
🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀
Setelah pembicaraan tadi Fatimah tak mau lagi bertanya. Dia lebih baik diam, jika itu memang baik. Mereka berdua duduk berdua di balkon kamar. Bermesraan di tambah dengan musik siapa saja yang mendengar pasti akan terhanyut dalam lembaga asmara cinta
"Baiklah mas, Fati tidak akan bertanya lagi jika itu memang demi kebaikan..." ucapnya seraya berdiri di dekat pagar balkon melihat gemerlap lampu-lampu berwarna warni
"Terima kasih dek..." Addry memeluk tubuh istrinya yang selalu pengertian
"Dek apa kah boleh jika mas jenguk baby nya...?" sambil mengelus perut Fatimah. Sedangkan Fatimah sudah tau apa maksud dari perkataan suaminya. Addry masih menunggu jawaban dari sang istri. Tak lama kemudian Fatimah menganggukan kepalanya
"Beneran kamu mau main sama mas...?" ucapnya dengan senang. Seketika muka Fatimah bersemu merah mendengar perkataan Addry yang agak gimana gitu😂
"Ih mas..."
"Ya sudah ayo.!.." saat Fatimah yang mau protes kembali sudah di dahului oleh Addry yang sudah mengangkat tubuh Fatimah dan membawanya ke atas ranjang mereka yang menjadi saksi bisu cinta mereka
1 jam Fatimah melayani has*** suaminya. Kini matanya mulai berat di akibatkan kelelahan karena kegiatan yang mereka lakukan barusan
"Dek kamu sudah tidur...?" ucap Addry membalik tubuh sang istri dan ternyata benar saja. Nafas Fatimah sudah teratur
POV Addry
"Dek maafkan mas ya! jika sifat mas selama ini sering plin plan. Kadang marah kadang romantis. Tapi mas bersyukur dek. Kamu masih mau bertahan disisi mas, entah sampai kapan pertahanan itu kokoh. Meskipun nanti kamu mau pergi dari mas, aku tak akan pernah mau melepaskan mu. Karena hanya kamu dan anak kita yang selalu menjadi sumber kebahagiaanku yang di kasih oleh sang Pencipta. Suatu saat nanti kamu pasti tau semuanya. Kenapa mas bersikap seperti ini dan kenapa juga mas tak mau memberitahu alasannya. Inilah cara mas sendiri melindungi mu dan anak kita. Jadi mas mohon jangan keluarkan air mata mu ini karena mas sakit jika melihat mu bersedih...." ucapnya di dalam hati sambil mengelus pipi sang istri dan menggeser kan Surai hitam dari wajah Fatimah. Kini Addry sudah memantapkan hati bahwa cuma satu wanita yang kini ia cintai yaitu wanita yang lagi tertidur di hadapannya dan juga sedang mengandung anaknya
"There is no greater light that could guide me than the love that you have brought into my life."
(Tidak ada cahaya yang lebih baik yang dapat menuntunku daripada kasih sayang yang telah kau bawa ke dalam kehidupanku). ucapnya seraya mencium kening Fatimah. Setelah itu turun ke perut yang masih polos itu
POV Author
"Nak jaga terus Bunda mu ya! Jangan nakal ya! Cukup Ayah saja yang sering menyakiti hati Bunda. Jangan kamu ya! Jadilah jagoan kecil yang kuat untuk Ayah dan Bunda nanti. "
Cup....
__ADS_1
Tes....
Ciuman Addry mendarat di perutnya Sang istri dan diiringi oleh air matanya yang jatuh. Setelah itu dia pun mensejajarkan tubuhnya dengan Fatimah dan tertidur mengejar alam mimpi
"Terima kasih mas. Kamu sudah berubah sekarang, aku beruntung menjadi istrimu. Walaupun dulu sering kau sakiti. Tapi sekarang kamu telah memberikan kebahagiaan yang berlimpah. Aku akan berusaha semampuku untuk bertahan meskipun aku tak tau maksud semua peristiwa ini.."
