Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 55


__ADS_3

Hari ini Addry kembali masuk kerja. Karena kemaren waktu liburnya sudah selesai


"Mas minum ini dulu..." membawa minuman 1 gelas susu


"Susu?" keningnya berkerut, tidak biasanya istrinya itu membuatkannya susu. Biasanya minuman yang sering dia minum kalau tidak teh ya kopi. Tapi hari ini lain menu


"Iya, kenapa mas mau kopi?" ucapnya sibuk memilih dasi yang cocok untuk sang suami


"Enggak, tapi tidak biasanya kamu buat susu untuk mas dek..?"


"Oh itu biar mas kuat menjalani hari-hari yang di penuhi oleh pekerjaan.." membawa dasi untuk dipasangkan


"Alhamdulillah.." ucap Addry setelah selesai minum susu


"Sini mas.."


Addry yang mendengar perintahnya Fatimah langsung mencondongkan badannya. Agar sang istri tak kesusahan memasangnya


"Nah! Sempurna..." merapikan sedikit baju kemeja Addry yang berlipat-lipatan sedikit


"Makasih dek..."


Cup


"Mas.." protesnya terkejut


"Habisnya gemes lihatnya dek kan nggak papa sudah halal.."


"Iya mas, maaf tadi Fati terkejut saja. Habisnya mas main cium-cium langsung.."


Di Teras Rumah


"Eh! Assalamualaikum mas Tom..?"


"Nyonya! Waalaikumsalam.." menjawab sapaan istri dari atasannya


"Sudah makan..?"


"Sudah tuan.."


"Baiklah ayo kita jalan.." Tomi langsung berlari menuju mobil. Setelah selesai berpamitan dengan tuan dan istri atasannya


"Dek, mas berangkat kerja dulu ya..!"


"Iya mas hati-hati.."


"Anak ayah, ayah berangkat kerja dulu ya. Jangan nakal. Jagain Bunda ya.." mencium perut Fatimah


"Iya ayah, adek janji nggak nakal.." menirukan suara anak kecil


"Ha ha kamu ini dek.." mengacak-acak jilbab sang istri


"Astaghfirullah lazim mas.."


Setelah berpamitan dengan sang istri. Kini Addry sudah sampai di perusahaannya


Sedangkan Fatimah sedang sibuk memilih pakaian untuknya nanti. Tadi dia sudah pamit dengan suaminya untuk jalan-jalan dan main ke rumah Bunda. Sekitar jam 10 an nanti dia akan pergi


"Nah baju ini saja .." ucapnya saat menemukan baju gamis yang berwarna Milo


"BI, Fati pergi dulu ya..."


"Mau kemana Non...?"


"Jalan-jalan sama mau main kerumah Bunda BI.."


"Iya-iya non, hati-hati.."


"Oke BI, assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam..."


Di Kantor


"Halo.."


"Iya tuan.." jawab orang yang di seberang sana


"Terus awasi apa saja yang di lakukan oleh istri saya..."

__ADS_1


"Baik tuan"


"Jangan sampai lengah..." ucapnya


Entah kenapa setiap dia jauh dari sang istri, selalu Addry merasa khawatir. Dia takut terjadi apa-apa pada istri dan calon anak untuk mereka


"Siap tuan.."


"Hem..."


Tut tut (Panggilan berakhir)


"Semoga kita selalu bahagia dek dan di jauhkan oleh segala marabahaya.." ucapnya


🍃


"Hai Din.." sapa Azmi yang baru saja sampai


"Eh! Bapak..."


"Tumben sekali kamu pagi perginya.."


"Emangnya nggak boleh pak..?" balik bertanya


"Ah! Kamu ini Din. Malah balik bertanya.." Dinda langsung tersenyum saat melihat wajah Azmi yang sudah kembali ceria


"Aku masuk dulu.."


"Iya pak, semangat kerjanya.." dengan memperagakan gerakan seperti ini 💪


Azmi tersenyum karena melihat segala tingkah lucu yang dimiliki oleh Dinda


Kini semua orang sedang sibuk berlalu lalang. Ke sana kemari bekerja. Sedangkan seorang wanita yang sedang mengandung itu sibuk memakan cemilan dan es krim di taman


Citttt


Mobil mewah itu berhenti tepat di depan Fatimah. Sebenarnya Fatimah ingin sekali pergi. Tapi di urungkan


"Hai, assalamualaikum.." sapa pria yang turn dari mobil tadi


"Waalaikumsalam.."


