Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 33


__ADS_3

🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀


"Baiklah, besok kau boleh bekerja disini..."


"Beneran ini Pak..." ucap Dinda sambil memegang tangan Azmi. Sontak saja mata Azmi melotot melihat tangan nya yang di pegang oleh Dinda. Sedangkan Dinda belum sadar apa yang telah ia lakukan sekarang


"Ah! Maaf Pak saya refleks pegang tangannya bapak ..." ucapnya menunduk kepala


Ah dasar kau ini Dinda. Kenapa kau sering sekali ceroboh sih..


"Hem..."


"Sudah-sudah jangan dipikirkan masalah tadi. Besok kau bisa mulai bekerja di sini.."


"Baiklah pak, terima kasih. Kalau begitu saya pamit pak. Permisi..." Setelah mengucapkan itu Dinda langsung pergi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Allahu Akbar


Allahu Akbar


Suara adzan berkumandang dengan merdu. Membangunkan umat Muslim untuk melaksanakan kewajiban mereka. Di sebuah kamar, dimana seorang wanita yang baru bangun dari tidurnya


"Apa mas Addry tak pulang ya!..."


"Apa mas Addry marah ya sama aku..."


Karena tidak mau berlama-lama memikirkannya Fatimah langsung bangkit dari tempat tidurnya. Berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu


Setelah selesai mengambil wudhu. Fatimah langsung melaksanakan shalat subuh nya


5 menit kemudian


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu..."


Setelah mengucapkan salam, sebelum berdoa Fatimah berdzikir terlebih dahulu. Sesudah berdzikir. Fatimah langsung mengadakan tangannya meminta kepada sang Khaliq


Ya Robb maafkan hamba yang banyak dosa ini. Hamba mohon lindungi lah dimana pun suamiku di mana pun dia berada. Aamiin


Setelah selesai shalat, Fatimah langsung melipat mukena dan sajadah nya dan sesudah itu di simpannya di dalam lemari


Di Dapur


Dimana sang Bibi Sum yang sibuk dengan semua peralatan dapur. Fatimah tersenyum melihat sang Bibi yang sudah sibuk ke sana kemari


"Assalamualaikum BI..." ucapnya yang telah sampai di dapur


"Eh non! Waalaikumsalam..."


"Masak apa sih BI...? Sibuk bener..." dengan tersenyum ramah

__ADS_1


" Oh ini lagi masak lodeh sama sambal non.." dan dibalas anggukan oleh Fatimah


"Eh non! Biar Bibi saja yang buatnya non.." ucap Bibi mendekati Fatimah yang sedang membuat susu hamil


"Enggak usah BI, Biar Fati saja. Mending Bibi terusin masaknya..."


"Tapi non.."


"Sudah BI...." Akhirnya BI Sum pun menurut saja apa yang dikatakan oleh majikannya tadi


"BI saya ke taman halaman belakang ya!..."


"Iya non..."


Di Taman Belakang


Dimana Fatimah yang duduk di ayunan dekat dengan kolam renang. Pandangan nya kosong menatap lurus ke depan. Entahlah apa yang sedang mengganggu pikirannya. Hanya ia dan Tuhan kah yang tau


"Hufttt..."


"Kemana sih kamu mas dari semalam tak pulang-pulang dan juga tak pula menghubungi ku...." rasa khawatirnya sangat tinggi dari semalam Fatimah sangat susah sekali untuk tidur


"Nak! kemana ya ayah pergi..." ucapnya sambil mengusap perut yang masih rata


"Semoga tidak akan terjadi apa-apa sama ayah kamu ya nak..."


Tak lama kemudian suara mobil Addry telah memasuki halaman rumah


Sontak saja Fatimah langsung berlari Dengan rasa gembira. Dia akan menyambut kedatangan sang suami dengan baik nantinya


"BI biar aku saja yang buka pintunya..." BI Sum langsung mundur saat mendengar perintah dari nyonya nya padahal tadi BI Sum sudah memegang gagang pintu


Pintu terbuka dan Fatimah langsung menampilkan senyum manis nya untuk Addry suaminya. Tapi semua tak sesuai harapan yang ada dalam pikirannya


"Assalamu'alaikum mas...." meraih tangan suaminya. Tapi Addry jangankan menjawab salam dari Fatimah. Menerima uluran tangan istrinya saja tidak. Dia langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar tidur mereka. Semua itu tak luput dari penglihatan BI Sum


