Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 57


__ADS_3

“Cemburu..?”


Cemburu apa? Apa iya Mas Addry tau, jika tadi aku berjumpa dengan Mas Azmi? Ah! Tapi aku belum ngasih tau? Atau ?


“Iya Mas cemburu lihat kamu ketemuan sama laki-laki itu..” ucapnya karena sudah tau jika sang istri pasti bingung


“Aku kan belum ngasih tau Mas, tapi kamu nya sudah tau dari mana emangnya mas bisa tau..?”


“Atau…” Terhenti karena diberi k****** oleh Addry membuat mata Fatimah langsung melotot


“MAS..”


“Oh gitu ya adabnya sama suami...” ucapnya setelah itu membalikan badannya dan tidur membelakangi Fatimah. Sehingga membuat Fatimah takut jika suaminya tadi takut ambil hati


“Mas..”


“Maafkan sifat Fati yang tadi Mas..” memeluk tubuh itu dengan kencang


“Fati refleks..” Addry tersenyum senang. Karena perlakuan Fatimah yang saat menunggu maaf darinya


“Mas..”


“Ya sudah kalau Mas nggak mau maafin Fati..” ucapnya melepaskan pelukannya tadi


“Fati tau, jika Mas belum tidur..” langsung tidur membelakangi Addry juga. Hingga membuat Addry langsung bangun


Masya Allah Dek Cuma segitu pejuangan mu. Malah dia yang marah kepada ku


“Hei! Dek Cuma segitu..” menggoncangkan tubuh mungil itu dengan pelan


“Habisnya Mas, Fati sudah berusaha, tapi Mas nggak mau juga noleh ke arah Fati..” menghadap ke arah Addry dengan mata yang berkaca-kaca


“Ya tapi Mas mau lihat seberapa jauh kamunya berusaha Dek, tapi keburuh kamu yang jadi marahnya..”


“Ya sudah Mas juga minta maaf ya..” langsung di peluk oleh Fatimah


“Mas hiks..hiks..” menangis dalam pelukan sang suami


“Loh kenapa kamu nangis Dek. Mask an nggak nyakiti kamu..”


“Entahlah..”


“Sudah-sudah jangan nangis lagi..” ucapnya sambil menenangkan sang istri agar tak menangis lagi


“Kenapa harus nangis jadi jelekan akhirnya..” meledek sembari menusap air mata Fatimah


“Mas..!”


“Iya-iya nggak lagi..”


“Kenapa kamu jadi cengeng gini sih Dek!”


“Entahlah Mas, semenjak kehamilanku menginjak tiga bulan aku jadi mudah nagis..”


“Apa mungkin anak kita perempuan ya..?”


“Hai! Assalamualaikum anak Ayah..”


“Kamu sehat-sehat terus ya di dalam sampai kita berjumpa di dunia..”

__ADS_1


“Bayi Ayah sering buat Bunda nangis ya..”


“Bukan Dedek nya yang buat Bunda nangis, tapi Ayahnya..” jawab Fatimah


Ah! Salah lagi, salah lagi. Begini nih nasib jadi cowok selalu salah. Cewek selalu merasa benar


"Ah! Kamu bisa aja Dek..”


Hingga akhirnya kesalahpahaman tersebut sudah terselesaikan dan kini mereka lalui dengan bercanda tawa serta tak lupa mengajak calon bayi mereka pun diajak bicara


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Mas bangun!” mengusap wajah tampan yang kini merupakan miliknya


“Mas bangun yuk, nanti keburu habis waktu subuh..” dengan penuh kelembutan Fatimah membangunkan sang suami yang masih setia dengan mimpi indahnya


Hem susah juga ya..!


Cup


Cup


Cup


Wanita hamil itu memakai cara lain untuk membangunkan sang suami dengan mencium seluruh wajah pria itu mulai dari kening, mata dan terakhir bi***


Benar saja, ternyata tak susah membangunkan Addry cukup dengan di ci**


“Kamu nakal sekali sih Dek! Mainnya saat Mas tidur..” ucapnya dengan nada serak


“Itu bukan nakal Mas, tapi trik biar suamiku ini


“Ternyata benarkan, Mas bangun ketika Fati sudah ci** Mas..” lanjutnya


“Iya, tapi kamu curang Dek. Harusnya itu c*** Mas waktu Mas sadarkan nggak berasa Mas, waktu kamu c*** tadi..”


“Ah! CURANG..” langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Fatimah hanya geleng-geleng kepala melihat suaminya yang bertingkah seperti itu. Setelah selesai, kini Addry tampak gagah dan perfect dengan pakaian kokoh, sarung dan peci


“Dek nanti siang ke kantor ya..” ucapnya memperhatikan wajah wanita yang ada di hadapannya ini


“Iya, kenapa memangnya Mas..?”