"Terima kasih Ya Allah. Engkau telah membalikkan hati suami hamba dan berbalik mencintai hamba dan sekarang telah Engkau titipkan makhluk kecil di dalam rahim hamba yang akan menjadi penguat keluarga kecil kami nanti. Hamba yakin bahwa rencanaMu dan cobaan yang Engkau berikan pasti tak akan melebihi batas dari kemampuan kami. Aamiin"
Malam ini sepasang suami istri. Mengungkap isi hati mereka masing-masing walaupun itu hanya di ucapkan saat yang satunya tertidur dan tak mendengar
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mas bangun waktunya shalat subuh..." menggoyangkan tubuh Addry
"Ughhh.." lenguh nya
Addry membuka matanya dan melihat Fatimah yang sudah rapi dan cantik dalam menggunakan mukena berwarna putih polos
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Addry keluar menggunakan baju Koko putih dan di padukan oleh sarung berwarna hijau botol dan tak lupa peci berwarna hitam menambah kesan tampan bak pangeran di matanya Fatimah
'Masya Allah tampan sekali suami hamba...' ucapnya dengan lirih ternganga
"Mas tau mas tampan dek. Enggak usah kayak gitu, semua yang ada pada diri mas semuanya hanya untuk mu..."
"Begitu juga yang ada di dirimu juga semuanya hanya untuk mas..". tambahnya, tapi Fatimah masih diam. Semua yang di ucapkan suaminya itu tak semuanya dia yang punya. Contohnya kini ia berbagi suami kepada madunya yaitu Bianca. Tapi sekarang ia akan lebih berusaha keras lagi untuk ikhlas dengan semua yang telah di takdir kan
"Siap dek..."
"Insya Allah mas..."
🍃
"Dek mas berangkat ya!..." setelah Fatimah memberikan tas kerja kepadanya
__ADS_1
"Iya mas hati-hati..."
"Iya istriku. Jangan nakal ya!" sambil mencium hidung Fatimah dan kening
Semua itu tak luput dari pandangan ketiga orang yang sedang di hadapan mereka yaitu siapa lagi kalau bukan BI Sum, Tomi dan mang Diman yang melihat aksi romantis sepasang suami istri yang lagi di mabuk asmara
"Hemm..." deheman Tomi untuk mengakhiri acara romantis mereka. Karena melihat waktu yang hampir saja mendekati waktu janjian mereka dengan tuan Liam
"Maaf tuan kalau saya lancang. Karena ini hampir masuk waktu janjian tuan dengan tuan Liam..." jelasnya
"Astaghfirullah lazim..."
"Dek mas pamit kerja. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam mas..." mobil pun berjalan perlahan meninggalkan perkarangan rumah mereka. Setelah melihat mobil suaminya hampir tak terlihat lagi. Fatimah pun masuk, hari ini iya akan senam untuk bumil
Sedangkan dalam mobil
"Tom apakah tuan Liam nya sudah sampai di kantor...?" masih sibuk dengan tabletnya
"Belum tuan. Mungkin juga sebentar lagi mereka sampai..."
"Huh! Aku hampir telat...." ucapnya dengan lirih dan tersenyum mengingat kegiatan mereka pagi tadi. Benar kata orang kalau kita melakukannya di pagi hari akan menambah energi dan keceriaan untuk menjalin hari-hari
'Iya tapi saya masih jomblo bos. Saya iri kalau melihat pemandangan seperti tadi. Serasa ingin punya istri juga..' ucapnya dalam hati tersenyum membayangkan dia juga di sayang dan dicintai oleh istri. Serta di layani dengan baik seperti istri tuannya
"Hei ! Lihat jalan Tom..." peringat Addry
"Astaghfirullah lazim..."
Cit..... (bunyi rem mobil)
Terus dukung Author ya! Biar tambah semangat up nya. Terima kasih atas dukungan dari kalian😊
__ADS_1