
Setelah selesai mengucapkan ijab kabul. Akhirnya, kini Addry dan Fatimah telah bersatu kembali dalam ikatan pernikahan. Begitu senangnya mereka dan orang-orang terdekat
Kini jamuan makan pun di sajikan untuk para undangan. Addry dan Fatimah duduk di salah satu meja makan dengan makan romantis. Bagaimana tidak sang suami minta di suapi pakai tangan oleh Fatimah
Sebenarnya wanita itu menolak, tapi saat melihat wajah suaminya yang begitu mengharapkan, akhirnya dengan rasa ikhlas. Dia pun mulai menjalankan kewajibannya untuk melayani dan membuat suaminya senang
Agar dia mendapat pahala dan Ridha dari Sang Illahi, tapi keromantisan itu tak bertahan lama karena ada tiga insan yang mengganggu kegiatan mereka
"Wah! Ada yang lagi berseri-seri nih Mas..!" sindirnya
"Iya Yang, kamu enggak mau menyuapi aku Yang. Sama seperti mereka..?" ujar Azmi
Entah kenapa semenjak kehamilan Dinda, malah Azmi yang menjadi manja kepadanya bukan dirinya yang manja kepada Azmi dan juga banyak suaminya juga yang mengidam
Dinda hamil kemungkinan sudah satu Minggu lebih hampir dua minggu dari mereka menikah waktu lalu. Semenjak itu juga Dinda jengkel dengan sifat suaminya yang tak mau jauh darinya bahkan ke kamar mandi saja selalu ikut
Ketiga manusia yang menyaksikan interaksi Azmi pun mengerutkan kening masing-masing. Tak percaya melihat perubahan sang pangecara handal yang memiliki sifat tegas, tapi kini berubah menjadi pria yang begitu manja kepada wanita
"Ish! Makan sendiri sih Mas. Kamu itu sudah dewasa, bahkan sebentar lagi jadi Pap- upss" ucapnya langsung menutup mulutnya
Dinda menggerutu karena hampir keceplosan. Padahal niatnya ingin memberi kejutan kepada sahabatnya, tapi malah begini
__ADS_1
Dinda yakin bahwa Fatimah pasti sudah tau apa arah dari ucapannya tersebut
"Apa Din! Kamu hamil..?" pekiknya
Tuh kan! Baru di omongin udah nyambar langsung kayak petir aja. batin Dinda
*
*
*
"Jadi beneran Din kalau kamu hamil..?" tanya Fatimah dengan nada senang saat ini mereka telah duduk berdua. Mereka memilih mencari suasana yang agak sepi, agar mudah bicara tanpa ada suara bising dari musik
"Wah! Berarti bentar lagi Shakinah punya temen deh..!"
"Sudah berapa Minggu Din..?" tanyanya dengan penasaran karena jarak Fatimah dan Dinda menikah adalah tiga Minggu setelah Dinda menikah dengan Azmi
"Iya Fat, kemungkinan mereka nanti bisa sama-sama satu kelas kan hanya dua bulan kurang jaraknya hehe.." ucap Dinda membayangkan saat nanti dia dan Fatimah berjalan bersama mengandeng anak mereka masing-masing untuk mengantar mereka ke TK
"Mungkin kurang lebih dua Minggu Fat..!" lanjutnya
__ADS_1
"Wah! Cepat sekali kamu di beri rezeki ya!"
"Alhamdulillah.."
"Eh! Aku penasaran Din, kenapa sifat mas Azmi sangat jauh berbeda dari biasanya..?"
"Ah! Itulah yang membuat aku tak percaya Fat. Semenjak aku hamil, dia berubah seperti anak gadis saja, manja sekali sama aku, kemana saja aku pergi dia mau ikut. Bahkan ke kamar mandi saja ikut, terus mau itulah, mau inilah. Dia aja udah mundur jadi pangecara. Hanya untuk menemani aku dalam masa hamil Fat, tapi bukannya nemenin malah nyusahin. Ah! Entahlah, aku bingung sama suamiku.." keluhnya kepada Fatimah dan Dinda merasa lega setelah mengeluarkan uneg-uneg kepada sahabatnya itu
Fatimah tersenyum geli mendengar sahabatnya yang cerewet ini. Tak berubah sama sekali
"Itu namanya Mas Azmi suami yang baik untuk kamu Din, terus kalau masalah itu mungkin bawaan bayi aja. Nanti enggak lagi kok begitu, terus sekarang apa pekerjaan yang di lakoni sama Mas Azmi..?"
"Tapi kan yang ngidam itu harusnya aku Fat, tapi ini dia yang begitu. Oh! itu Mas Azmi mendirikan beberapa restoran dan toko pakaian dan alhamdulillah sekarang rame.."
"Ah! Syukurlah, memang ada juga suami yang merasakan ngidam, bukan sih wanitanya saja Din. Sudah mending kamu nikmati aja perubahan suami mu itu. Jarang-jarang Mas Azmi manja kayak begitu hihi.."
"Iya juga ya!" jawabnya dengan tersenyum jahil
Hai-hai jangan lupa mampir ke novel aku yang satunya lagi ya teman-teman
Pesona Si Gadis Desa ❤️
__ADS_1
Dah