Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 21


__ADS_3

“Sudah sampai dek…” ucap Addry yang baru saja mematikan mesin mobilnya. Ia pun melihat ke samping karena tak ada jawaban


“Hemm.. cantik sekali kamu dek. Maaf atas selama ini perlakuan ku yang kasar terhadapmu…” Addry pun teringat akan kelakuannya selama 6 bulan terakhir ini. Tapi atas izin dari Allah. Ia sekarang telah mencintai istrinya ini


Karena tak mau membangunkan Fatimah. Addry pun menggendong tubuh Fatimah agar istrinya bisa tidur dengan nyenyak di kasur mereka. Saat ingin merebahkan badan Fatimah di atas kasur. Fatimah pun membuka matanya


“Maaf mas. Pasti kamu keberatan menggendong ku…” ucap Fatimah dengan malu melihat Addry yang tersenyum manis kepadanya


“Enggak kok dek. Mas kuat kok kalau adek tidak percaya. Ayo kita bukti kan..!”Addry pun menyeringai dan mulai mendekati Fatimah. Sontak saja Fatimah agak mundur


“Buktikan bagai..mana maksudnya mas..?” ucap Fatimah dengan polos


“Ya buktikan seperti waktu dulu…” ucapnya sambil menaikkan alis yang tebal dan hitamnya


“Ma..ksud nya mas bagaimana…?” Fatimah memang benar tidak tau. Apa yang dimaksud oleh Addry. Suaminya hanya menggelengkan kepala. Addry bingung kepada istrinya ini yang kelewatan polos nya


“Tidak jadi dek. Mending adek ganti dulu bajunya apa mau mas yang gantiin..?” Addry tak bosan-bosan menggoda nya. Mungkin ini akan menjadi kegiatannya kepada Fatimah yaitu menggoda istrinya. Sebab saat Addry menggoda nya, muka Fatimah bersemu merah dan menambah aura kecantikan bumil satu ini


“Ih mas. Fati bisa kok, Fati ini bukan anak kecil lagi…” ucap Fatimah sambil berlari menuju walk in closet


“Hei! Jangan lari-lari dek. Nanti dedek nya capek…” Addry tersenyum melihat Fatimah yang sangat polos menurutnya. Sambil menunggu Fatimah keluar, Addry pun melihat handphone nya. Sekedar melihat keadaan perusahaan saja


Drtttt drttt…..


“Halo…”


“Hai mas. Kenapa enggak pernah telpon aku mas. Semenjak aku pergi ke Canada sampai sekarang mas tak pernah menanyai aku..” terlihat muka Bianca yang sangat kesal dengan Addry


“Maaf sayang aku sibuk soalnya. Karena ingin memenangkan tender. Jadi aku sering lembur..” sebenarnya Addry sempat terkejut. Soalnya dia hampir melupakan istri kesayangannya karena semenjak di dekat Fatimah. Dia merasa sangat nyaman. Sampai-sampai melupakan keberadaan istri tersayang yang sedang melakukan syuting di Negara Canada


“Aku kira kamu sudah berpaling kepada wanita kampus itu mas, awas jika kamu bermain di belakangku mas! Ingat aku sedang mengandung anakmu…” tepat sasaran. Addry pun terdiam sejenak. Sebelum menjawab pertanyaan Bianca


‘Memang benar Bi, aku hampir saja melupakan keberadaanmu. Karena jika aku berada di dekat Fatimah. Aku merasa lebih tenang dan nyaman walaupun cintaku lebih besar kepadamu dan rasa itu tak pernah ku dapatkan darimu Bi…’ Addry memandang kedepan dengan pandangan kosong

__ADS_1


“Mas kamu ngelamuni apa sih!..” ucap Bianca dengan sangat kesal terhadap Addry karena Addry sering sekali melamun


“Ah! Iya sayang ada ap….” Ucap Addry sadar dari lamun nya setelah mendengar teriakan Bianca. Tapi saat ia sedang berbicara. Bianca telah dulu memutuskan panggilannya


‘Hufttt…’ Addry pun hanya menghela napasnya saja. Tak lama kemudian pintu kamar mandi pun terbuka


Ceklek…..


Menampilkan Fatimah yang sedang sibuk mengelap rambutnya yang basah dan dia sudah memakai daster kesayangannya. Walaupun Cuma memakai daster tapi Fatimah sangat terlihat menawan


‘Mashya Allah sungguh indah ciptaanMu. Terima kasih karena Engkau telah membukakan pintu hati hamba untuk istri hamba Ya Allah….’Ucap Batin Addry sambil menelan salivanya


“Mas jangan liatin Fati kayak gitu. Malu tau!..” ucap Fatimah yang sibuk mengelap rambutnya. Melihat Addry dari pantulan cermin yang mulai mendekatinya


“Habisnya istri mas ini terlalu cantik…” Addry pun mengambil ahli handuk kecil yang dipegang oleh Fatimah tadi


“Kenapa mandi sih dek. Hari kan sudah malam. Tidak baik untuk ibu hamil..” ucapnya dengan cerewet. Fatimah hanya tersenyum. Dia berpikir sejak kapan suaminya ini menjadi cerewet padahal dulu suaminya ini memiliki sifat yang dingin, kejam dan kaku. Tapi ini berbanding terbalik


“Hei! Kamu dengar apa yang dikatakan mas tadi..?”


