
Seorang ibu dari satu anak itu terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak. Dia melihat ke samping dengan senyum manis terukir di wajah cantiknya. Suatu kebahagiaan bagi dirinya yang baru bangun tidur dan langsung disuguhi dengan wajah polos anaknya
Tangannya terulur mengelus rambut yang begitu halus itu, wajah yang lembut dan halus ditambah gembul nya pipi. Menambah kesan gemas yang dimilki oleh anaknya
"Kenapa sih! Pengen banget mirip Ayah.." mengelus hidung mungil, tapi mancung
"Seharusnya kamu harusnya mirip Bunda, paling tidak mirip sedikit aja Nak, biar Bunda enggak merasa iri dan tersingkirkan.." ucapnya berbicara sendiri. Bagaimana tidak wajah anaknya begitu mirip dengan Addry seperti Addry versi cewek
Fatimah memilih masuk langsung kedalam kamar mandi, dia ingin membersihkan dirinya langsung dan nanti turun ke bawah untuk membantu bunda memasak sarapan pagi mereka
"Mau masak apa Bunda..?" tanya melihat bunda yang sibuk memotong bawang bombai
"Ish dasar anak enggak ada akhlak kalau Bunda jantungan bagaimana..!"
"Astaghfirullah lazim, maaf Bunda. Jika aku mengagetkan Bunda hehe"
"Hemm"
"Ini Bunda mau masak tumisan bayam sama sambal tempe tahu dan tempoyak udang juga.." mata Fatimah berbinar mendengar ucapan Bunda tentang menu sarapan mereka hari ini. Ah Bunda memang is the best deh kalau soal makanan pikirnya
"Wah! Enak itu.." menelan saliva nya, sungguh menggugah imannya
"Cucu Bunda belum bangun..?"
Bunda harus sadar, jika Fatimah turun hanya seorang diri
"Belum Bunda, lelap banget tidurnya. Biasanya anakku yang dulu bangun. Ini malah kesiangan.."
Membantu Bunda memotong tempe dan tahu, sesuai dengan perkataan sang Bunda tadi
__ADS_1
Belum lama membantu, eh malah suara bayi menyadarkan Fatimah untuk segera lari ke atas
"Oh, cup-cup anak Bunda. Jangan nangis dong kan sudah di peluk sama Bunda.." ucapnya menenangkan putrinya mungkin gadis mungil itu takut di tinggal sendiri
"Bersih-bersih dulu ya badannya.."
Fatimah memandikan anak dengan penuh telaten
*
*
*
"Sudah oke belum ya..?" ucapnya sambil mematut diri di depan cermin
Baju-baju telah banyak berserakan dibatas kasur. Menandakan jika sang pemilik sedang sibuk
"Hem, bagaimana sudah siap..?" tanya Papa kepada Addry yang baru saja turun dari lantai atas
"Iya Pa,"
"Baiklah, ayo kita berangkat. Nanti keburu pergi orangnya.."
Papa berdiri langsung dari duduknya, dia berjalan lebih dulu daripada Addry. Terlihat disana sudah ada Tomi yang menunggu mereka didekat mobil
"Silahkan masuk Tuan.."
Papa mengucapkan terima kasih kepada Tomi dan masuk langsung kedalam mobil, sedangkan Addry juga begitu lainnya hanya dia sendiri yang membuka pintunya karena Addry menolak kalau Tomi melayaninya seperti itu karena Tomi sudah dia anggap seperti adiknya sendiri
__ADS_1
Cuman Tomi saja yang masih sungkan memanggil Addry dengan sebutan Abang atau Kakak
Didalam perjalanan hanya hening saja yang mengisi perjalanan mereka. Addry, pria itu sibuk dengan pikirannya yang membuatnya sangat-sangat gugup saat membayangkan perkataan apa yang akan dia katakan nantinya
Papa juga begitu hatinya begitu senang, saat Addry yang meminta dia ikut kembali untuk menemui orang yang kemarin sempat menjadi keluarganya
Tomi, pria itu tersenyum saat melihat keduanya dari kaca spion, apalagi melihat wajah Addry yang pucat dan gemetaran seperti sedang menjalani hukum dan lagi berhadapan dengan hakim saja
Gugup!
Itulah kata yang dapat mewakili isi hatinya kini
Mobil yang mereka kendarai kini mulai memasuki perumahan yang lumayan elit, jantungnya mulai tak karuan saat mesin mobil sudah di matikan oleh Tomi
"Pa, aku kenapa jadi gugup gini ya..!" ucapnya kepada Papa saat mereka sudah keluar dari mobil
"Masa sih, ah! Dasar payah.." ledek Papa yang sudah berjalan mendahului Addry
"Tom, kenapa aku merasa kayak baru pertama aja mau meminang seorang gadis rasanya.." keluhnya kepada asistennya itu, Tomi tersenyum menanggapi perkataan Addry
"Begini, mending bapak tarik napas dalam-dalam dan buang dengan pelan. Setelah merasa tenang, kita masuk saja ke sana.."
Addry mengikuti perkataan dari Tomi tadi dan benar saja setidaknya agak tenang sedikit saat ini
"Assalamu'alaikum.." salam dari papa sembari mengetuk pintu
"Waalaikumsalam.." jawab orang di dalam
Senyum yang sangat manis yang hampir tadi malam tak bisa membuat Addry tertidur gara-gara terbayang senyum itu dan kini malah disuguhi langsung dari orangnya
__ADS_1
Deg!
Deg!