
Fatimah masih tak menghiraukan Bianca. Sehingga membuat darah Bianca menaik seketika. Bianca pun berlari mengejar Fatimah yang baru saja memasuki kamar
Bruk… (Bunyi pintu di buka dengan kencang)
“Hei..” ucapnya menarik Fatimah yang baru saja mau tidur
“Ada apalagi si mbak..” ucap Fatimah dengan malas tapi masih terkesan sopan
“Kau tak dengar apa yang aku katakana tadi hah!...” teriak nya dan Fatimah memejamkan matanya. Sejenak mengatur emosi nya agar tak keluar
“Tadi kan Fati sudah ngomong. Kalau Fati lagi capek..” ucapnya dan kembali menjatuhkan bobot tubuhnya di atas ranjang. Sehingga membuat Bianca kesal
Huftt……
Helaan napas Fatimah saat mendengar bunyi langkah kaki Bianca yang menjauh dan tutupan pintu yang sangat kencang
Di dapur
“Masak apa ya! Aku kan tak bisa makan..” ucapnya menggaruk kepala
“Tau ah…” Bianca pun langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Setelah itu keluar dengan sudah berganti pakaian
Brum….
Fatimah langsung melihat kearah luar jendela. Ternyata Bianca yang keluar
“Mau kemana mbak Bianca ya!..”
“Ah sudah lah, bukan urusan ku…”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok…….
“Iya masuk…” orang itu pun masuk karena sudah di jawab oleh si tuan
“Maaf tuan. Mungkin pembantu yang dipintah oleh tuan itu akan datang sekitar jam 2..”
“Iya Tom..” ucapnya
“Kalau begitu saya izin pamit undur diri tuan..” dan Addry pun mengganggukan kepala. Tapi belum sempat Tomi memegang handle pintu
“Tom, tolong juga cari rumah yang besar untuk Bianca. Aku tidak ingin mereka satu atap..” ucapnya melihat kearah Tomi
“Baik Tuan..”
“Ya sudah lanjutkan pekerjaanmu..” Addry kembali memeriksa berkas yang tadi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Restoran Mewah
“Ini nona silahkan…” ucap sang pelayan memberikan buku menu. Bianca tak menjawab, dia langsung mengambil buku tersebut
“Aku ambil yang ini, ini dan ini….” Ucapnya menunjuk beberapa makanan yang ingin dia makan
“Baiklah nona, tunggu sebentar..” Pelayan itu pun pamit undur diri dari hadapan Bianca. Sedangkan Bianca langsung mengambil handphone untuk menghubungi sang kekasih
“Halo…”
“Hai..”
“Baby…” ucap Pria itu dengan gembira
__ADS_1
“Kapan kamu kesini…” lanjut nya
“Iya nanti ya! Aku cari alasan dulu baru bisa kesana…”
“Iya tapi jangan lama-lama…”
“Permisi! Ini nona pesanan anda..” potong pelayang menyelah pembicaraan sepasang kekasih itu
“Iya sana pergi…” ucap Bianca dengan angkuhnya. Sedangkan pelayan tadi pun menggelengkan kepala
“Kamu sedang makan Baby..?”
“Iya honey. Wanita kampung itu sudah mulai melawan sama aku..” ucapnya dengan muka cemberut
“Sudah jangan cemberut Baby. Nanti cantiknya hilang…” ucapnya membujuk sang kekasih
“Tapi aku penasaran deh bagaimana sih wanita kampung yang kamu bilang itu baby..” ucapnya sambil menghayal. Seperti apa rupanya
“Sudah tak usah dibayangkan. Cantikan aku..” marah nya
“Iya-iya memang cantikan baby ku ini…”
Panggilan pun berakhir. Karena Bianca mau memakan makanan yang di pesan nya tadi. Kembali di kantor punya nya Addry
“Tom, kamu handle sumua nya ya! Saya mau pulang…”
“Baik tuan. Tuan..!”
“Iya ada apa..?”
“Rumah yang di pesan tuan tadi sudah saya siapkan. Sesuai keinginan Nyonya Bianca..” Addry pun mengganggukkan kepala dan mengucapkan terima kasih kepada Tom
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Waalaikumsalam..” Fatimah pun berjalan menuju sumber suara tersebut
“Mas kok sudah pulang..” mengambil tas di tangan nya Addry dan menyalami nya
“Mas rindu masakan mu dek..” Fatimah pun malu karena Addry langsung mencium pipinya
“Oh iya dek, Bibi yang akan bekerja disini belum kesini..?” ucap Addry kepada Fatimah yang sedang sibuk menyiapkan segala masakan yang akan mereka makan
“Belum mas…” ucap nya menoleh sebentar
“Hemmm..”
