
Fatimah dengan penuh ketelatenan, mengambil piring dan mengisi semua lauk pauk yang disukai oleh suaminya
"Ini Mas, makan yang banyak ya..!" ucap Fatimah sembari tersenyum manis kepada Addry
"Kamu enggak makan Dek..?" tanya Addry bingung saat melihat Fatimah yang hanya tersenyum sambil menupang dagunya melihat kearah dirinya yang sedang mau makan
"Ah! Aku, lagi diet Mas..!" jawabnya dengan sekenahnya saja
"Bismillahirrahmanirrahim.."
Addry pun menyuap sesuap nasi kedalam mulutnya
"Kenapa harus diet sih Dek.." ujarnya sambil mengunyah
"Lagian juga, Baby Shaki nya kan masih minum ASI kamu.."
"Aku itu cuma enggak makan nasi aja sih Mas untuk malam aja, tapi masih makan yang lain kok. Jadi kamu tenang aja, anak kita masih ada asupannya kok.." ucapnya memberi penjelasan agar Addry tak memarahinya
"Ya sudah, tapi jangan terlalu berat ya Dek. Kamu itu selalu cantik walau bagaimana pun kok.."
"Lagian kalau basan kamu berisi, Mas malah enak meluk kamu.."
________
Fatimah mulai berjalan menghampiri suaminya yang sedang bersantai duduk di ruang tamu. Setelah selesai melaksanakan shalat Isya tadi
"Ini Mas teh hijaunya.." ucap Fatimah dan duduk langsung di dekat suaminya yang sedang bermain iPad itu
"Terima kasih Dek.."
__ADS_1
"Masih ada kerjaan ya Mas..?" tanya Fatimah melihat suaminya yang masih sibuk itu
"Enggak kok Dek, Mas cuma memeriksanya saja sebentar.."
"Oh..!"
Tak lama kemudian, Addry pun menaruh iPad tersebut keatas meja dan mulai memeluk tubuh sang istri dari samping membuat Fatimah terlonjak kaget dibuatnya
"Lagi liatin apa sih Dek..!" mengambil langsung ponsel sang istri dari tangan Fatimah dan menaruhnya juga di dekat iPad tadi
"Enggak ada sih Mas, cuma ngisi kekosongan saja.." jawabnya
"Tapi sekarang enggak kosong lagi kan! Mas udah selesai kerjanya.." Fatimah hanya menganggukan kepalanya saja pertanda mengiyakan ucapan suaminya
"Oh iya Mas! Aku sampai lupa.."
"Besok aku izin ya.."
"Mau kemana..?" tanya Addry karena sangat jarang Fatimah mau keluar rumah pikirnya
"Mau ke pasar Mas, barang dapur sudah pada banyak yang habis..!"
"Terus Shakinah sama siapa Dek kalau kamu mau pergi ke pasar..?"
"Kalau kamu ngizinin sih mau aku ajak Mas, tapi kalau enggak. Dedek nya tinggal sama Bibi Sum saja.."
"Enggak, kamu di rumah saja deh. Biar Bibi Sum saja Dek. Kasian Shaki kalau kamu tinggal.."
"Kan cuma sebentar Mas..!" jawabnya masih kekeh sampai Addry mengizinkan dirinya untuk ke pasar besok pagi
__ADS_1
"Hufttt.." hanya inilah yang dapat Addry lakukan yaitu mengehela nafasnya sebelum berucap
"Oke, tapi biar Mas yang temenin kamu besok ya..!"
"Ha! Benarkan Mas.." ucapnya tak percaya sangat bahagia mendengar suaminya sendiri yang menawarkan diri
"Tapi kamu kan kerja Mas.." katanya setelah sadar kalau besok masih hari kerja
"Iya memang sih! Tapi apa kamu lupa Dek kalau suamimu ini pemiliknya. Jadi terserah Mas mau masuk apa enggak.." jawabnya dengan menyombongkan diri di hadapan Fatimah, sehingga wanita itu hanya dapat memutar bola matanya dengan malas
"Eh! Dek kalau boleh tau. Bagaimana sudah bisa apa enggak sih..!" inilah yang dari pagi tadi mau Addry tanyakan
"Apanya sih Mas..?"
"Itu!"
"Itu apa.." jawabnya mau menggoda sang suami
"Ish! Kamu mah keterlaluan Dek. Pura-pura enggak tau aja.."
"Duh! Jangan cemberut dong Mas. Sebenarnya aku pikir sore tadi selesai dan aku pun sudah mandi waji-"
"Apa! Wah berarti sekarang Mas bisa ya..!" ucapnya dan dengan cepat ingin menggendong tubuh Fatimah
"Mas! Sebentar dengerin dulu.." teriaknya setelah dirinya sudah berada dalam gendongan Addry
"Kita belum bisa melakukannya Mas, soalnya masih ada sedikit tadi..!"
Disaat itulah tenaga kegembiraan Addry melemah. Bahkan hampir saja Fatimah terjatuh dalam gendongannya
__ADS_1