
“Aku men..” Addry merasa seperti ABG saja kaku dalam mengungkapkan bahwa ia mencintai istrinya
“He’em..” Fatimah masih penasaran apa yang akan disampaikan oleh Addry
“Aku mencintaimu…” ucapnya dengan lantang. Fatimah pun terkejut mendengarnya sekaligus merasa senang. Akhirnya sekian penantian nya selama 6 dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Suaminya telah mencintainya
“Hei kenapa kamu menangis dek. Apa aku menyakitimu?..” Addry pun langsung menghapus air mata yang berjatuhan di wajah cantik nan ayu itu
Terima kasih Ya Allah. Engkau telah mengabulkan doa-doa hamba dan hamba mohon Ya Allah semoga ini adalah awal untuk kebahagiaan keluarga kecil kami. Aamiinn ucap batinnya, Fatimah teringat akan madunya tapi ia tidak mau memikirkan yang lain yang terpenting sekarang suaminya telah mencintai dirinya
“A..ku menangis karena bahagia mas. Akhirnya cinta Fatimah sekarang tak lagi bertepuk sebelah tangan…” Mendengar jawaban dari Fatimah. Addry sangat terkejut. Ia langsung saja membawa Fatimah masuk kedalam pelukan nya. Setelah merasa Fatimah tidak lagi menangis. Addry pun melerai pelukan nya. Ia menatap wajah cantik yang selama ini ia cuekin dan tak pernah menganggapnya ada
“Ya sudah ayo kita tidur. Kasihan dedek nya kalau terlalu malam tidurnya..” Fatimah hanya menganggukkan kepala saja. Mereka pun berdua berjalan menuju kamar Fatimah. Ini kedua kalinya Addry tidur berdua dengan Fatimah
*****
Saat sedang asik nya berkutat dengan peralatan dapur. Ada dua lengan kekar yang melilit di perutnya. Fatimah pun hanya tersenyum melihatnya. Ia membiarkan saja selagi orang itu tidak mengganggunya dalam memasak. Tapi lama kelamaan orang yang memeluknya itu mulai menyusahkan nya. Fatimah merasa kesulitan kesana kemari karena Addry ya itu adalah Addry yang memeluknya dari belakang. Saat bangun tidur Addry sudah tau kemana istri kecilnya pergi yaitu dimana lagi kalau bukan dapur kalau pagi-pagi begini
“Mas!...”
“Hemm.. kenapa Dek..?” Addry masih menaruh dagu nya di bahu Fatimah yang ter balut oleh jilbab nya
“Ih mas geli tau…! Mas Fati mau memasak mas…” ucap Fatimah sambil menyingkirkan tangan Addry yang masih setia memeluknya
“Iya masak saja Dek. Mas enggak ganggu kok…”
“Iya tapi Fati enggak bisa leluasa bergerak nya mas…” Addry masih saja kekeh dengan perlakuan nya “Mas! Kasian sama dedek nya. Pasti sesak karena dipeluk ayahnya dengan kencang..” dan benar saja Addry langsung melepaskannya. Dan Addry pun berjalan menuju meja makan. Dia akan menunggu Fatimah selesai masak di sana saja. Sambil melihat Fatimah yang asik sibuk kesana kemari. Melihat pemandangan tersebut. Fatimah sangat terlihat mempesona walaupun dengan pakaian daster
“Ini mas…” Fatimah memberikan piring yang sudah berisi lauk pauk
“Terima kasih dek..” Addry pun menerimanya dan setelah melayani suaminya kini giliran Fatimah yang mengisi piring nya sendiri. Seperti biasa hanya dentingan garpu dan sendok saja yang terdengar
Addry masih saja melihat jam di tangannya. Ia mulai merasa bosan menunggu seseorang yang belum juga datang
“Mari mas!..” Addry pun menoleh kearah sumber suara dan dia pun langsung diam mematung. Ia terpesona melihat penampilan Fatimah lain dari biasanya. Sekarang Fatimah lumayan suka dengan semua jenis make up. Mungkin
pengaruh dedek bayi didalam perutnya
Fatimah memakai baju gamis berwarna mocca dan jilbab pasmina yang hampir sama dengan warna bajunya. Ia juga memakai high heels nya. Biasanya Fatimah Cuma memakai sandal tapi ini lebih dari itu. Ia hampir mirip seperti
__ADS_1
tuan putri untuk malam ini
“Cantik…’ mulut Addry secara sepontan mengeluarkan kalimat tersebut. Fatimah tersenyum mendengar suaminya mengatakan bahwa ia cantik. Fatimah mengucapkan hamdalah di dalam hatinya
“Mari mas kita pergi nanti Mama sama Bunda lama menunggu kita..” mereka pun pergi menuju tempat tujuannya
Sedangkan di Negara Canada seorang wanita dan seorang lelaki mereka masih tertidur didalam selimut yang sama
“Ah! Haus sekali rasanya…” ucap sang wanita dengan berdiri tanpa memakai sehelai benang saja. Satu botol air mineral pun tandas diminumnya. Mungkin akibat kegiatan yang mereka lakukan barusan tadi
“Kamu sudah bangun juga honey..?” ucap sang wanita saat melihat pria nya sudah bangun
“Iya baby, ini mungkin akibat keganasan mu tadi..” ucap laki-laki juga mengambil air mineral nya dan meneguk nya hingga tandas
Setelah selesai minum. Mereka berdua pun langsung kembali ke kamar dan melanjutkan kegiatan mereka lagi. Karena hari masih malam
Sedangkan di Firma Hukum
Seorang laki-laki tampan masih berkutat dengan berkas-berkas yang iya tangani. Berkas tersebut tak ada
hentinya. Maklumlah iya merupakan pengacara kondang itulah alasan orang mau memberikan tugas dan mempercayakan nya kepada Azmi
Tok tok……….