“Kita makan siang bareng. Mas sudah rindu, saat kita makan siang di kantor..” Fatimah langsung cekikikan mendengarnya


“Iya Mas, insya Allah nanti Fati ke kantor Mas..”


“Oke Mas tunggu kedatangannya..” langsung men**** kening Fatimah


“Mas nggak makan dulu..?” ucapnya saat melihat Addry yang sibuk memakai jam tangan


“Maaf Dek untuk hari ini Mas nggak bisa. Soalnya Mas mau tinjau tempat kafe yang Mas buat..”


“Oh, sebentar. Fati ke bawah dulu ya. Tunggu dulu..” di balas anggukan oleh Addry dan Fatimah berjalan keluar dari kamar mereka menuju dapur


“Assalamualaikum Bibi..”


“Waallaikumsalam Non. Ada yang bisa Bibi bantu..”


“Ah! Ini mau buat susu dulu untuk Mas Addry Bi. Katanya nggak bisa sarapan, ya jadi Fati buatkan ini saja untuknya. Enggak usah Bi, Bibi kan masih sibuk masak..”

__ADS_1


“Fati ke atas dulu ya Bi..”


“Iya Non..”


Kini Fatimah berjalan dengan membawa nampan yang berisi susu dan sehelai roti yang sudah di oles selai kacang..”


“Hai Mas..” ucapnya dengan tersenyum membawa nampan itu untuk sang suami. Addry langsung berdiri melihat sang istri membawa sarapan untuknya


“Sini biar Mas saja..” langsug mengambil ahli nampan tersebut. Hati Fatimah langsung menghangat mendapat perlakuan manis dari sang suami


“Baik sekali sih istri Mas, nggak mau buat perut suaminya kelaparan. Sampai segitunya lagi buat sarapan untuk Mas..”


“Mas berangkat dulu ya! Baik-baik di rumah..” mencium kening Fatimah dengan penuh cinta


“Iya Mas. Kamu juga jaga mata dan jaga hati..” mencium tangan Addry


“Uh! Udah mulai posesif nih ceritanya..” menarik ujung hidung Fatimah dengan gemas


“Ih! Mas kebiasan deh. Suka narik hidung terus..” mengusap ujung hidungnya


“Jangan marah dong, itu tandanya sayang dan plus nya lagi hidung kamu tambah mancung Dek..” tak habis-habisnya mereka bermesraan, seakan dua milik berdua. Ya walapun kini posisi mereka sudah berada di halaman depan rumah. Di mana sudah ada Tomi yang masih setia menunggu sang atasan yang masih sibuk dengan dunia mereka sendiri


Ya allah kapan Egkau memberiku jodoh. Rasanya Hamba iri melihat mereka. Pengen cepat-cepat nikah. Tapi sama siapa?


“Begini ya nasib jomblo..” ucap Mang Diman yang baru saja menghampiri Tomi dengan membawa gunting rumput


“Astaghfurulla alazim! Mang Diman ini kebiasaan deh, muncul tiba-tiba ..”


“Kayak jelangkung dong..”


“Iya itu..”


“Apa tadi Mang Diman bilang jomblo..?”


“Iya Den..”


“Aku nggak jomblo Mang. Mang Diman aja tuh yang jomblo..”


“Lah kalau bukan Jomblo kenapa masih sendiri Den..?”


“Belum ada yang pas Mang..” ya asisiten Addry juga memiliki kadar ketampanan sebelas dua belas lah sama dengan Tuan nya


“Ya itu sama saja nggak laku. Padahal wajah tampan tapi nggak laku..” ledeknya dengan tertawa cengengesan Mang Diman menertawakan wajah Tomi yang kesal itu


“Mang Diman hanya bisa meledek saja. Mang Diman aja masih sendiri, padahal umur sudah tua ha ha..”


“Umur boleh tua, tapi jiwa masih muda Den..” membanggakan diri


“Mang Diman mau nggak saya kasih saran..”


“Apa itu Den?”


“Jadian saja sama Bibi Sum Mang kan sama-sama jomblo kan selesai..” ucap Tomi dengan santai


“Doakan saja ya..!” langsung di Aamiin kan oleh Tomi


“Hei! Kalian membicarakan apa? Seru banget sepertinya..?” dengan wajah berbunga-bunga


Tuan-tuan tampak sekali jika Anda sedang di mabuk kepahyang..

__ADS_1


__ADS_2