Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 83 "Merasa kehilangan"


__ADS_3

...🌻Happy Reading 🌻...


Pagi hari yang indah, matahari telah tersenyum menambah suasana yang begitu nyaman untuk dilihat dan dinikmati


Fatimah bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Dia tak sabar untuk menjenguk kembali sang anak


"Assalamu'alaikum," ucap seseorang yang baru saja membuka pintu membuat Fatimah yang baru saja selesai membersihkan diri


Walaupun hanya sekedar mengelap-elap. Sebenarnya suster mau menolongnya, tapi ibu satu anak itu menolak. Dia merasa risih jika harus orang lain yang membersihkannya.


Fatimah menoleh matanya melotot saat melihat siapa yang datang. Untung saja dia sudah selesai memakai hijab


"Waalaikumsalam," menjawab salam dari seseorang yang sangat berarti di hidupnya


"Fati !" teriaknya begitu lantang membuat Fatimah tersenyum karena sudah lama tidak mendengar suaranya


"Hiks hiks kenapa kamu enggak beritahu aku sih. Jika kamu di rawat," menangis didalam pelukan Fatimah. Fatimah hanya bisa mengelus belakang Dinda ya gadis itu adalah Dinda


Fatimah memberi ruang untuk Dinda agar bisa mengeluarkan semua yang ingin di tangisi dan ingin ia katakan


"Sudah nangisnya, kenapa sekarang sahabat aku ini jadi cengeng sih !" ucapnya meledek diiringi oleh senyuman


"Itu tuh ingusnya di elap dulu deh !" lanjutnya menggoda Dinda


"Ih dasar kamu mah. Harusnya cerita ke aku kalau kamu masuk ke rumah sakit Fati, apa aku bukan sahabatmu ?" mengelap ingusnya


"Bukan begitu Din, aku enggak sempat mengabari kamu !"


"Oh iya kata Bunda, anak aku sudah lahir ?" mengahlihkan pembicaraan karena dia tak mau sahabatnya kembali sedih

__ADS_1


"Apa ! Enak aja itu anak ku tau yang melahirkan siapa yang nganggap siapa ?" ucapnya sedikit kesal mendengarnya entahlah kenapa Fatimah sangat sensitif jika menyangkut soal anak. Padahal orangnya tak mudah baperan


Dinda tersenyum karena kali ini sahabatnya yang kesal dibuatnya


"Iya dong anak aku juga kali Fati, pelit amat !"


Dinda sudah tau semuanya tentang apa yang terjadi dengan Fatimah karena sang Bunda sudah menceritakan semua prihal yang terkait. Sampai membuat Fatimah di larikan ke rumah sakit


"Jangan ngaku-ngaku Din,"


"Iya-iya ah! Sensitif bener sih Fati. Lagian juga enggak akan aku ambil kok anak kamu, tapi jika kamu kasih akan aku ambil ha ha,"


"Enggak !" tegasnya


"Ah iya Fati, boleh enggak kalau aku jenguk anak mu ?"


"Apa juga tak boleh ?" Padahal baru saja Fatimah ingin membuka suara, tapi sudah di dahului oleh Dinda


Hati Dinda mencelos melihat kondisi anak sahabatnya yang masih kecil masih saja dirawat karena lahir dalam keadaan prematur


*


*


*


Hari ini setidaknya Fatimah bisa tersenyum dan tertawa lepas oleh kedatangan sahabatnya. Sampai tak terasa kalau hari sudah menjelang malam membuat Dinda pamit pulang dulu karena besok dia harus kerja


"Eh! Fati, aku balik dulu ya," mendadak muka Fatimah lesu mendengarnya

__ADS_1


"Jangan lesu gitu dong! Besok pulang dari kantor. Insya Allah aku main kesini lagi !"


"Bener ?"


"Iya,"


*


*


*


Di malam yang dingin di temani oleh hujan badai dan bunyi geledek yang sangat keras menambah kesepian dan kekalutan hati seorang Barack


Pria tampan itu memilih berdiri di dekat balkon yang tidak ada atap itu. Sehingga membuat tubuhnya basah oleh air hujan dan petir yang menyambar tak membuatnya takut


Entahlah bagaimana hidupnya jika nanti, wanita yang di cintai ya tak ada lagi di sisinya. Rasanya Addry tak akan sanggup menjalani hidupnya


Padahal ini cuma belum di izinkan untuk bertemu apalagi jika bercerai. Sungguh membayangkannya saja rasanya tak sanggup bagi Addry


Rasanya tak sanggup bila anak semata wayangnya masih dalam keadaan di rawat


"Arghhhh,"


"Aku enggak bisa Dek, jika kehilanganmu,"


Dia menangis dengan air mata yang bercampur hujan. Dia sedih karena semua orang menjauhinya Papanya sudah tak mau bicara dengannya


Mungkin ini semua karena ulahnya di masa lalu dan kini baru ia petik

__ADS_1


"Fatimah, istriku..." teriaknya dengan suara kencang dan bersahutan dengan bunyi petir


__ADS_2