
"Lang..!"
"Iya ada apa..?" tanya Galang sambil mengunyah makanan
"Enak enggak..?"
"Hem, enak.." jawabnya dengan datar
"Beneran..?"
"Iya, enak kok.."
"Aku sudah selesai.." ujarnya sembari berdiri dari duduknya, berjalan menuju meja ruang tamu. Guna mengambil tas kerjanya
"Mas tunggu..!"
Kata Mas yang disematkan Shakinah membuat jantung Galang berdetak dengan refleks kakinya berhenti di tempat, tanpa menoleh
"Ini bekal untukmu. Jangan lupa dimakan..!" memberikan kotak bekal sembari tersenyum melihat wajah suaminya
"Tidak usah Sha, aku jarang bawa bekal makanan.." tolaknya secara halus
"Ku mohon Mas bawa ya.!"
"Baiklah.."
"Eh! Mas. Tunggu..!"
"Apa lagi Sha, aku harus berangkat kerja nanti telat.."
"Iya hati-hati dan mulai sekarang aku panggil kamu Mas ya..!" ucapnya sambil mencium tangan Galang dengan takzim
"Hem.."
"Dadah, assalamu'alaikum..!"
"Waalaikumsalam.." jawab Galang begitu pelan di dalam mobil dan menjalankan mobil mewah itu ke tempat kerjanya
"Mas Galang, lucu banget sih. Kaku..!"
Shakinah tersenyum-senyum sendiri. Menutup pintu rumah kembali dan kembali ke dapur untuk membersihkan meja dan piring-piring mereka pakai untuk makan tadi
@@@@@@
__ADS_1
"Halo, assalamu'alaikum. Bunda!"
"Waalaikumsalam Kak.."
"Bunda lagi apa di sana..?"
"Bunda lagi diluar Kak sama Mama mertuanya kamu.."
"Mama Dinda..?"
"Iya.."
"Wah! Beli apa Bun..?"
"Biasa keperluan rumah tangga Kak.."
"Kamu mau pesan apa sama Mama dan Bunda anak menantunya Mama.."
"Ah! Mama tau aja aku mau berpesan"
"Ya iyalah, kita sehati.."
"Baiklah kalau begitu Bunda sama Mama mau belanja dulu ya.."
"Ah! Nanti aku sharlok aja deh" jawabnya dengan diri sendiri
@@@@@@
"Bagaimana Al, apakah dia baik-baik saja disana..?" tanya Galang pada Ali yang selalu bertugas memantau keadaan seseorang yang sangat di rindukan
"Iya Tuan"
"Syukurlah.."
"Kau harus selalu memantaunya Al, aku takut di kenapa-napa di sana.."
"Baik Tuan.."
Setelah, selesai menyampaikan informasi. Ali pun keluar dari ruangan Galang dan Galang kembali fokus pada pekerjaan karena dia juga tak ingin pekerjaannya terbangkalai
Apalagi dia sudah tau, jika orang tersebut baik-baik saja
Tak terasa waktu terus berjalan. Kini semua karyawan kantor telah banyak yang pulang. Tinggal Galang dan Ali saja yang masih ada di kantor
__ADS_1
"Al, kau pulanglah terlebih dahulu. Saya masih ada urusan yang belum selesai.."
"Iya Taun, tapi saya disini saja menunggu anda selesai bekerja.."
"Al, pulanglah. Ini bukan urusan kantor..!"
Mendengar nada tegas sang atas membuat Ali menurut
"Baiklah Tuan.."
@@@@@
Habis shalat isya, gadis manis itu membuka sebuah kitab Al-Qur'an untuk dia baca. Belum selesai bacaan untuk berhenti, bunyi mobil kembali berderu memasuki halaman rumah
Membuat gadis itu menyudahi bacaan tersebut dan segera melepas mukenah. Memakai hijab instan
"Assalamu'alaikum.."
"Waalaikumsalam Mas, sini biar aku bawa.."
"Biar aku saja Sha.."
"Baiklah.."
Shakinah memilih menunggu di meja makan. Setelah selesai melayani suaminya berbagai macam seperti menyiapkan air panas untuknya dan tak lupa pakaian yang akan di pakai Galang setelah selesai mandi
"Sini Mas, kita makan..!"
Shakinah begitu senang melihat Galang menuju meja makan dan duduk di depannya
"Kamu belum makan..!"
"Belum Mas, aku nunggu kamu.." jawabnya sembari mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta lauk pauknya
"Lain kali kamu makan saja dulu.."
"Ah! Iya Mas.." jawab Shakinah dengan ragu
"Oh iya tadi Mama sama Bunda ke sini..!"
"Ada apa Mama sama Bunda ke sini..?" menguyah makanan lebih dahulu
"Hanya berkunjung Mas.."
__ADS_1
Duduk dan ikut makan. Makanan yang telah di taruh di piring miliknya sendiri