Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 28


__ADS_3

🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀


"Suami kamu nggak ikut nak...?"


"Mas Addry lagi sibuk ma..." meminum teh yang telah di sajikan oleh asisten rumah tangga


"Ya aku nggak ditanya ni Bun?.." Bunda Lisa tersenyum mendengar putrinya satunya lagi


"Aduh, maaf Bunda lupa nak. Maklum sudah tua..."


"Tapi masih cantik kok..." Dinda mendekati Bunda Lisa dan langsung memeluk tubuh Bunda Lisa


"Kamu kapan nikah nak..." ucapnya dengan lembut


"Ih! Bunda kan tau kalau aku nggak punya pacar..."


"Makanya jangan sibuk dengan dunia mu sendiri..." Dinda langsung memasang muka cemberut nya


"Nak! Bagaimana keadaan cucu Bunda..?"


"Baik Bun, malah kemaren Dinda lihat dia nya gerak-gerak gitu..." Saat Fatimah ingin buka suara. Tapi langsung didahului oleh Dinda dan dia tersenyum mengingat layar monitor USG Fatimah kemarin. Menampilkan makhluk kecil


"Ah! Syukurlah kalau gitu..."


"Ayah masih kerja Bun..?"


"Iya nak..."


Saking asiknya bercerita dan melepas rindu. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 5 sore.Jadi Fatimah dan Dinda berpamitan pulang kepada Bunda dan Ayah nya yang baru pulang


"Assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam. Eh si non!..." ucap Bi Sum dan dibalas tersenyum oleh Fatimah


"Non mau mandi atau makan dulu...?"


"Aku mau mandi aja deh Bi. Udah bau keringat soalnya..." Tapi belum mencapai anak tangga. Fatimah membalikkan tubuhnya agar mengarah ke Bi Sum tadi


"Bi..."


"Iya non, ada yang bisa Bibi bantu..?"


"Enggak ada. Fati cuma mau bilang. Kalau Fati mungkin tidak akan makan lagi.." muka Bibi Sum mengernyit. Bingung kenapa majikannya tak mau makan. Apa masakannya tak enak itulah yang ada pikirannya


"Tadi sudah makan di rumah Bunda.."


"Ah! Baik non kalau begitu. Akan Bibi simpan lagi masakannya biar nggak basi.." di balas anggukan oleh Fatimah


🌼


Di dalam kamar


Fatimah langsung berjalan ke kamar mandi dan membawa handuk serta baju ganti untuknya. Setelah membersihkan diri, Dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang mengambil Hpnya. Kemudian berselancar membuka sosmed


"Ini bukannya mas Azmi ya..!" ucapnya sendiri saat melihat foto profil Azmi yang DM dia


Ting...(satu pesan masuk)

__ADS_1


"Hai! Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam. Ada apa ya mas..?" balas Fatimah kepada Azmi. Ternyata Azmi langsung mengechat Fatimah. Setelah Fatimah mengkonfirmasikan tadi


"Enggak cuma mau menjalin silahturahmi😁.."


"Ah! Kirain ada apa..."


"Kamu sudah makan Fat..?"


"Iya sudah.."


"Hem ya sudah kalau gitu. Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


"Kamu ini kenapa si Az. Masa kau mencintai istri orang..." ucap Azmi pada dirinya sendiri. Setelah chatting sebentar dengan Fatimah tadi. Jujur saat pertama mereka bertemu.


Tepatnya Azmi yang dulu terpesona dengan Fatimah waktu dia di pantai. Di sanalah Azmi mulai terbayang-bayang wajah Fatimah. Dia pikir Fatimah itu masih lajang. Ternyata Gadis yang ia kagumi sudah punya suami


🌼


"Assalamualaikum..." ucap Addry yang baru pulang dari kantor. Kini jam sudah menunjukkan jam 10 malam. Karena tak ada jawaban. Terpaksa Addry sendirilah yang membawa seluruh barang nya dan menutup pintu


"Bi, kenapa kamu tak membukakan pintu. Jangankan membuka pintu. Jawab salam ku saja tak kamu jawab.."


"Maaf mas, aku ada kerjaan tadi. Jadi tak sempat turun ke bawah..." Addry sebenarnya ingin marah. Tapi setelah mendengar alasan sang istri. Jadi ia urungkan


Bianca langsung membantu Addry melepaskan jas dan sepatu. Ia benar-benar seperti istri idaman. Tapi sebenarnya sikap yang diberikan Bianca ada maksud dibelakang


"Capek ya mas...?"


