
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan. Kini usia kandungan Fatimah sudah masuk bulan ke tujuh. Addry dengan sangat antusias membuat tasyakuran untuk anak pertama. Pria tampan itu selalu sibuk menyiapkan segala keperluan dalam rangka acara tersebut.
Fatimah tersenyum melihat sang suami yang berlalu lalang melihat orang-orang yang meletakan balon-balon serta pernak pernik untuk menambah kesan cantik suasana acara tasyakuran untuk calon bayi dan tak jarang kadang Addry sendiri yang memasangnya
"Mas berhenti dulu, kamu pasti capek.." memberhentikan Addry yang melaluinya
"Sebentar Dek nggak lama lagi Mas udah kok kerjanya.."
"Iya Nak, jangan terlalu di paksa.." kali ini Mama Mirna yang langsung angkat bicara
"Iya Mama, Addry sebentar lagi selesai kok.."
"Iya Nak, lagiankan acaranya besok pagi.."
Bunda Lisa juga tersenyum melihat menantunya yang seakan semangat sekali terlihat dia yang begitu lihai dan pusing membantu orang-orang yang sudah di gaji untuk menyiapkan segalanya
"Iya deh, kalau tiga wanita yang aku sayangi udah angkat bicara. Aku bisa apa coba.." ucapnya mengangkat tangan membuat ketiga wanita yang di maksud oleh Addry tadi. Tersenyum geli melihat reaksi mimik wajah Addry yang lesu seketika. Maklum karena Papa dan Ayah mertuanya lagi sibuk kerja di kantor karena waktu masih menunjuk jam kerja
"Mas naik ke atas dulu ya Dek, Ma, Sam Bunda. Mau mandi soalnya..!" Mereka bertiga hanya menganggukkan kepala saja
"Bunda sama Mama, Fati juga naik ke atas ya. Mau nyiyapin baju untuk Mas Addry..." Setelah Addry tak terlihat lagi
"Iya Nak.." jawab mereka dengan serempak
"Silahkan Nyonya-nyonya minuman dan cemilannya di makan..!" Ucap Bibi Sum sembari menempatkannya di meja depan kedua wanita paru baya itu
"Terima kasih loh BI, sudah repot-repot menyediahkannya.."
Bibi Sum tersenyum, akhirnya dia tau dimana kesopanan dan kelembutan dari majikannya ini. Sudah pasti di dapat dari kedua orang tua mereka. Lihat kedua orang tua majikanya saja sangat menghargai dirinya
*****
Tak jauh beda dengan Fatimah bersama sang suami. Dinda dan Azmi pun kini sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Entahlah apakah Azmi sudah baner-benar move on dari cinta pertamanya atau Dinda hanya sebagai pelampiasan. Hanya Azmi lah yang tau
Begitu juga William, pria tampan itu juga tak berhenti mengikuti kegiatan Fatimah, tapi semenjak Fatimah menyuruhnya untuk berhenti mengikuti semua kegiatannya, dengan berat hati William pun tak mau ikut campur. Dia hanya berharap semoga suatu saat nanti dia bisa dekat dengan Fatimah, ya walaupun dia bukan seorang Muslim
*****
Di dalam kamar
"Mas yakin besok enggak mau masuk kerja katanya penting..."
Saat ini Addry sedang sibuk mengancingkan pakaiannya. Fatimah berjalan menghampiri sang suami dan di bimbingnya agar Addry duduk di kursi depan meja ria dengan talaten Fatimah menyisir rambut yang masih basah itu
__ADS_1
"Iya dong Dek, masa Mas sibuk dengan urusan kerja yang paling penting itu adalah kalian.." mencium perut yang semakin hari semakin membesar
"Ya sudah aku terserah Mas saja. Ayo kita ke bawah Mas. Mama sama Bunda pasti mau pulang.."
"Nak, kami pulang dulu ya..." Pamit Bunda Lisa saat ini mereka telah berada di depan teras rumah
"Iya Bun, jangan lupa besok kesini lagi.." jawab Addry
"Aman .." mengacungkan jempol dihadapan menantunya
"Iya Bun kalau Ayah masih ada kerjaan. Jangan suruh kerja dulu ya.."
"Iya ih! Kenapa pada cerewet semua sih!"
