Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 128


__ADS_3

"Mas kenapa sih, kamu enggak mau bawa anak kita..?" tanya Fatimah kepada Addry yang kini sibuk memasang seatbell


"Ah! Bukannya tak mau Dek, tapi Mas mau kencan kita tak ada yang mengganggu.." ucapnya dan kini telah memegang stir mobil, mengklakson kedua orang tuanya Fatimah


"Bun, Yah. Aku pergi dulu ya sebentar, tolong jaga Shaki..!" teriaknya


"Iya Nak, tanpa kau minta Bunda juga akan menjaganya dengan baik.."


"Baiklah, assalamu'alaikum.." ucapnya begitu juga Addry


"Waalaikumsalam.."


"Mas, apa kamu bilang tadi, anak kita menganggu..?" tanyanya kembali setelah kini mobil yang mereka kendarai telah di jalan raya


"Bukan menganggu, tapi"


"Ah! Entahlah Mas, kamu tega benar ngatain anak kita pengganggu.." ucapnya dengan kesal


"Bukan begitu Dek, Mas hanya mau kita menggunakan sekali saja waktu untuk diri kita berdua.." jelasnya, tapi sungguh sayang. Wanita itu seolah tak mendengar apa yang dikatakan oleh Addry, dia hanya melihat kearah luar


Begini nih, pria selalu salah dan wanita selalu benar. Keluh batinnya dengan keadaan ini. Niat hati ingin romantis-romantisan malah jadi cuek-cuek kan saja


Sampai di butik, mereka hanya diam saja. Tepatnya Fatimah yang banyak diam, Addry selalu mencari sesuatu apa yang dapat membuat Fatimah kembali ceria

__ADS_1


Setelah sesi baju ijab kabul di dapat, kini Addry malah banting stir dan menuju salah satu tempat yang tadi dia booking untuk dirinya dan Fatimah saja


"Kita mau kemana Mas..?" tanya Fatimah saat melihat mereka malah keluar dari kotanya. Apalagi tadi dia melihat palang yang bertuliskan bahwa mereka sebentar lagi akan memasuki daerah pegunungan


"Nanti juga kamu tau Dek..!"


*


*


Sampai disana Fatimah merasa sangat takjub melihat pemandangan yang begitu indah dipandang membuat matanya begitu betah melihatnya


"Mas, ini begitu indah.." ucapnya


"Bagus kan..?" tanya Addry, pria itu tersenyum saat melihat wanitanya yang tak lagi kesal kepadanya. Seakan lupa dengan kekesalan yang baru beberapa jam mereka seterukan


"Dek..!" seru Addry dan Fatimah langsung membalikkan badannya


"Mas, kenapa kamu jongkok begitu. Ayo berdiri..!" seru Fatimah tak enak hati kepada Addry yang jongkok di hadapannya


"Maafkan Mas ya soal yang tadi.." ucapnya


"Ah! Aku saja sudah lupa dengan masalah itu Mas..!"

__ADS_1


APA! ucap batin Addry seakan tak percaya


"Sudah ayo berdiri. Tidak enak dilihat orang.."


"Tidak ada orang lain Dek, hanya kita berdua saja di sini.."


"Kita berdua, jadi..?" ucapnya dengan ketakutan


"Hei! Maksudku hanya kita berdua saja disini yang lainnya ada tapi jauh di seberang sana.." tunjuk nya dan Fatimah kembali bernafas lega akhirnya


"Dek, maukah kamu menikah dengan Mas secepatnya. Mas rasanya tak sanggup lagi menunggu. Mas takut kamu berubah pikiran dan malah meninggalkan Mas seorang diri..!" keluhnya dengan penuh ketakutan yang menghantuinya


"Mas, aku tak akan merubah keputusanku ini. Jadi kamu tak perlu khawatir ya..!" ucapnya menenangkan Addry agar tidak berpikiran yang tidak-tidak


"Iya kamu bisa, tapi Mas rasa Mas tak bisa menahan diri lama-lama lagi..!" jawabnya dengan begitu pelan membuat Fatimah malu dibuatnya, dia tau arah kemana maksud dari Addry itu


"Bagaimana Dek..?" tanyanya untuk memastikan apakah Fatimah setuju dengan usulannya


"Aku, terserah dengan Mas saja. Asal di RidhoNya.."


Begitu senangnya Addry mendengar jawaban dari Fatimah itu membuat harapannya berterbangan membayangkan keluarga kecil mereka sebentar lagi akan kumpul kembali pada tempatnya


Jangan lupa dukungan kalian ya dan jangan lupa mampir ke karya ku yang judulnya

__ADS_1


Pesona Si Gadis Desa


Bye ❤️


__ADS_2