Setelah selesai masak. Fatimah langsung menyajikannya di meja makan. Seketika itu juga perut Addry berbunyi. Addry menggaruk tengkuk nya merasa malau kepada Fatimah dan Fatimah hanya tersenyum
“Maaf dek, soalnya bau masakan mu langsung buat mas lapar! Hehehe..” tertawa malu
“Mas mau makan apa…?”
“Mas mau segala nya. Tapi sedikit dulu ya!..”
“Ha ha mas doyan apa lapar sih..!”
“Dua-dua nya dek..”
Makan siang pun mereka lalui dengan sangat tenang. Inilah yang Addry suka kalau pulang ke rumah. Karena masakan Fatimah itu sungguh masakan yang paling terenak yang pernah ia makan
“Mas nggak akan kembali ke kantor..?” saat Fatimah melihat kalau Addry sudah berganti pakaian menggunakan pakaian rumahan
“Enggak dek. Mas mau di rumah aja..” Fatimah mengganggukan kepala nya
__ADS_1
"Mas mau nggak ikut Fati belanja ke pasar..?"
"Emm boleh juga..."
"Ya sudah Fati siap-siap dulu ya!..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa kamu sangat suka belanja di pasar sih dek..?" Ucap Addry heran
"Karena kalau di pasar itu seru mas. Bisa tawar menawar dan bersempit-sempitan. Hehehe
"Ya elah dek..."
"Ayo kita masuk mas..." mereka langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam pasar. Dimana segala bau keluar. Seperti ikan dan lain-lain
"Capek nggak mas...?" ucap Fatimah setelah belanja dan kini mereka baru masuk kedalam mobil
"He'em..."
"Sini biar Fati elap keringatnya..." Langsung saja Addry mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Fatimah. Sehingga Fatimah bisa mencium bau aroma mint yang keluar dari mulut Addry
Sedangkan Addry, matanya terfokus mengarah ke benda yang berwarna merah muda itu yang terbuka sedikit menampilkan gigi kelincinya
Hingga detik kemudian. Bi**r mereka pun menempel begitu saja. Fatimah langsung membelalakan matanya. Terkejut akibat perbuatan Addry yang langsung nyosor😂
"Maaf dek, habisnya mengg*da haha..." ucapnya dengan menggoda sang istri. Muka Fatimah langsung merah mendengar nya
"Sudah-sudah kita pulang yuk...!" ajak Addry karena Fatimah malu dan menundukkan kepalanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dari mana mas...?" ucap Bianca saat melihat Addry dan Fatimah yang baru saja masuk kedalam rumah
"Habis dari pasar..." ucapnya dengan cuek
"Mas aku salah apa sih...?" Bianca ingin sekali marah karena Addry masih sibuk menolong Fatimah mengisi belanjaan mereka tadi kedalam kulkas
"Mas....!" karena tak ada tanggapan dari Addry. Bianca langsung pergi menuju kamar
"Mas jangan kayak gitu..." ucap Fatimah setelah Bianca pergi
"Memangnya apa yang membuat mas marah ke mbak Bianca..?"
"Enggak ada apa-apa dek..." tapi Fatimah tau saat melihat Addry yang merasa bersalah kepada Bianca karena ia mencuekin istrinya
"Mending mas susul.. !" ucapnya meski pun terasa sesak. Istri mana yang mau jika suaminya pergi untuk menenangkan wanita lain
"Ya sudah mas keatas dulu ya. " Fatimah menganggukan kepalanya sebagai jawabannya
Tok...
"Iya masuk..."
"Mas..." ucap Bianca bahagia melihat Addry yang menyusulnya. Bianca pun langsung berlari dan memeluk tubuh kekar itu
"Kenapa kamarnya hancur..?" ucapnya melihat keadaan didalam kamar
"Mas nggak marah lagi kan sama aku..." isaknya
Vote ya karya Author. Biar nanti Athornya tambah semangat up nya..
Terima kasih atas dukungan kalian😊
__ADS_1