Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 86 "Berbalik Surprise"


__ADS_3

...🌻 Happy Reading 🌻...


"Begini Bu, Alhamdulillah ini suatu mukjizat yang di berikan oleh Allah. Mungkin tak akan lama lagi Dedek nya boleh dibawa pulang !"


Mata Fatimah langsung berbinar rasanya sungguh sangat bahagia mendengar tutur kata sang dokter


"Beneran Dok, alhamdulilah Ya Allah,"


"Iya Bu, berat badannya masih kurang sedikit dengan berat badan yang sudah di tetapkan,"


"Terima kasih Dok, kalau begitu saya pamit," di angguki oleh Dokter Sintia


Ah rasanya tak sabar. Mas Addry pasti akan sangat bahagia jika anaknya sebentar lagi boleh pulang !. Batinnya berbicara dengan penuh rasa bahagia yang sangat luar biasa yang sudah di berikan oleh Allah. Pikirnya


*


*


*


*


*


Sepanjang perjalanan menuju rumah yang sudah dua Minggu kurang, bagaimana tidak waktu dia koma saja sudah dua hari dan dia di rawat hampir satu Minggu karena Fatimah tidak mau jauh dari anaknya


Rumah yang selama ini menjadi tempat peraduan antara dia dan Addry, dia tinggalkan rumah keluarganya membuat hati Fatimah sudah sangat rindu dengan kenangan indah bercampur sedih di kala itu


Padahal waktu itu tubuhnya sudah sangat fit dengan kukuh dia masih memaksa untuk tetap di rawat dengan perasaan senang dia sudah tak sabar untuk memberitahukan kepada Addry dan mencoba memperbaiki hubungan yang sempat renggang


"Assalamu'alaikum Mang Diman," salam Fatimah kepada Mang Diman yang sibuk menyapu posnya

__ADS_1


"Waalaikumsalam," jawabnya dan berbalik badan


"Neng Fatimah !" Teriaknya kaget saat melihat Nyonya nya pulang


"Kayak melihat apa saja Mang, sampai sekaget itu !" Berniat masuk kedalam halaman


"Neng tunggu !" Cegat Mang Diman membuat Fatimah berhenti sejenak


"Iya Mang ada apa ?"


"Neng anu eh itu !"


Entah kenapa rasanya lidah mang Diman keluh ingin membicarakan sesuatu tapi tak kunjung keluar


"Apa mang ?"


"Santai aja atuh sama saya," tersenyum supaya mang Diman tak merasa sungkan pikirnya


"Anu Neng,"


Mang Diman hanya berharap semoga tak ada salah paham lagi di antara majikannya nanti


"Assalamu'alaik-" ucapnya begitu lembut seakan memang di sengaja karena ingin memberi kejutan untuk suaminya, tapi malah dirinya yang terkejut


Pintu terbuka, bagai hantaman batu yang besar menindih tubuh Fatimah. Wanita satu anak itu terduduk melihat tampilan di depan dirinya


Deg !


"Mas Addry," ucapnya begitu pelan tak terasa air mata yang dulu sempat hilang kini kembali tumpah membasahi pipinya


Melihat pemandangan di depannya sungguh membuat hatinya sakit bukan lagi sakit sungguh-sungguh sangat sakit. Dia merasa begitu lemah dan rapuh

__ADS_1


Kali ini Fatimah merasa di permainkan dalam ikatan tali pernikahan, jika dulu dia merestui suaminya untuk berpoligami tapi ini tidak lagi


"Sayang," ucap Addry terkejut lantas langsung bangun dari duduknya membuat wanita yang duduk dipangkuannya terduduk di lantai karena


Addry berdiri berkejut


Addry mendekati Fatimah istri yang telah lama dia rindukan dengan berjalan sempoyongan Addry menyimbankan tubuhnya agar tak terjatuh


Addry langsung memeluk tubuh wanita itu dia yakin pasti wanitanya akan salah paham dengan kejadian tadi


"Dek, maaf kamu salah paham,"


"Mas bisa jelasin kok,"


Fatimah memberontak dia tak mau di peluk oleh laki-laki yang barusan berci*man dengan wanita lain meskipun itu adalah mantan istrinya


"Lepas,"


"Enggak, Mas enggak akan melepaskan mu. Kamu salah paham sayang, kita bicara dengan kepala dingin ya,"


"Jangan marah-marah dulu Yang !" Masih dengan memberontak ingin di lepaskan dari laki-laki yang masih berstatus suaminya


dan


Plakk....


Satu tamparan keras membuat wajah Addry berpaling ke kiri. Dia seakan tak percaya. Istri yang begitu lembut bisa menjadi kasar jika melihat adegan tadi. Walaupun itu adalah kesalahpahaman


"Tidak ada yang perlu di jelaskan, karena semuanya sudah jelas Mas," mengusap air matanya


Niat hati ingin memberi kejutan tentang anak mereka, tapi malah dia yang lebih dulu terkejut

__ADS_1


Sakit !


Satu kata yang selalu mewakili dirinya. Setiap di kecewakan oleh suaminya


__ADS_2