Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 137


__ADS_3

Hari ini Addry hanya seorang diri mempersiapan segala keperluannya. Tanpa bantuan dari istrinya, setelah selesai memakai dasi. Pria itu dengan cepat menyambar jas dan tasnya untuk segera berangkat kerja


Langkah kakinya berhenti saat dirinya sudah di dekat ranjang


"Dek, Mas berangkat kerja dulu ya!" ucapnya dengan begitu lembut membangunkan sang istri yang masih tertidur pulas


Begitu juga anak mereka, juga masih tertidur pulas di tengah-tengah ranjang


"Maafin Mas ya, kamu pasti capek banget..!" ucapnya sambil mencium kening Fatimah di saat itulah wanita satu anak itu terbangun


"Mas, kamu udah bangun..!" sembari duduk dengan mengucek matanya agar penglihatannya terlihat jelas


"Loh! Kok udah rapi gini sih Mas? Katanya mau nemenin aku ke pasar! Ini kok-"


Addry yang gemas melihat tingkah istrinya dengan gerakan cepat menutup bibir mungil itu dengan jari telunjuknya. Agar si empu diam dan tak nyerocos, nanti dapat di pastikan anaknya ikut terbangun mendengar suara cempreng milik Fatimah


"Ma-mas.."


"Iya-iya Dek, Mas dengar kok. Justru gini, kamu enggak usah keluar ya! Biar Mas saja yang nantinya ke pasar, habis pulang kerja..!"


"Mas yakin, kamu pasti capek kan...!"


Muka Fatimah memerah saat tau jadi ini semua maksud dari suaminya itu, akibat perbuatan suaminya yang habis melakukan hubungan suami istri

__ADS_1


"Makasih ya! Udah mau menerima Mas lagi.." ucap Addry sambil memeluk Fatimah


"Iya Mas, ini juga semuanya udah kewajibannya aku kan..!" jawabnya dengan nada lembut


"Baiklah kalau begitu, mesra-mesranya nanti saja ya! Pas Mas pulang kerja.." candanya sembari melepas pelukannya dari sang istri


"Jadi kamu beneran mau kerja hari ini Mas..?"


"Enggak capek..?" lanjutnya, saat mengingat kejadian tadi malam sewaktu tahajud


Flashback On


Fatimah terbangun dari tidurnya, saat panggilan alam membangunkannya dari mimpi tidurnya, sebelum masuk ke kamar mandi, wanita itu melihat suaminya yang juga bangun dan melakukan shalat di tengah malam


"Loh! Kok mandi tengah malam Dek nanti kamu sakit.."


Addry tak percaya melihat istrinya yang kini sedang memakai bathrobe dan rambutnya yang dibalut handuk kecil


"Enggak kok Mas..!" jawab Fatimah dengan singkat, Addry pun masih setia memperhatikan semua gerak gerik istrinya, hingga yang membuatnya tak percaya saat melihat Fatimah yang sudah siap berdiri di atas sajadah


Saat itulah juga Addry meminta haknya sebagai suami dari Fatimah dan Fatimah juga sangat ikhlas memberikan dirinya pada sang suami


Mereka pun melakukannya. Entah berapa kali, sampai-sampai waktu subuh pun hampir habis membuat mereka dengan khusuk mandi bersama untuk mandi junub membersihkan diri mereka sebelum menghadap Illahi

__ADS_1


Flashback off


"Enggaklah Dek, kenapa apa kamu mau mengulanginya lagi? Mas siap kok. Malah Mas batalkan saja kerjanya!" jawabnya dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Fatimah sehingga wajah mereka hampir tak memiliki jarak


"Ih! Mas, udah ya! Aku capek.."


"Jangan gitu dong Dek, nolak dosa loh..!" ucapnya memberi sedikit kalimat ancaman pada Fatimah


"Mas!"


"Hahaha, iya-iya Mas becanda kok, ya sudah Mas berangkat ya!"


"Hem! Baiklah Mas.."


Fatimah menutup pintu kamar dengan sangat pelan agar anaknya tak terbangun


"Oh iya, soal ke pasar biar Mas saja yang membeli semuanya yang kamu perlukan. Nanti tinggal kirim saja catatannya ke WA ya..!"


"Iya Mas.."


"Assalamu'alaikum..!" mencium kening sang istri


"Waalaikumsalam" jawab Fatimah dan mencium punggung tangan suaminya

__ADS_1


__ADS_2