Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 32


__ADS_3

🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀


"Kamu...." tunjuk mereka satu sama lain


Apa jadi bos ku itu mas Azmi toh! ucap bayinya melihat pria didepannya ini


what! Jadi Dinda. Ah nggak mungkin dia yang mau jadi sekretaris ku. Tapi lebih nggak mungkin kalau dia ada masalah kan! Batin Azmi berperang dengan pertanyaan


"Hemm.." deheman Azmi untuk menormalkan rasa terkejutnya


"Maaf pak, kalau saya lancang..." ucapnya dengan sopan


"Ya elah gaya formal benar bahasa mu Din..." ucapnya tersenyum lucu


"Tapi-"


"Sudah jangan begitu gaya bicaranya. Santai aja..." ucapnya sambil menupang dagunya. Justru itu tambah membuat Dinda grogi di buat oleh Azmi


"Baiklah, tapi saya harus sopan jika di sini pak..." akhirnya Azmi menurut saja apa yang di katakan oleh Dinda


🍃


"Hemm...." Fatimah menggeliat. Kenapa tidak dari tadi Addry terus menerus menelisik wajahnya Fatimah


"Mas...." ucapnya langsung duduk dan sibuk dengan mengucek mata


"He he maaf dek, kalau mas ganggu kamu. Soalnya mas nggak bisa tidur. Jadi mas memutuskan memperhatikan mu saat tidur saja..."


Ya pasti wajah ku jelek kalau sedang tidur. Atau jangan-jangan aku-


Fatimah langsung menutup mulutnya. Membayangkan saat di tidur tadi. Bagaimana kalau dia mendengkur atau lebih parahnya lagi ngileran. Wajah Fatimah langsung memerah dan mengeleng-gelengkan kepalanya


"Nggak dek kamu tetap cantik kok..." ucap Addry seakan tau apa yang sedang ada didalam pikiran nya Fatimah. Saat mendengar gombalan suaminya seakan rasanya Fatimah terbang tinggi. Tapi tak lama itu


"Walaupun ileran...." ucapnya dengan enteng sambil merebahkan diri dan tidur membelakangi Fatimah


"Mas, ih! Dasar mas. Habis di puji udah itu diinjak..." ucapnya dengan kesal langsung bangkit dari tidur dan berjalan menuju kamar mandi


Sedangkan Addry. Dia masih cekikikan saat melihat wajah istrinya. Apalagi kalau sedang kesal. Saat Fatimah di kamar mandi. Handphone Addry berdering


Drt,.......


"Halo, Assalamualaikum..."


"Mas, kamu ke sini dong. Temenin aku periksa kandungan..." ucap yang di seberang


"Tapi sekarangkan jadwalnya aku sama Fatimah. BI..." ucapnya memberi pengertian agar Bianca tidak menekannya


"Ya sudah, kalau kamu tidak mau nemenin aku. Jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa pada anak kita..." ancamnya


"Tapi Bi-" belum sempat Addry protes, Bianca langsung menutup telponnya

__ADS_1


"Sudah mas, ikutin saja apa yang mbak Bianca mau..." Addry langsung menoleh melihat Fatimah yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Tidak dek..." tegasnya


"Jangan mas, dia lagi membutuhkan mu..."


"Pokoknya tidak, kamu saja bisa pergi sendiri. Apalagi Bianca..."


"Jangan mas, ibu hamil itu sangat butuh kasih sayang dari suaminya..." ucapnya dengan lembut. Menghampiri Addry dan langsung mengelus tangan suaminya


"Maaf pokoknya mas nggak bisa mengabulkan permintaan mu..."


"Mas! Jangan begitu, bagaimanapun mbak Bianca itu juga istrinya mas...."


"Bagaimana jika aku di posisi mbak Bianca dan saat itu aku juga lagi butuh kamu. Apakah kamu akan begitu juga mas...?"


Deg


Ya Allah begini kah memiliki istri dua. Ternyata susah juga berbagi adil untuk mereka. Ya Robb, maafkan aku jika hamba banyak melakukan dosa ini....


"Dek maaf jika mas banyak berbuat salah..."


"Sudah mas, jangan di bahas lagi. Fati sudah tak mau mengingatnya...."


"Sudah mas mending pergi. Temenin mbak Bianca...." ucapnya kembali


"Tidak..."


Addry langsung berdiri berjalan menuju pintu dan jegar......


Astaghfirullah. Fatimah langsung mengusap dadanya terkejut akibat ulahnya Addry yang pergi tanpa pamit


🍃


"Arghhhh..." sambil mengeratkan pegangannya di stir mobil


"Kenapa jadi begini sih jadinya!..."