Ada apa dengan tuan. Tak biasanya tuan Addry acu begitu dengan nona Fatimah. batinnya BI Sum, ia tak mau ikut campur dengan urusan rumah tangganya majikannya itu. Selagi tak melenceng. Dia akan Diam saja, lagian pikirnya dia hanya seorang asisten rumah tangga saja


Apa yang terjadi kenapa dengan mas Addry. Ah tapi aku nggak boleh soudzon. ucap batinnya saat membayangkan apa yang telah terjadi sampai membuat Addry suaminya bisa begini


Setelah sadar dari lamunannya, Fatimah langsung berjalan menuju kamar untuk menemui suaminya tadi


Ceklek.....


Pintu kamar terbuka, tapi orang yang dicari tidak ada di dalam. Tak lama itu suara gemericik air menandakan bahwa ada yang sedang mandi di dalam sana


Fatimah berjalan menuju lemari pakaian untuk menyiapkan keperluannya Addry. Setelah selesai dia langsung duduk di ranjang menunggu kedatangan Addry


Di dalam kamar mandi


"Hufttt...."

__ADS_1


"Kenapa harus seperti ini sih jadinya. Aku nggak bisa..." ucapnya sambil menjambak rambut dengan kasar


Setelah lama berperang dengan segala hal. Akhirnya Addry keluar dari bath up menuju shower untuk membersikan diri


Ceklek...


Pintu kamar mandi pun terbuka. Fatimah langsung menoleh mengarah ke kamar mandi bertepatan dengan Addry yang baru keluar dengan menggunakan handuk yang hanya sebatas pinggang. Dimana terpampang jelas tubuh Addry yang atletis itu


Wajah Fatimah bersemu merah melihat Addry yang berjalan menghampiri dia. Sedangkan Addry dia tanpa bicara langsung memakai baju yang telah di siapkan oleh Fatimah tadi


"Mas...."


"Hem...."


"Mas, mau makan dulu atau mau beristirahat..?" ucapnya dengan hati-hati


Tapi Addry tak menjawab pertanyaan Fatimah. Sedangkan Fatimah langsung terkejut saat melihat Addry yang sibuk mengisi pakian nya kedalam koper


"Mas mau pergi kemana...." ucapnya dengan lembut seraya menghampiri sang suami


"Aku mau pergi dulu...." ucapnya dengan dingin


"Sini biar aku bantu mas..." Fatimah langsung mengambil alih. Sebenarnya hati Addry sakit melihat sang istri yang sibuk merapikan pakaiannya


"Kalau boleh Fati tau. Emangnya mas mau kemana..?" masih sibuk dengan pekerjaannya


"Bukan urusan mu..."


Deg!


Seketika Fatimah langsung memilih diam. Dia tak sanggup lagi bertanya dengan Addry. Daripada mendengar suara Addry yang dingin dan ketus saat menjawabnya


"Ini mas! Fati sudah menyusunnya..." Fatimah memberikan kopernya kepada Addry dan suaminya langsung mengambil koper itu dari tangan Fatimah


"Terima Kasih..."


Addry langsung keluar dari kamar mereka. Meninggalkan Fatimah yang berdiri mematung. Karena melihat sifat Addry yang kembali dingin seperti dulu


Hingga lamunan itu pun berakhir saat mendengar suara mobil Addry yang sudah keluar dari perkarangan rumah


"Kenapa mencintai mu bisa sesakit ini sih mas dan kenapa hati ini selalu menerima apa saja yang telah kau lakukan kepada ku.." seketika setetes air mata jatuh dari sudut mata. Air mata itu keluar begitu saja tanpa permisi


🍃


"Maafkan aku istriku karena belum bisa menjelaskan apa yang telah terjadi..."


Jujur saja hati Addry sakit saat melihat Fatimah yang tersenyum manis kepadanya. Seperti tak ada apa-apa. Tapi Addry hanya kembali bersikap dingin kepada Fatimah. Tak taukah Addry kini hati Fatimah kembali merasakan sakit seperti dahulu. Saat dia yang tanpa perduli kepada Fatimah


Terima kasih karena telah meninggal kan jejaknya. Semoga kalian selalu di beri kesehatan dan rezeki yang murah kepada sang Pencipta. Aamiin😊


Semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2