“Maaf pak, hari ini kita ada klien yang ingin bapak untuk menangani sidang perceraian nya..”
“Iya, sekitar jam berapa..?” ucapnya tanpa mengahlikan pandangannya sedikit pun
“sekitar jam 2 pak..”
“Ya sudah…”
“Baiklah pak. Permisi!..” ucap sang asisten dan ia pun meninggalkan Azmi. Sedangkan Azmi kembali memeriksa berkasnya. Belum habis satu sidang sudah ada lagi sidang yang menunggunya
Kembali di Masion keluarga Barack, dimana semua keluarga besar Barack dan keluarga dari pihak Fatimah . mereka menyambut kedatangan Addry dan Fatimah
“Assalamullaikum…” ucap Addry dan Fatimah dengan serempak
“Waalaikumsalam..” jawab mereka dengan serempak juga. Addry dan Fatimah pun menyalami orang tua mereka
__ADS_1
“Sebenarnya ini acara apa Ma?...” ucap Addry bingung melihat keluarganya dan Fatimah berkumpul dan
menampilkan senyuman kepada Addry dan Fatimah
“Mama dan keluarga besar kita tau. Bahwa kami akan memiliki cucu!...” ucap Mama Mirna
“Darimana Mama tau berita ini…?” kali ini Fatimah yang bertanya. Ia bingung dari mana Mama mertuanya tau ia hamil. Padahal mereka belum memberitahukannya kepada Mama mertuanya atau pun Bundanya sendiri
“Oh itu Bunda kemarin dihubungi oleh Dinda. Dan Dinda mengatakan bahwa kamu hamil…” ucap Bunda Lisa dengan sangat gembira
“Apa ini memang benar Nak..?” Mama Mirna sangat penasaran ingin mendengar secara langsung dari Fatimah
“Iya Ma, Alhamdulillah kami sudah dipercayakan oleh Allah untuk menjaga amanahnya..’’ ucap Addry dengan muka berseri-seri “Mama dan Papa. Serta Bunda dan Ayah sebentar lagi jadi nenek dan kakek..”
“Alhamdulillah..” ucap mereka dengan lega. Karena berita Fatimah hamil memang benar. Akhirnya setelah sekian lama Addry dan Fatimah menikah. Mereka tak lama lagi akan diberi cucu pertama untuk keluarga besar mereka.
“Do’akan saja semoga selalu sehat sampai menjelang lahiran nanti ya Ma, Pa. Bun dan Ayah..” ucap Fatimah
“Aamiinn…”
“Ya sudah mari kita masuk yang lain sudah lama menunggu…” mereka pun masuk. Hari ini keluar besar Barack dan keluarga Fatimah mengadakan acara syukuran atas hamil nya Fatimah dan menyambut cucu pertama mereka
“Ma, Pa kami pamit pulang dulu ya!...” ucap Addry. Bunda dan ayahnya Fatimah sudah lama pulang dan tinggal Addry dan Fatimah lah disana. Sekarang jam sudah menunjuk jam 9 malam. Maka dari itu Addry berpamitan untuk
pulang. Ia kasihan melihat Fatimah sepertinya sudah sangat mengantuk
“Tidak mau menginap saja Nak..?” ucap Mama Mirna
“Tidak Ma. Besok Addry mau berangkat ke kantor. Mama kan tau sendiri jarak rumah ke kantor kan jauh jaraknya. Jadi mending Addry sama Fatimah balik saja Ma..” melihat raut wajah mama nya kecewa mendengar jawaban dari Addry
“Lain kali kami akan menginap Ma. Tapi tunggu mas Addry libur ya. Baru kami ke sini lagi…” bujuk Fatimah. Karena tak tega melihat raut Mama mertuanya
Dan tentu saja mendengar jawaban dari menantu kesayangannya itu Mama Mirna langsung menyetujuinya
“Kamu pakai apa sih Dek. Mama bisa langsung nurut saja..” ucap Addry yang masih fokus menyetir
“Fati tidak pakai apa-apa mas…”
“Tapi kenapa Mama langsung menyetujuinya tadi..”
__ADS_1
“Mas karena wanita itu harus di jelasin nya dengan memakai hati dan kelembutan mas. Bukan den…”
“Iya-iya mas tau dek..” Fatimah hanya menggelengkan kepala karena suaminya langsung memotong kalimat yang ingin dilanjutkan nya tadi