Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 126


__ADS_3

Setelah resmi menjadi sepasang suami istri. Kini Azmi mencium kening sang istri dan Dinda mencium tangan suaminya. Selesai itu mereka di minta untuk berfoto sembari menampakkan buku nikahnya


Orang-orang kini sibuk makan makanan yang telah dihidangkan oleh pihak acara. Keluarga Fatimah dan Addry mendak kearah sepasang suami istri yang kini masih duduk di pelaminan


Seluruh keluarga besar mereka sibuk berfoto ria dengan raja dan ratu saat ini. Sungguh baik Azmi dan Dinda. Mereka berdua merasa haru karena dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangi dan mengasihi mereka seperti keluarga


Apalagi status mereka sama-sama anak yatim piatu membuat mereka merasa tersentuh oleh kabikan keluarga besar Fatimah dan Addry begitu juga sahabatnya Azmi yaitu Dino


*


*


*


Malam hari yang begitu indah, seakan mewakili hati sang pengantin baru yang baru beberapa jam tadi mereka menghalalkan hubungan mereka. Kini keadaan canggung menerpa keduanya


Dimana sang wanita hanya diam duduk di atas ranjang dengan menenundukkan pandangannya sambil meremas ujung kaos yang saat ini dia pakai. Seakan tak berani melihat wajah tampan sang suami


Begitu juga Azmi, pria itu juga agak canggung saat menghadapi keadaan yang begitu sunyi karena jujur saja baru kali ini mereka hanya berdua di dalam kamar, tapi pria itu masih bisa mengatasi kegugupan yang ada pada dirinya. Tidak seperti gadisnya


Senyum yang begitu mempesona tercetak di wajahnya dengan gerakan pelan dia pun menggeserkan tubuhnya demi untuk mendekati sang istri yang duduk begitu jauh darinya

__ADS_1


Hangat !


Dinda dapat merasakan kehangatan yang kini sedang menggenggam tangannya yang begitu dingin,, tapi gadis itu masih saja diam dan menunduk menutup matanya membuat Azmi gemas dibuatnya


Dagu sang istripun di angkatnya demi untuk melihat wajah cantik yang tadi membuatnya diam terpaku didepan penghulu


Gelengan kepala yang hanya Azmi lakukan karena melihat mata itu tertutup rapat tak berani melihat wajah tampan yang dimilikinya


Cup!


Kecupan singkat diberikan Azmi untuk Dinda, jujur saja Dinda merinding dibuatnya karena baru kali ini dia merasakannya


Perlahan demi perlahan mata itupun terbuka sempurna melihat wajah sang suami yang tersenyum kepadanya. Wajah Dinda memerah, dia merasa malu oleh tingkah suaminya


“Iya, kenapa sih enggak mau melihat wajah Mas. Apa pemandangan lain yang lebih membuatmu betah daripada suamimu ini..” ucapnya dengan nada yang dibuat-buat kesal


“Kenapa si Yang..?”


“Hem, an-anu ak-aku jujur saja gugup Mas. Cuma kita berdua saja di sini..” ucapnya


Azmi hanya bisa menghelah nafas, jadi ini yang membuat istrinya tak berani melihatnya. Hanya karena ini adalah malam pertama mereka, ya walaupun dia juga begitu sih

__ADS_1


“Aku tidak akan memintanya Yang kalau kamu belum siap..” ucapnya yang begitu memahami kegugupan sang sitri dan membawa tubuh Dinda kedalam dekapannya untuk menetralkan kebiasaan agar sang sitri terbiasa


Waktu pacaran mereka hanya pegangan tangan saja itupun bisa dihitung pakai jari saking sedikitnya mereka berkontak fisik


Mendengar ucapan sang suami yang begitu memahaminya membat Dinda tak tega dibuatnya dengan gerakan pelan. Gadis itu pun melepaskan dekapannya dari sang suami dan duduk berhadapan dengan Azmi


Azmi hanya diam saja apa yang akan nantinya dilakukan oleh Dinda. Apalagi saat jari jemari halus itu menyetuh rahangnya membuat Azmi yang meremang


Cup!


Kini giliran Dinda yang memberanikan diri untuk hanya mengecup pipi sang suami


“Mas..”


“Hem..” jawab Azmi hanya dengan menutup matanya


“Aku siap kok kalau mal-malam ini kamu meminta hak kamu ke aku..” ujarnya


“Apa! Beneran yang..?” tanyanya tak percaya, apalagi saat melihat anggukan itu


“Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya buka puasa aku..” jawabnya dengan kegirangan

__ADS_1


“Buka Puasa.?” Tanya Dinda dengan polosnya


“Sudah kamu enggak usah mikir yang itu Yang. Mending kita fokus yang ini aja ya..!”


__ADS_2