Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
Episode 1


__ADS_3

Dan akhirnya, Galang pun menurut. Sebenarnya dalam hati Galang begitu benci dengan Shakinah yang menerima pernikahan mereka, tapi melihat kelembutan dan kelatenan istrinya itu membuat dirinya mengubah sikap. Agar tak terlalu kasar terhadap Shakinah


Apalagi mereka dari kecil tumbuh bersama


“Sudah selesai Lang..!”


“Terima kasih..” jawabnya dengan begitu pelan, tapi masih dapat di dengar oleh Shakinah. Membuat senyumnya terbit di bibirnya


Setidaknya, kamu dapat menerima pelayanan ku..


“Lang..”


Galang langsung membalikkan badannya saat dirinya yang ingin menekan handle pintu kamar hotel itu


“Iya..”


Shakinah menundukkan kepalanya. Entah kenapa mereka seakan menjadi orang asing yang berada dalam ruangan yang sama


“Sha, kamu mau ngomong apa? Kalau tidak ada yang mau di omongin. Saya mau pergi. Ada urusan penting yang harus saya kerjakan”


“Maaf, aku lupa Lang..”


Dengan helaan nafas yang begitu kasar, Galang pun pergi meninggalkan Shakinah seorang diri di kamar pengantin. Tanpa mengucapkan salam atau sekedar berpamitan. Walapun Shakinah sudah tau bahwa Galang pergi karena ada urusan penting dan mendadak

__ADS_1


Jangankan mencium tangan sang suami. Mencium keningnya saja sangat jauh dari bayangannya


Gadis itu hanya menghela nafas seraya mendudukkan bobot tubuhnya di atas kasur yang begitu indah. Bagaimana tidak bunga mawar merah pelengkap manisnya di atas kasur dan semprai berwarna putih dan janagn lupa kedua kain yang dibentuk seperti angsa berhadapan membentuk tanda cinta


Semua itu tidak ada indahnya, jika sang suami pergi meninggalkannya di malam pertama mereka


“Aku tidak boleh soudzon sama suamiku sendiri. Mungkin dia lagi ada masalah dengan perusahaannya. Iya itu..”


@@@@@@@@


“Bagaimana bisa Al..”


“Entah Tuan, saya juga sudah berulang kali mengecek semuanya dan ternyata memang ada penggelapan dana di perusahaan ini..”


“Sudah, jangan merasa bersalah begitu. Mending kita fokus mencari siapa dalang dari semua ini..” ujarnya begitu bijak. Inilah yang membuat Ali begitu betah bekerja dengan seorang Galang bosnya di perusahaan tempat dia bekerja


“Mending kau mencari kopi dulu Al. Agar mataku ini melek. Supaya kita dapat mencari siapa biang dari masalah ini. Sangat tidak sopan sekali dia menggangu jam peristirahatanku..”


“Baiklah Tuan..”


Pintu pun tertutup membuat Galang memejamkan kembali matanya di kursi kebesarannya itu. Lelah badan, lelah juga pemikiran itulah yang dialaminya saat ini


@@@@@@@

__ADS_1


“Galang kemana ya, kenapa belum pulang-pulang juga? Apa dia lupa kalau dirinya sudah punya istri..”


Betapa khawatirnya Shakinah saat melihat jam dinding telah menujuk ke angka dua. Itu berarti dirinya sudah tertidur selama empat jam sejak ditinggalkannya oleh pria yang hari ini resmi menjadi suaminya


“Apa aku telpon saja!”


Dengan penuh kebimbangan. Gadis itu mendial nomor yang bertuliskan Galang


Panggillan pertama lewat tanpa ada yang mengangkatnya, kedua juga begitu dan ketiga kalinya


“Halo..”


“Assalamuallaikum..”


“Waallaikumsalam, ada apa..?” ucapnya dengan penuh tuduh poin


“Kamu masih diluar Lang atau sudah dalam perjalanan..?”


“Iya sebentar lagi saya sampai, jika tidak ada lagi yang ingin di sampaikan. Saya tutup..”


“Ah! iya maaf, kamu hati-hati di jalan..”


Setelah panggilan berakhir, Shakinah tersenyum melihat kontak telpon yang barusan saja di hubungi itu. Entah apa yang sedang dia ketik membuat senyumnya tak pernah pudar

__ADS_1


Ya, Shakinah akui kalau sepertinya Galang belum bisa menerima dirinya sebagai istri, tapi dia berucap rasa syukur meskipun Galang menjawabnya dengan datar, tapi setidaknya pria itu tidak menggunakan nada membentak menjawab setiap pertannyaan dirinya


__ADS_2