
Setelah masuk kedalam rumah Fatimah melihat Addry yang baru saja menginjakan kakinya ke anak tangga, Fatimah pun segera menghampiri Addry
“Mas, mau aku siapin air dulu untuk kamu mandi. Pasti kamu capek banget ya dari kantor?” Melihat penampilan Addry yang berantakan
“Hemmm…”
“Maaf mas, sini biar Fati saja yang bawah jas sama tas kerja!” Fatimah pun ingin menghampiri Addry dan ia pun menjulurkan tangan untuk mengambilnya, tapi belum sempat di Addry pun melemparnya saja kearah Fatimah
Addry pun segera menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya diikuti oleh Fatimah. Setalah memasuki kamar, Addry pun langsung menjatuhkan bobot tubuhnya ke sofa yang besar terletak di kamarnya. Sedangkan Fatimah langsung menuju kamar mandi, setelah selesai menaruh tas dan jasnya Anddry tadi
Sedangkan Addry itu pun langsung merebahkan badannya di sofa tadi. Ia pun memejamkan matanya, memikirkan apa tindakan yang harus ia ambil. Bukan itu saja, ia masih memikirkan kenapa Bianca tidak lagi perawan dan masih banyak pikiran yang menghampiri otaknya itu. Hingga ada suara yang mengagetkannya dari lamunnya
“Mas mandi gih, Fati sudah selesai menyiapkan keperluan mandinya….” Belum selesai Fatimah melanjut kalimatnya, Addry dengan dulu berjalan menuju kamar mandi, tanpa mendengar apa yang dikatakan oleh Fatimah apalagi menjawabnya. Ya itu jangan di harap
Fatimah hanya tersenyum kecut melihat kelakukan Addry suaminya, tapi Fatimah tak ambil pusing. Memang seperti itu kelakukan suaminya selama ini kepada dia. Fatimah pun langsung menuju lemari baju Addry dan menyiapkan
pakaian untuk Addry pakai nanti. Setelah selesai Fatimah pun langsung keluar dari kamarnya Addry dan ia pun langsung menuju kamarnya. Ia juga sebenarnya belum mandi, Fatimah pun langsung memutuskan untuk mandi. Agar nanti ia bisa menyiapakan makanan untuk suaminya
Sedangkan Addry masih berendam di bath up, ia sangat pusing menghadapi masalah hidupnya ini. Ia berpikir semenjak Fatimah masuk kedalam kehidupannya ini. Ia sering tertimpa oleh masalah yang datag menghampirinya. Puas dengan berendam Addry pun memutuskan untuk membersikan badannya
Waktu sudah menunjukkan bahwa sudah masuk waktunya shalat dan Adzan berkumandang dengan jelas. Sekarang Fatimah sedang menyiapakan mukenah dan sajjdahnya untuk ia pakai shalat sembari menunggu Adzan selesai. Setelah sudah Fatimah pun langsung melaksanakan kewajibanya itu. Sedangkan Addry, ia sudah tertidur karena lelah berpikir
__ADS_1
Setelah usai menjalankan kewajibanya, Fatimah pun menuju dapur dan menyiapkan makannya. Dilihat sudah rapi, Fatimah langsung menuju lantai atas, menuju kamar suaminya
Tok tok….
“Mas..” tak ada jawaban di dalam kamar, Fatimah memutuskan untuk masuk, melihat apa yang dilakukan oleh Addry suaminya, kenapa ia tak menyahut panggilan dari Fatimah tadi, setelah pintuterbuka. Ternyata langsung menampilkan, Addry yang tertidur pulas di ranjangnya
“Mas, bangun yuk. Makan malam dulu, baru nanti tidur lagi mas…” ucap Fatimah dengan lembut. Sambil mengoyangkan bahu Addry dengan pelan
“Mas…” ucapnya dengan sekali lagu
“Hemmm…”
“Bangun yuk! Makan..”
“Hei… katanya mau makan..” ucapnya dengan keras
“Hah, ah iya mas. Ayo !” ucap Fatimah dengan senang, tadi ia memang terkejut dengan Addry yang mau makan
masakannya. Malam ini menjadi malam sejarah dan berkesan baginya, karena suaminya mau makan masakan yang ia masak untuk suaminya
Fatimah pun langsung berjalan mengikuti langkah kaki Addry. Addry pun langsung duduk manis sambil menunggu Fatimah yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk ia tata di meja makan. Setelah selesai Fatimah langsung mengambil piring dan mengambil nasi beserta lauk nya. Fatimah sangat antusias melayani Addry di meja makan. maklum baru kali ini Addry mau menerima ajakannya. jadi tak akan di sia-siakan oleh Fatimah
__ADS_1
“Sudah, jangan banyak-banyak..”
“Ah iya mas, sayur nya yang mana mas mau?”ucapnya menunjuk beberapa sayur yang dimasaknya. pilihan Addry jatuh kepada sayur capcay
“ Itu saja…” ucapnya dengan datar. Fatimah langsung melihat yang mana yang ditunjuk oleh suaminya.
“Baiklah mas..” Fatimah pun langsung mengambil apa yang di mau oleh Addry suaminya
Addry langsung memakan masakan yang dimasak oleh Fatimah, setelah Fatimah kasih tadi
Hem, ternyata masakannya enak sekali. Aku nggak pernah makan masakan yang enak begini. Kalau tau begini,
mungkin aku mending makan dirumah saja ucapnya dengan berbinar melihat masakan yang berderetan di meja
“Bagaimana makanannya, enak nggak mas?” ucap Fatimah dengan deg degkan menunggu komentar dari Addry
“Hem biasa aja!” tapi masih sibuk makan, malah nambah lagi makannya. Aduh mas Addry, kalau enak itu ngomong aja sama istri kenapa harus malu dan ya nggak usah gengsi juga hahaha
“Makasih ya mas,,,” Fatimah pun tersenyum senang, melihat Addry makan dengan lahap nya
“Untuk?...” Kening Addry pun langsung mengernyit. Ia berpikir untuk apa Fatimah berterima kasih kepadanya
__ADS_1
“Nggak kok mas, Cuma mau bilang terima kasih aja..” Setelah mengucapkan itu Fatimah pun langsung melanjutkan makanannya
“Nggak jelas..” ucap Addry dengan menyindir Fatimah, sedangkan Fatimah pun hanya tersenyum manis menanggapi perkataan dari Addry