“Apa yang kamu katakan tadi dek, coba ulangi lagi..” karena tadi Addry tadi sempat tak mendengar apa yang dikatakan oleh Fatimah. Karena Fatimah memang sengaja saat mengucapkan kata ‘suami’ ia pelan kan sedikit suaranya


“Tidak ada mas. Fati Cuma bilang mas aja. Enggak ada yang lain tuh..”


“Bohong mas hanya dengar sedikit kamu bilang tadi..” mulai menggelitiki perut Fatimah. Karena Fatimah mulai sedikit jahil kepadanya


“Iya benaran kok…” Fatimah sudah tak tahan lagi. Atas perbuatannya Addry kepadanya itu


“Sudah-sudah mas. Fati capek ingin tidur..” Addry langsung memberhentikan perbuatannya. Saat mendengar istrinya sudah capek


“Ya sudah dek. Kamu cepat istirahat. Mas akan ke kamar mandi dulu..”Addry langsung berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Fatimah langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur dan terlelap


*****

__ADS_1


Saat sebuah tangan yang sibuk kesana kemari  di wajah cantik wanita yang masih terlelap. Tapi karena ada gangguan dia pun langsung membukakan matanya


“Hem.. sudah subuh ya mas…” semenjak kehamilannya Fatimah hampir sering bangun kesiangan untuk shalat subuh mungkin bawaan bayi yang membuatnya seperti ini pikirnya


“Iya dek mending adek bersih-bersih dulu. Baru itu kita shalat berjamaah..” Fatimah pun langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.. setelah keluar Fatimah sudah melihat penampilan Addry yang sudah rapi


menggunakan baju kokoh putih, sarung hitam dan tak lupa peci diatas kepalanya. Sungguh indah dipandang oleh mata


“Assalamuallaikum Wr. Wb….” Ucap Addry mengucap salam setelah selesai shalat dan diikuti oleh Fatimah. Setelah selesai shalat mereka pun berdoa


‘Ya Robb ampuni dosa-dosa kami yang begitu banyak ini. Kami meminta kepadaMu jadikanlah keluarga kami menjadi keluarga yang selalu rukun dan damai. Jauhkanlah kami dari segala malapetaka. Dan bimbinglah kami menuju JannahMu. Ya Robb lindungilah calon bayi kami Ya robb. Aamiinnnn..’dan langsung di amin kan oleh Fatimah. Addry pun langsung mengulurkan tangannya untuk di cium oleh Fatimah. Setelah Fatimah mencium tangan Addry. Adrry pun langsung menarik tengkuk Fatimah dan dia pun langsung mencium kening istrinya dengan hangat. Fatimah langsung meneteskan air mata. Dia bahagia akhirnya Addry sudah mau menjadi imam nya


*****


“Dek mas berangkat dulu ya!..” ucapnya setelah mencium kening istrinya


“Iya mas. Hati-hati ya..” ucap Fatimah sambil menyerahkan tas kerja kepada Addry


“Oh iya mas, nanti siang mau Fati bawakan bekal tidak..?”


“Tidak usah dek. Nanti mas ada metting diluar kemungkinan makan disana saja nanti..”


“Ya sudah kalau begitu. Mas Fati izin ya. Nanti siang Fati mau ketemuan sama Dinda..”


“Iya-iya asal jangan kecapeaan..” Addry pun mengelus perut yang masih rata itu. Sebagai salam seorang ayah yang ingin berangkat kerja


“Ya sudah mas berangkat ya. Kasian Tomi lama nunggunya..” lanjutnya dan Fatimah pun mengganggukkan kepalanya


Tin tin.. (Bunyi klakson mobil Addry yang dibunyikan oleh Tomi sebagai tanda hormat)


Fatimah tersenyum memandang mobil Addry yang hampir tidak kelihatan lagi


*****

__ADS_1


Jam sudah menunjuk jam 2 siang


Kini seorang wanita yang memakai gamis biru muda tersenyum memandang penampilannya di cermin. Semenjak kehamilannya , Fatimah sangat suka dalam berdandan. Padahal kalau dulu ia hampir tak pernah memakai barang yang namanya make up. Tapi ini malah sebaliknya


__ADS_2