"Mama juga mau pulang ya..!"
"Iya Ma, Mama jangan lupa ajak Papa juga.."
"Iya-iya.."
Addry dan Fatimah telah berada di dalam kamar mereka. Sepasang suami istri itu sedang menunaikan shalat Maghrib
Fatimah tersenyum manis, mukanya selalu berseri-seri begitu juga Addry tak kala bahagia. Wajah tampan itu selalu tersenyum memikirkan bagaimana sesi jalannya acara besok
"Mas boleh enggak kalau aku ajak sahabat aku ke sini besok..?" bersandar di dada bidang Addry yang saat ini mereka berada di atas kasur. Dimana Addry yang sibuk melihat beragam gambar bayi-bayi lucu di buku tentang bayi sedangkan Fatimah hanya sibuk menggambar- gambar di dada sang suami
"Kamu bilang apa tadi Dek, Mas enggak dengar..?"
"Hem, tadi aku bilang boleh enggak kalau aku ajak sahabatku ke acara besok..?"
"Oh..!"
"Mas..!" Fatimah merasa kesal karena sang suami hanya bilang 'oh' setelah itu sibuk kembali dengan kegiatannya tadi
"Iya-iya boleh Dek.."
"Tapi.."
"Tapi apa..?" Addry bingung karena Fatimah hanya berbicara sepotong-sepotong saja
"Tapi Mas enggak marah kalau nanti Dinda nya bawa Mas Azmi juga ke acara kita..?" dengan hati-hati Fatimah berbicara, dia tak mau sang suami kembali cemburu karena dulu pernah terjadi
"Enggak, Mas enggak marah kok. Terserah dia mau bawa siapa saja.."
__ADS_1
Hufttt, syukurlah kalau Mas Addry enggak marah
Fatimah tersenyum mendengar jawaban yang membuat hatinya lega
"Ya sudah, ayo kita tidur yuk!" ucap Addry menyudahi kegiatan mereka hari ini. Setelah selesai shalat Isya tadi
"Hem.."
Addry langsung mematikan lampu dengan menggunakan remote dan langsung menggantinya dengan lampu tidur. Pria itu juga menarik selimut sampai ke dada mereka dan memeluk sang istri dengan lengannya menjadi bantal untuk Fatimah. Tak menunggu lama kedua insan itu pun langsung meluncur menuju alam mimpi yang indah
...----------------...
"Dek, ayo bangun. Kita shalat dulu..!" dengan semangatnya Addry langsung mengangkat tubuh sang istri dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Walaupun Fatimah berteriak untuk tidak menggendong dan memandikan dirinya, tapi Addry malah menulikannya seolah tidak terjadi apa-apa
Beberapa menit kemudian, Fatimah keluar terlebih dahulu dengan muka yang sedikit pucat karena terlalu lama mandi. Akibat dari ulah sang suami, sedangkan Addry wajahnya bertambah senang karena tadi mendapatkan vitamin untuknya dan juga hari ini adalah hari tasyakuran untuk calon anak pertamanya
Tok.....
Tok.....
"Iya Bi, ada apa..?" ucap Fatimah
"Non ini sarapan untuk Non sama Tuan.."
"Oh iya, terima kasih ya Bi.." langsung mengambil ahli nampan dari tangan sang Bibi
"Iya Non, sama-sama.."
Pintu pun tertutup, Fatimah membawa nampan dan menempatkan di atas meja
"Mas sarapan dulu yuk.."
"Iya Dek.." keduanya langsung memakan sarapan pagi yang sudah di bawah oleh Bibi Sum tadi
Kini jam acara pun telah berlangsung. Semua orang telah banyak berdatang, mereka pun banyak berkumpul
Fatimah tersenyum saat sahabatnya yang bergandengan dengan pria tampan siapa lagi kalau bukan kekasihnya yaitu Azmi. Dia pun menyambut Dinda dengan hangat
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
Kedua wanita itu bercerita dan tertawa dengan gembira. Karena sudah lama tak bertemu. Addry, ya pria itu juga menyambut sang sahabat nya yaitu Rifki
__ADS_1
Acara pun berjalan lancar membuat keluarga besar Barack dan Fatimah mengucapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta
Ayo-ayo dukung Author, biar tambah semangat up nya❤️😁