Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 63


__ADS_3

Setelah selesai makan tadi, Addry dan Fatimah menuju haluan ke pantai. Karena sudah lama mereka tak ke sana dan melihat matahari tenggalam mungkin sangat enak. Apalagi melihatnya bersama pasangan


“Mas, jangan marah dong. Maaf ..”


“Mas enggak marah kok Dek, tapi Mas kecewa aja. Padahal tadi Mas mau ajak kamu ke restoran..”


“Nyata-nyatanya kamu malah ajak Mas makan bakso..”


Iya tadi sepanjang perjalan. Entah dapat dari mana. Fatimah malah mengajak Addry putar haluan makan di warung bakso yang berada di dekat pinggir jalan


“Maaf Mas ini pasti maunya anak kita..”


Selalu saja anak yang di jadi alasan kamu Dek..


He he he, maaf Mas. Habisnya aku sudah lama enggak makan di sana..


...🥀🥀🥀...


“Kamu enggak mau gitu foto-foto Dek..?”


“Enggak deh Mas, aku mau bersandar saja di sini..” ucapnya menepuk-nepuk bahunya Addry


“Manja..”


“Kenapa Mas, enggak suka. Ya udah deh..”


“Eh! Eh jangan marah dong Dek. Mas suka kalau kamu manja sama Mas..” Fatimah tersenyum saat Addry yang langsung meluruskan pembicaraan agar tak ada kata pertengkaran di antara mereka


“Dek kita foto dulu ya untuk mengabadikan moment nya..”


Sudah banyak foto yang mereka dapat. Hingga akhirnya, mereka pun memutuskan untuk pulang


“Dek, mari kita pulang yuk..”


“Lihat hari sudah gelap…”


“Iya Mas, ayo!”

__ADS_1


Saat berjalan menuju parkiran. Mereka berdua tak sengaja bertemu dengan Dinda dan Azmi yang sepertinya mau pulang juga


“Assalamualaikum Din..”


“Masya Allah, waallaikumsalam Fati..” balas Dinda. Kini kedua wanita itu berpelukan. Tanpa tau apa yang terjadi di antara Addry dan Azmi


"Eh! Sama Mas Azmi ya..!" Azmi hanya tersenyum saja. Menambah amarah yang kini telah membara di dalam dirinya Addry. Saat melihat sang istri menanyai pria itu. Padahal cuma nanya ya, tapi sudah buat hati Mas Addry kebakaran🤣


“Din, apa kabar kamu..?”


“Alhamdulillah aku sehat Fat. Kalau kamu dan dedeknya bagaimana..?”


“Alhamdulillah juga sehat Din..”


Allahu Akbar…..


Allahu Akbar…..


Azan berkumandang membuat mereka memberhentikan pembicaraan dan kini ke empat insan itu bangkit dari duduk menuju masjid yang ada di dekat pantai


“Dek, Mas ke situ ya…”tunjuk Addry kea rah perkumpulan laki-laki


“Din aku kesana juga ya..!” di balas anggukan oleh Dinda


“Din makin dekat aja sama sih dia..” ledek Fatimah


“Dekat-dekat, tapi enggak ada tuh kemajuannya Fat..” kini mereka telah selesai shalat dan saat ini baik Dinda maupun Fatimah sedang sibuk memakai kaos kaki


“Aku doain semoga kalian bisa sampai langgeng deh..!”


“Aamiin…”


“Semangat benar jawabnya Din..”


“Iyalah aku sudah lama jatuh-”


“Ooppsss..” ucap Dinda dengan keceplosan

__ADS_1


“Tuh kan ke bukti..”


“Sudah Fat ketawa nya..” ucap Dinda sudah kesal karena Fatimah enggak berhenti-henti ketawa


“iya-iya sudah-sudah..” memegang perutnya agak kram


“Kenapa Fat..?” ucap Dinda saat melihat muka Fatimah yang kini mulai berubah pucat


“Enggak tau Din, rasanya agak kram di perut ku..”


“Jangan gitu Fat. Aku panggil dulu ya Pak Addry nya..” kini Dinda ke susahan mencari Addry karena banyak pria yang shalat juga di masjid tempat mereka shalat tadi. Azmi bingung saat melihat Dinda seperti orang kepanikkan membuat pria itu berjalan mendakati Dinda


“Hei!” Dinda langsung terkejut saat ada yang menepuk bahunya


“Pak Azmi..?” dengan nada panik


“Iya Din, kenapa..?” Azmi juga ikut-ikutan panik melihatnya


“Anu itu..”


“Iya Din, pelan-pelan ngomong nya. Atur dulu nafas ya..!”


Dinda menuruti apa yang di katakana oleh Azmi. Saat pernapasannya sudah mulai membaik. Dinda langsung memberitahukan apa yang terjadi dan berhasil membuat Azmi khawatir


“Kamu kembali lagi lihat keadaan Fatimah. Aku cari Addry dulu..”


Pria itu berlari melihat seluruh area di dekat masjid, tapi tidak kelihatan dimana Addry berada, sedangkan laki-laki yang di cari kini sedang berjalan menuju masjid kembali. Karena tadi dia merasa haus, jadi dia ke warung terdekat untuk membeli air putih


“Bang Addry….”


“Iya kenapa..?”


“Anu Fatimah ..”


“Iya kenapa dengan Fatimah..?”


“Kata Dinda perut Fatimah kini merasa kram..”

__ADS_1


Saat mendengar tutur Azmi membuatnya langsung berlari meninggalkan Azmi yang kini diam melongo. Melihat Addry yang begitu siap siaga. Tanpa tau di mana tempat Fatimah berada


__ADS_2