Dulu pikirnya ia berkata akan melepaskan Fatimah. Karena hanya mencintai Bianca seorang diri. Tapi ini ia lebih mencintai Fatimah di banding Bianca. Sungguh sekarang ini menjadi bumerang baginya


Mobil berjalan melaju ke perumahan elit yang lumayan jauh dari rumahnya Fatimah. Mungkin bekisar 1 jam kurang. Dug (Ibarat bunyi rem mobil ya😀) mobil terparkir sempurna di halaman rumah mewah yang bernuansa modern


"Assalamualaikum..." ucapnya saat memasuki rumah yang sepi. Karena tak ada jawabannya membuat Addry memutuskan untuk naik ke atas memeriksa keadaan


Ceklek....


Pintu terbuka menampilkan kamar yang berantakan seperti kapal pecah saja. Addry melihat Bianca yang sudah tergeletak di dekat ranjang. Lantas ia pun menghampiri nya untuk melihat Bianca dengan dekat


Ya Allah, apa yang terjadi....


Addry langsung mengangkat tubuh Bianca dan membawanya ke dalam mobil. Setelah itu Addry langsung tancap gas menuju ke rumah sakit

__ADS_1


Setelah sampai dia langsung mengendong membawa Bianca kedalam rumah sakit


"Suster tolong istri saya..." paniknya. Para suster pun langsung membawa bet. Addry langsung menempatkan Bianca di sana. Para suster langsung membawanya menuju IGD


"Maaf pak, lebih baik anda menunggu saja di luar..." ucapnya dengan sopan. Addry pun menurut dan dia duduk di tempat tunggu


Sekarang pikiran Addry berkecamuk antara Bianca dan Fatimah. Kalau Bianca saat ini sedang di darurat sedangkan Fatimah tadi ia tinggalkan tanpa pamit mau pergi kemana. Tapi kini ia tidak akan memberitahukan masalah ini ke Fatimah. Karena juga Fatimah saat ini lagi hamil muda. Addry tidak ingin membuat kedua istrinya yang jadi korban keegoisannya. Jadi dia lebih memilih diam saja


🍃


Ya Allah mas. Kamu kemana sih! Apa mungkin masih di rumahnya mbak Bianca? atau kamu marah karena aku memaksa mu pergi untuk menemani mbak Bianca tadi...


Fatimah sedih karena sampai sekarang belum juga suaminya pulang. Padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas. Jangankan datang, menelpon saja tidak. Tapi Fatimah tidak putus asa. Dia masih setia menunggu kedatangan sang suami


"Maaf non, jika Bibi lancang. Ini sudah jam dua belas. Lebih baik non tidur. Tidak baik untuk ibu hamil non..." tutur BI Sum mengingatkan Fatimah


"Iya Bi kalau begitu Fati naik ke atas dulu..."


"Iya non..."


Fatimah berjalan menaiki tangga menuju kamar nya. Saat sudah masuk, dia langsung merebahkan tubuhnya untuk tidur. Karena kata Bibi tadi tidak baik untuk ibu hamil


Sudah setengah jam Fatimah miring ke kiri dan ke kanan. Masih saja matanya belum bisa tertidur. Sehingga dia memutuskan untuk bernyanyi saja sambil memainkan gitar kesayangannya


🎶


Robbi kholaq Thoha min nuri fihi-htirom fihi-htirom 


(Tuhan menciptakan Thoha dengan cahaya yang didalamnya terdapat kehormatan)


Nadahu aqbil ya mukhtar antal amin antal amin


(Ia menyerunya, mendekatlah wahai sang terpilih, engkaulah yang terpercaya)


Lamma-rtaqol baital ma'mur sholla imam sholla imam


(Ketika ia naik ke Baitul Ma'mur, dia menjadi imam sholat)


Wa qod dana min robbihi bahil jalil, al bahil jalil


(Dan mendekat kepada Tuhannya Yang Maha perkasa lagi Maha Besar)


In rumta an tahdho bil huri yaumaz-ziham yaumaz-ziham


(Jika engkau menginginkan keberuntungan mendapat bidadari pada hari kiamat)


Sholli 'ala bahil anwar 'ainil yaqin 'ainil yaqin


(Bersholawatlah kepada cahaya yang berkilauan, inti keyakinan)


Semoga kalian di beri kesehatan dan rezeki yang murah kepada sang Pencipta. Aamiin😊

__ADS_1


Semangat 💪


__ADS_2