah Pak, mending Bapak kembali lagi kerja ya..!"


"Assalamu'alaikum.."


"Waalaikumsalam.." jawab Pak Kadir, supir keluarga suaminya karena Shakinah sudah kenal dengan Pak Kadir sejak dirinya kecil


Shakinah berjalan menyeret dua koper sekaligus. Membawanya masuk kedalam rumah, kebetulan tadi sang supir sempat memberinya kunci rumah untuk dia masuk

__ADS_1


@@@@@@@


"Permisi Tuan.."


"Iya, masuk..!"


"Maaf Tuan, saya ingin menyampaikan. Jika Nyonya Shakinah sudah berada di rumah.."


"Iya Al.." jawabnya dengan seadanya saja, kemudian kembali sibuk dengan satu berkas yang di baca


"Baiklah Tuan, saya permisi..!"


"Hem.."


Pintu kembali tertutup, mata Galang langsung berpindah kearah lain. Melihat sesuatu gambar yang membuat dirinya begitu rindu kepada sosok tersebut. Sosok itulah yang dapat membuat dunianya kembali berwarna


Padahal, seorang gadis lain yang kini telah menjadi istrinya itu. Juga sama dengan gadis yang dia cintai, tapi hatinya berkata lain. Dia tidak menginginkan Shakinah, tapi takdir berkata lain


"Kenapa kamu tak mau menerima lamaranku saat itu.."


"Padahal diriku sudah sangat-sangat mengharapkan mu, Ran.."


"Kenapa harus Shakinah yang menjadi istriku..!"


"Huffttt.."

__ADS_1


Malam hari telah tiba, kini jam telah menunjuk ke angka delapan malam. Shakinah masih dengan setianya menunggu kepulangan Galang


Dia menunggu di ruang tamu dengan bertemakan ponsel miliknya yang sedang memutar sebuah vidio lagu tentang shalawat


"Malam sekali ya Galang pulangnya..?"


"Kalau di telpon nanti, dia masih dalam perjalanan.." ucapnya dengan dirinya sendiri


Tak tinggal diam, gadis itupun mondar mandir di ruangan tersebut


Untung saja, tak lama kemudian. Suara deru mobil berbunyi memasuki halaman rumah baru mereka


Shakinah sudah tau siapa pemilik mobil mewah itu dengan cepat dia membuka pintu untuk menyambut kedatangan suaminya


"Lang, akhirnya kamu pulang juga! Aku sangat khawatir dengan dirimu..!" ujarnya dengan diiringi senyum manis yang membingkai di wajah manis itu


"Iya maaf, tadi begitu banyak berkas menumpuk. Kamu juga tau, kemarin saya tidak bisa masuk kerja.."


"Ah! Iya, aku tau.."


"Sini biar aku bawah Lang.."


"Tidak usah Aja, biar aku saja.." jawabnya melalui Shakinah begitu saja


"Air panasnya sudah ku siapkan tadi Lang..!"

__ADS_1


Sepeninggalan Galang, Shakinah bergegas menutup pinta dan tak lupa untuk menguncinya. Setelah itu mematikan lampu yang berada di ruang tamu


Mendengar suara gemercik, Shakinah sudah tau jika suaminya sedang membersihkan diri. Dia dengan cekatan menyiapkan pakaian untuk Galang yang tadi dia bawah di dalam koper siang tadi


__ADS_2