Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 133


__ADS_3

Sudah empat hari dari Fatimah halangan, Fatimah tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah. Dimana suaminya sedang duduk di atas ayunan sambil menggendong Shakinah. Mereka berdua berjemur di bawah sinar matahari


Wanita itu lantas mulai melangkah kan kakinya untuk bergabung bersama kedua orang itu dengan membawa nampan yang sudah berisi dengan teh dan beberapa cemilan


Ketiganya tertawa, mereka sangat bahagia. Apalagi saat melihat wajah anak semata wayang untuk saat ini


Ketiganya seperti keluarga yang sangat bahagia


"Di minum Mas..!" ujarnya yang baru saja menempatkan nampan tersebut di atas meja


"Sini Shaki nya sama aku dulu Mas. Kamu minum dulu gih! Selagi panas.."


"Baiklah..!"


Setelah bayi kecil itu dia kasih ke Fatimah, Addry langsung mengambil teh buatan sang istri tercinta dan meminumnya sambil melihat keduanya untuk menambah kemanisan yang saat ini dia minum


"Dek, bagaimana kalau hari ini kita piknik aja..?" tanyanya


"Emangnya Mas enggak ada kerjaan yang penting gitu..?"


"Nanti malah membuat Mas lelah lagi. Mending kamu istirahat saja untuk hari ini Mas..!" ucap Fatimah, dia sangat tak tega pada suaminya. Apalagi akhir-akhir ini suaminya sering pulang malam dan tak jarang membawa kerjaan kantor ke rumah


Tak tau saja Fatimah, bahwa Addry melakukan itu semua karena dia ingin menghindari Fatimah


Pria tampan itu takut lepas kendali kalau berdekatan dengan wanitanya itu. Jika saja Fatimah tak sedang dalam halangan, sudah dapat di pastikan sudah dia begitukan!

__ADS_1


"Enggak kok Dek, mana mungkin Mas lelah kalau kedua orang yang aku cintai ini selalu tersenyum. Itu saja sudah jadi asupan vitamin bagi diriku..!"


Fatimah tersenyum manis mendengar gombalan dari suaminya


Akhirnya, mereka bertiga pun telah bersiap dengan semua keperluan piknik yang akan mereka jalani hari ini


Addry telah memasukan semua barang mereka kedalam bagasi mobil, Bi Sum dan Mang Diman pun mendekat kearah majikan mereka


"Bi, kami pamit dulu ya! Mau pergi piknik sebentar.." ujar Fatimah


"Iya Non, semoga pikniknya Non dan Tuan berjalan lancar.." ujarnya


Fatimah mengangguk dan tersenyum kepada Bi Sum, sedangkan Addry sedang berbicara pada Mang Diman


"Baik Tuan.."


"Ya sudah kami berangkat ya! Assalamu'alaikum.." ucap keduanya pada Bi Sum dan Mang Diman


"Waalaikumsalam.." jawab mereka


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, hanya butuh dua jam kurang. Mereka bertiga telah sampai di tempat yang mereka inginkan


Semua barang telah Addry turunkan, mereka bertiga pun bercanda tawa sambil memakan cemilan yang telah mereka beli sebelum ke tempat itu


Tak lama, Shakinah pun tertidur. Fatimah mulai menaruh anaknya di ayunan yang telah Addry buat di samping mereka dengan payung sebagai pelindung anaknya saat dibawah sinar matahari

__ADS_1


"Dek...!"


"Hem! Ada apa Mas..!" ucap Fatimah yang kini sedang tidur di dada bidang suaminya dengan pandangan yang mengarah kedepan


"Berasa kayak pacaran ya Dek!" ujar Addry yang masih mengelus kerudung yang di gunakan oleh Fatimah saat ini


"Iya Mas..!"


"Kapan selesainya Dek..!" ucapnya dengan tiba-tiba memotong adegan romantis yang hampir saja menghampiri


"Apanya sih Mas..?" jawabnya sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sang suami


"Ya tamu bulanannya Dek..!"


"Astaghfirullah lazim Mas.." Fatimah beristigfar


"Maaf Dek, kamu kan tau kalau Mas su-"


"Iya-iya, mungkin dua hari lagi Mas..!" jawabnya yang memotong perkataan Addry


"Apa..!" teriaknya


"Ih! Tinggal nunggu dua hari lagi Mas. Enggak akan lama..!"


"Iya benar katamu, baiklah Mas akan bersabar dulu..!"

__ADS_1


__ADS_2