
Sesuai keinginan keluarganya Addry. Pagi ini rumah mewah itu telah ramai dengan semua para tamu undangan, ada dari rekan bisnisnya Addry, anak yatim dan juga teman-teman dari Addry maupun Fatimah
"Yang, sudah selesai belum sih..!" keluhnya bagaimana tidak, hampir satu jam Addry menunggu Fatimah yang baru selesai mandi dan kini baru berdandan
"Yah belum Mas kalau Mas mau turun duluan enggak apa-apa kok. Nanti aku sama Shaki nyusul..!"
Fatimah sebenarnya dari tadi tak meminta di tunggu, tapi Addry sendirilah yang bersedia menunggu dan malah dirinya yang menyerah menunggu. Huh dasar pria haha
"Enggak kok Yang, Mas sabar kok nunggu kamu. Baiklah Mas main sama Shaki saja deh..!"
******
Lain tempat, lain pula kebiasaan seperti keluarga kecil Azmi. Dinda sudah sangat kesal dengan suaminya. Bukan karena hal yang sangat bahaya, tapi lebih kearah menunggu
"Sabar dong Yang, ini juga aku sedang berusaha cepat.."
"Cepat apanya, ini sudah satu jam setengah Mas. Aku nunggu kamu cari pakaian, padahal tadi kan udah aku siapkan pakaian untuk ke acaranya adik Shaki.."
"Kali ini enggak akan lama kok Yang, sabar ya. Eh! Kalau kamu bosan di dalam kulkas ada es krim loh..!"
"Baiklah, aku ke dapur dulu..!" ucapnya seakan hilang sudah kekesalan dirinya tadi saat mendengar kata es krim
"Hehe mudah sekali Yang bujuk kamu.." ujarnya sembari terkekeh saat melihat istrinya telah pergi dari dalam kamar mereka
Setelah sampai di dapur, tujuan Dinda hanya satu yaitu es krim yang di katakan oleh suaminya tadi. Dirinya pun membuka kulkas. Ternyata benar di sana sudah ada beberapa cup dan berbagai jenis rasanya
Wanita itu mengambil dua cup dengan varian rasa strawberry dan coklat. Dirinya dengan cepat membuka dan mencicipinya karena sudah sangat ingin memakannya
Mungkin hampir lima belas menit, dirinya menunggu di dapur. Akhirnya, pria yang sejak tadi sangat lama di dalam kamar itu keluar dari sangkarnya
__ADS_1
Matanya Dinda tak dapat di kondisikan saat melihat apa yang ada di depannya saat ini
"Mas, kamu..!"
"He he, habisnya pilihan kamu yang sangat cocok aku gunakan, Yang.." jawabnya dengan senyum malu
"Mas, kamu benar-benar ya!"
"Hutsss, jangan marah Yang, nanti baby G terkejut lagi mendengar amarahan kamu.."
"Dari pada marah-marah enggak jelas, mending kita pergi ke rumahnya Fatimah ya! Lihat jam sudah segini..!" ucapnya memperlihatkan jam yang melingkar di pergelangan tangannya
******
"Maaf ya semuanya yang sudah menunggu kami yang sangat lama ini. Maklum masih belajar jadi orang tua yang dapat bertanggung jawab untuk anaknya.." ucap Addry
"Enggak apa-apa kok Pak Ad.."
"Iya Pak, kadang sering keteteran hehe. Apalagi saat ini istri saya mengandung anak kedua. Nambah lagi tanggung jawabnya saya haha.." ujarnya mengajak bercanda para rekan bisnisnya, agar tak terlalu serius dan canggung dalam obrolan mereka
"Ah, maaf ya saya tinggal sebentar ya Bapak-bapak.."
"Iya Pak Ad, silahkan.." jawab mereka
Addry berjalan menghampiri istrinya yang sedang asik mengobrol dengan mertuanya itu
"Yang, itu kayaknya Dinda sudah datang.." ucap Addry sedikit berbisik dekat dengan telinganya Fatimah
"Mana Mas..?" ucapnya sambil mencari-cari keberadaan sahabatnya itu
__ADS_1
"Itu.."
"Bunda, titip Shaki dulu ya! Aku sama Mas Addry mau nyamperin Dinda dulu..!"
"Benarkah..!"
"Iya Bunda.."
"Baiklah nanti suruh ke sini juga ya Nak.."
Keduanya berjalan kearah jalan keluar. Hanya demi, menghampiri Dinda dan Azmi
"Assalamu'alaikum.."
"Waalaikumsalam.." jawab Dinda
"Fatimah, uh udah makin gede aja nih perutmu..!" ucapnya dengan cepat mengelus perut Fatimah
"Ah! Kamu Din, ini juga malah yang ini makin gede. Jangan-jangan kembar ya..!"
Lantas mendengar kata kembar membuat Dinda tertawa, memang Fatimah belum tau saja kalau Dinda sudah pernah melakukan USG untuk mengetahui calon anak yang dia kandung saat ini hanya satu dan itu berjenis kelamin laki-laki
"Aamiin.."
"Daripada ngobrol di sini. Mending dekat Bunda sama Shaki.." ajak Addry pada kedua wanita yang sangat asik mengobral. Bahkan lupa dengan suami masing-masing. Azmi jangan di tanya dia hanya tersenyum simpul saja melihat kelakuan istrinya itu
"Iya benar kata Mas Addry. Mending kita dekat Bunda saja ya. !"
Dinda menganggukkan kepalanya, mengiyakan ajakan dari Fatimah. Keempat orang itu berjalan menghampiri Bunda Lisa
__ADS_1
Begitu senangnya mereka, hari ini. Semua acara yang dibayangkan terlaksana dengan sempurna, mulai dari doa bersama, berkumpul bersama dan tak lupa menyantuni anak yatim