
Tangan Fatimah bergetar karena dengan refleks kekuatan itu datang tiba-tiba membuatnya dengan spontan menampar pipi sang suami setelah lepas dari dekapannya sedangkan Bianca ya wanita itu adalah Bianca.
Dia tersenyum penuh kemenangan sekaligus merasa jengah melihat pemandangan yang sangat dramatis di depannya
Drama heh !
"Dek, kamu kenapa bisa sekadar in-"
"Kenapa Mas, kamu enggak percaya !" Teriaknya sudah Fatimah tak bisa lagi untuk bertahan. Dia sudah tak kuat lagi
"Mas jika kamu memang mau kembali dengan dia. Maka aku mohon tolong ceraikan aku, aku tak sanggup lagi untuk di poligami. Cukup dulu, aku mengizinkan suamiku menikah lagi,"
"Tapi tidak untuk kali ini," lanjutnya dengan penuh ketegasaan
"Aku tak sanggup,"
Kali ini Fatimah berucap tanpa ada air mata yang mengalir. Cukup pertama dia melihat adegan tadi. Fatimah berdiri dari duduk dia harus kuat, ia tak mau lemah lagi di hadapan sang suami dan mantan madunya
"Tunggu surat dari pengadilan akan datang ke sini nanti !"
Dia berjalan tanpa menoleh kebelakang karena banyak kenangan buruk yang telah di lalui oleh seorang wanita bernama Fatimah. Tidak bisa di pungkiri kenangan manis yang di rasanya sangat sebentar itu sangat dinikmati oleh Fatimah
"Semudah itukah kamu mengucapkan untuk cerai ?" Suara tegas itu membuat langkah kaki Fatimah berhenti, tapi tidak menoleh kebelakang
"Apa katamu, mudah ?" Ucapnya tertawa sinis
"Iya saking mudahnya aku tak tahan lagi dengan sikap mu," balasnya agar ia tidak tertindas lagi
__ADS_1
"Kuharap setelah kita berpisah, tak akan ada lagi penghalang antara kamu dan wanita itu,"
"Aku pergi, assalamu'alaikum"
Fatimah merasa malu dengan mang Diman yang melihat semua kejadian itu. Sebenarnya mang Diman sangat ingin menjelaskan apa yang terjadi, tapi kembali lagi dia tak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga majikannya
"Waalaikumsalam," jawabnya begitu pelan, melihat punggung wanita yang sangat dia cintai pergi menjauh dari halaman rumahnya bukan hanya itu, wanitanya pergi juga dari hidupnya dengan langkah pelan Addry bangun dari tempatnya yang terduduk mendekap istrinya tadi
Sebuah tangan mungil yang membantunya membuat senyum Addry mereka, pas dia melihat tangan milik wanita itu dengan cepat dia langsung mendorong tubuh itu menjauh darinya. Dia pikir itu adalah tangan istrinya Fatimah karena posisi Addry berdiri dengan menundukkan kepala lesu
Dia seakan kehilangan jiwa, mungkin separuh jiwanya telah di bawa oleh wanitanya, ibu dari anaknya, tapi kini mungkin bukan lagi istrinya
"Kamu kenapa si sayang, ini aku cinta pertama kamu,"
"Cinta pertama katamu, kamu juga yang menghancurkan keluarga kecilku. Jika saja kau tak datang kesalahpahaman itu pasti tak akan terjadi, INGAT itu"
"Sekarang aku begitu senang melihat kalian sebentar lagi akan berpisah,"
"Hem, bodoh sekali wanitamu itu. Bisa di tipu dengan mudahnya. Tanpa tau apa yang terjadi,"
"Bodoh,"
Tangan Addry mengepal kuat, sudah tak tahan lagi membendung emosinya. Dia mendekati tubuh wanita yang dulu pernah di cintai dengan segenap jiwanya
"Tuan, anda bisa membunuhnya Tuan,"
Mang Diman mencegah Addry agar tidak melakukan kesalahan yang lebih fatal lagi
__ADS_1
"Tidak, kali ini dia harus mati," dengan gerakan cepat Addry menambah kekuatannya untuk mencekit atau mungkin menghilangkan nyawa wanita itu
"Karena kamu aku dan istriku berpisah,"
"Sekarang matilah kau wanita jahat !" teriaknya begitu kencang
Membuat wanita itu tertawa. Bukan tertawa biasa tapi lebih tepat seperti tertawa yang dapat membuat siapa saja yang mendengarnya, pasti akan di buat merinding. Bianca tak memohon untuk di lepaskan, malah dia dengan sukanya mencemoohkan Addry
"Ha ha, a- aku sang- sangat senang hari ini. Ka-karena akhirnya ka-kalian ber-pisah juga," wajahnya sudah memerah, tapi tidak melunturkan semangatnya untuk membuat Addry lemah
"A-anakku, mala-ng. Si-sini pe-peluk ma-ma," ucapnya seperti kehilangan akal mengelus wajah tegasnya Addry
"Sudah Tuan, lepaskan dia"
"Panggil ambulans,"
Happy reading β€οΈ
Maaf ya kalau Author jarang up, maklum disini sering hujan di tambah angin. Jadi hilang sinyalnya membuat Author sulit untuk update nya
Mungkin dibawah oleh badai ya, tapi bukan badai cinta π€π€£
Terus dukung Author ya π
Sekali lagi Author minta Maaf jika Author belum bisa update banyak-banyak. Ini saja harus naik pohon untuk dapat sinyal π₯Ίπ
Semoga kalian suka dengan karya Author yang masih banyak kekurangannya, jadi kritik dan saran boleh kalian cantumkan di kolom komentar, tapi jangan di hujat ya π π
__ADS_1
See you β€οΈ