"Aku siapkan air dulu ya..." dibalas anggukkan oleh Addry. Setelah selesai, Bianca langsung menyuruh Addry membersihkan diri dulu kamar mandi dan Addry menurut. Karena memang seluruh badannya sudah lengket semua


"Mas main yuk..!" ucap Bianca dengan manja, bersandar di dada bidang Addry yang saat ini sedang sibuk dengan handphone nya


"Tapi mas lagi ada kerjaan yang..." Sebenarnya bukan pekerjaan sih. Tapi Addry ingin menelpon istrinya yang satu lagi. Entah mengapa malam ini dia sangat merindukan istrinya satu itu


"Ini juga kemauan anak kamu mas..." alih-alih Bianca gunakan calon anaknya biar Addry tak berkutik lagi. Tepat sekali perkiraan Bianca. Malam ini mereka menghabiskan waktu di atas ranjang sampai 3 jam. Baru lah mereka bisa tidur sebelum masuk waktu shalat subuh


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Betapa senang nya Addry, hari ini dia akan menginap di rumah nya Fatimah. Dia sungguh sangat rindu dengan istrinya itu. Karena sudah 4 hari, ia di rumah Bianca.


Sudah 4 hari pula dia tak menghubunginya. Karena itulah aturannya. Jika Addry menginap di rumah Bianca, maka ia tak di diperbolehkan menghubungi Fatimah dan itu juga sebaliknya


Drttt....


"Iya Halo. Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam..."


"Ada apa mas!.."


"Nanti mas, akan tidur di rumah mu. Jadi mas mau kamu masakin makanan kesukaannya mas ya!.."


"He'em ya mas.."

__ADS_1


"Sudah ya! Sekarang mas mau kerja dulu.."


"Iya mas. Semangat💪 kerjanya. Fati tunggu di rumah.."


"Iya sudah. Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam..."Panggilan berakhir.


Fatimah yang saat ini sedang berada di halaman belakang. Bersantai sambil membaca buku seputar kehamilan dan di temani oleh minuman orange jus dan cemilan kripik


🌼


"Maaf nona, hari ini anda ada panggilan job..."


"Dimana..?" masih sibuk membalas chat dari seseorang


"Di perusahan E. Jadi model sampul majalah nona..." jelasnya


"Oke..." Sang asisten pergi. Setelah memberitahukan kepada atasannya tentang jadwal hari ini..."


Dringggg....


"Halo Honey..." Mata Bianca langsung ceria


"Bagaimana keadaannya...?"


"Hem, aku belum tau..."


"Kenapa?..."


"Malas..."


"Hufttt..." helaan napas pria itu


"Sudah jangan bahas itu. Kapan kamu akan kesini..?"


"Mungkin sebulan lagi..."


"Oke aku tunggu Honey kedatangan mu.."


"Heem" Pria itu sakit hati karena Bianca. Tak pernah mau mengetahui bagaimana keadaan makhluk kecil itu


🌼


"Maaf tuan kalau boleh saya tau. Hari ini tuan akan pergi ke rumah nyonya Fatimah atau masih di rumah nyonya Bianca..?" ucap Tomi dengan hati-hati


"Hari ini saya akan tidur di rumahnya Fatimah Tom..." seketika senyumnya mengembang


"Baiklah kalau begitu tuan.." Mereka berdua menempuh jalan menuju rumahnya Fatimah. Tapi agak terlambat, karena jalanan yang lumayan rame. Padahal Addry sangat bersemangat untuk cepat sampai ke sana. Karena ia ingin melaksanakan shalat maghrib bersama sang istri. Tapi apa daya kalau begini 😅


Tok...


Pintu di ketuk, Fatimah langsung bergegas mendahului Bi Sum yang saat itu juga hampir sampai di depan pintu. Ia sangat yakin jika yang mengetuk pintu itu adalah Addry suaminya..


Ternyata benar. Fatimah langsung mengucapkan salam dan melaksanakan kewajibannya sebagai istri. Dia juga telah menyiapkan segala hal untuk keperluannya Addry


Malam ini juga, Fatimah akan melaksanakan kewajibannya untuk sang suami yaitu nafkah batin. Walaupun agak gugup. Karena ini merupakan kedua kalinya mereka melakukan kegiatan itu

__ADS_1


Semoga kalian selalu di beri kesehatan dan rezeki yang murah. Aamiin🍀


Terima kasih juga. Karena telah mampir di novel ini😊


__ADS_2