
Begitu cepatnya hari berlalu, saat ini ada sebuah keluarga yang begitu sibuk-sibuknya mengerjakan sesuatu hal yang besok pagi akan ada sesuatu yang begitu mereka tunggu-tunggu
"Yang, sini biar Mas saja yang mengerjakan ini..!"
Addry mengambil langsung rangkaian bunga yang sudah di susun oleh istrinya
"Ya kok gitu Mas..!" ucapnya lemah
"Yang, kan sudah ada orang yang ngerjainnya. Jadi kamu mendingan istirahat deh..!"
"Kasian nanti baby-nya capek di sini..!" ucapnya menunjuk ke perut Fatimah
"Tapi Mas.." ucap Fatimah ingin menolak
"Iya Nak, mending kamu istirahat saja dulu gih! Biar kami saja yang membantu mengerjakannya..!"
Kali ini Bunda yang berbicara, ya sebenarnya sudah ada penanggung jawab acara yang besok pagi diadakan, tapi karena Fatimah tak ada kerjaan dari tadi melihat. Makanya dia memilih pekerjaan yang ringan seperti merangkai bunga, tapi malah di suruh berhenti oleh suaminya
"Hem! Baiklah kalau begitu, aku akan istirahat.."
"Mari Mas antar ke kamar..!"
"Tapi tidak di kamar Mas, aku mau istirahat cuma di sini saja..!" ucapnya mencegah Addry yang ingin memapahnya untuk berdiri
"Tapi Dek,"
"Ya sudah aku mau ngerjain itu lagi..!" ancamnya
__ADS_1
Ish! Selalu main ancaman. Untung kamu wanita yang selalu aku cintai. Insyaallah, kalau tidak sudah Mas tinggal pergi hehe! . Kali ini batin Addry yang berdemo berbicara sendiri
"Huh! Baiklah kalau begitu..!" ujarnya mengalah membuat senyum Fatimah merekah tatkala mendengar pasrah nya dari Addry, sedangkan Bunda hanya geleng-geleng kepala melihat kedua manusia yang sudah memiliki anak, tapi kelakuan masih suka mengancam
Anak jaman now. ucap batin Bunda
"Ayo! Cucunya Nenek, kita pergi daripada di sini lihat orang lupa umur..!"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Bunda Lisa langsung pergi meninggalkan kedua orang yang lupa umur katanya tadi
______
"Mas..!"
"Iya Yang? Apa ada yang mau kamu makan? Atau mau jalan-jalan gitu..?" ucapnya tak ada jeda dalam bertanya membuat Dinda memutar bola matanya dengan malas
Entah kenapa Azmi kini sudah menjadi suami yang sangat siaga karena kini usia kandungan istrinya hampir memasuki bulan ke sembilan. Maka dari itu dia selalu belajar siaga dan kini, pria itu sudah memulai cuti kerja. Semua pekerjaannya sudah dia serahkan pada sekretarisnya
"Mas, coba nanya itu satu-satu. Aku bingung mau jawab yang mana..!" ucapnya dengan sedikit mengeluh
"He he, maaf ya Yang. Habisnya kamu cuma manggil, makanya aku banyak bertanya. Coba misalnya kamu mau itu kan aku langsung saja mengerjakannya..!"
"Ish! Jadi kamu nyalahin aku ya.!"
Gawat salah ngomong lagi nih! Sensitif bener nih bini ku..!
Ingin rasanya Azmi menepuk sedikit mulutnya yang tak bisa diajak kompromi. Apa karena pengacara makanya mulutnya itu pintar bicara tanpa henti
__ADS_1
Ah! Entahlah bingung aku kalau begini terus..! Mending ngalah lagi deh ! Demi baby G
"Enggak kok Yang, aku enggak pernah nyalahin kamu. Iya ini salah ku. Maaf ya. !"
"Besok ada acar di rumahnya Fatimah Mas, jadi mau kan kamu ikut aku ke sana..?" tanyanya dengan cepat mengahlihkan pembicaraan mereka
"Oh jadi cuma ini yang mau kamu tanyakan sama Mas, Yang..?"
"Iya.." jawabnya sembari mengangguk
"Oke, Mas mau..!"
_______
"Bunda, Shaki nya mana..?" tanya Fatimah yang baru saja bangun dari istirahatnya
"Ada Nak, sudah Bunda tidurkan di kamar tamu..!" tunjuk Bunda ke salah satu kamar tamu yang tempatnya ada di bawah
"Ah anak itu suka sekali tidur..!"
"Iya Nak, umur bayi segitu memang tidur selalu kerjaannya. Kan masih umur Sebelas bulanan Nak..!"
"Iya Bunda, makanya aku kasihan sama Shaki. Masih kecil, tapi kasih sayangnya sudah terbagi sama si ini..!" ucapnya mengelus perutnya
"Hei! Jangan mengeluh begitu, ini semua titipan dan rezeki dariNya. Jadi jangan sekali-kali mengeluh Nak, banyak sekali di luaran sana mau anak. Kamu malah begini! Lihat Cucu Bunda, alhamdulilah sehatkan. Jadi semua itu adalah nikmat dariNya. " ujar Bunda memberi nasihat untuk anaknya
"Astaghfirullah lazim, maafkan hamba Ya Allah yang kurang bersyukur ini..!"
__ADS_1
"Makanya harus jaga lisan Nak..!"
"Iya Bunda, terima kasih atas nasihatnya.."