"Hem, Dinda nya mana..?" bingung biasanya sahabatnya itu pasti ikut pria didepannya ini. Sebagai sekretaris pasti kemana-mana sang atasan pergi dia ikut


"Oh, dia lagi ada kerjaan.."


"Boleh saya duduk.."


"Hah! Iy-iya silahkan.." ucapnya sedikit ragu, tak sepantasnya seorang istri duduk berduaan dengan laki-laki lain selain suaminya. Ya walaupun di taman ramai. Tapi tetap saja, mau nolak tak enak. Hem ya sudahlah itulah pikirnya


"Halo tuan.."


"Iya, ada apa..?" jawab Addry yang masih sibuk dengan berkas-berkas


"Ini nyo-"


"Iya ada apa..?" tanya dengan nada khawatir


"Nyonya di hampiri oleh pria.." saat mendengar pria, Addry langsung naik pitam. Dia mengepalkan kedua tangannya


"Terus awasi..."


Tut Tut..


"Apa kabar Fat.." tanya melihat ke depan


"Alhamdulillah baik kak.." jawabnya melihat ke arah lain juga


"Ah syukurlah.."


"Kalau begitu saya permisi ya kak..!"


"Buru-buru sekali.." melihat Fatimah


"Maaf mas, aku hanya menjaga hati suamiku.." beranjak tanpa menunggu jawaban dari Azmi


"Hufttt..."


"Kamu memang wanita idaman Fat, tapi sayang milik orang.." melihat kearah Fatimah yang semakin menjauh dari pandangannya

__ADS_1


Didalam perjalan Fatimah masih berpikir kenapa harus ada Azmi. Padahal tadi dia sangat senang duduk di taman


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


"Bunda.." memeluk tubuh wanita yang melahirkannya ini


"Aduh sesak anak kamu nak..?"


"Ah! Iya, maafkan Bunda nak.." mengelus perutnya


"Ayah mana Bun..?"


"Kerja lah sayang.."


"Astaghfirullah lazim..." Fatimah menepuk jidatnya lupa


"Iya ya, kenapa Fati lupa.."


"Lama nggak main kesini. Makanya lupa.." ledek sang Bunda


"Bunda tadi habis kerjain apa Bun..?"


"Ini bunda mau panen, sayur di belakang.."


"Wah! Fatimah mau ikut Bun.." Fatimah sangat senang mendengarnya. Inilah yang dia suka, bundanya itu sangat suka bercocok tanam sayuran


Kini sudah terpampang jelas tanaman sayur-sayuran di sana. Kini mereka mulai berperang untuk mengambil hasil panen. Enggak banyak sih, cuma untuk mereka saja bukan untuk jual hehe


"Ah! Senang ini jika di masak nanti..." ucapnya melihat-lihat hasil panennya tadi


"Seger sekali Bun. Nanti Fati juga mau tanam juga ni sayuran.."


"Nah! Itu bagus nak, jadi makan-makanan sayuran segarkan.."


Kini jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Setelah selesai shalat tadi. Kini Fatimah akan berpamitan terlebih dahulu kepada Bundanya


"Bun.." menghampiri Bundanya yang sedang menikmati teh di teras dan membaca buku tentang istri Sholeha


"Iya nak, ada apa.."


"Fati pamit pulang dulu ya. Takut nanti mas Addry yang dulu pulang..."


"Iya-iya. Hati-hati.." pesan bunda


"Siap..!"


"Titip salam sama Ayah juga Bun. Bilang maaf jika Fati nggak tunggu Ayah pulang dulu.."


"Iya sayang.."


"Kamu naik apa pulangnya nak..?"


"Aku naik taksi saja Bun.."


"Enggak usah, kamu diantar sama pak Samsul saja ya.."


"Ya sudah, assalamualaikum.." mencium tangan sang Bunda


"Waalaikumsalam.."


Didalam perjalan Fatimah memikirkan apakah dia harus memberitahukan pertemuannya dengan Azmi tadi. Ya walaupun bukan sengaja


Berpikir!


Terus berpikir!


Akhirnya Fatimah memilih memberitahukan saja. Dia tak mau nanti ada salah paham di antara mereka


"Makasih ya pak, nggak mau mampir dulu..?"


"Enggak neng. Kalau gitu saya balik ya neng.."


"Baiklah kalau bapak nggak mau mampir.."


"Hati-hati pak.." di angguki oleh pak Samsul


Fatimah bergegas masuk kedalam rumah. Dia mau mandi dulu terlebih dahulu. Karena nanti dia ingin menunggu sang suami pulang dari kerja

__ADS_1


__ADS_2