Kiblat Cinta Bumi

Kiblat Cinta Bumi
34


__ADS_3

Baca dong baca. Lanjut komen dan Like. Vote juga atuhlah 😭


.


.


Bumi menggendong Alisha ke luar dari ruang tamu. Nadia tampak berjalan di sampingnya dengan membawa tas Alisha. Dari jauh Bumi sudah menangkap sosok sang kiblat cintanya.


"Aduuh enak-enak an ya ini Ayah ngopi, Bunda sama anaknya ditinggalkan." Candaan Bumi hampir membuat kopi yang sudah sampai tenggorokan keluar kembali dari mulut Akash.


"Halu aja Lo terus sebelum Dia jadi suami orang," sindir Damar yang buru-buru membuang rokoknya sebab ada anak kecil.


"Kak, itu mulut Bakso mercon? pedes banget." Bumi berdecak kesal seraya mendudukan Alisha di pangkuannya.


"Assallamuallaikum cantiknya Oom, digendong siapa sih?" Akash menciumi pipi merah sang keponakan. Alisha tertawa geli dibuatnya.


"Mau pandilnah Onti adjah, nda mau pandil Tata. Ndak syuka." Ucap Alisha dengan bahasa planet yang harus benar-benar diresapi agar dapat dipahami.


"Ooh mau panggil Onty ya maksudnya?" Bumi meyakinkan maksud omongan Alisha. Alisha mengangguk-angguk membuat pipinya ikut bergerak seperti jelly.


"Maaf ya tadi Aku tinggalin, Kamu masih ngantuk?" Akash merapikan pashmina Bumi yang melorot menampakan sedikit pundaknya.


"Enggak koq, tapi lapar." Jawab Bumi seraya tersenyum menampilkan kedua gigi kelincinya yang amat lucu.


"Tadi kelamaan dandan sih, jadi nggak sarapan." Akash menyentuh hidung gadis itu dengan ujung telunjuknya.


"Kalian bikin Aku baper deh Kak, Kak Akash kelihatan banget sayangnya sama Kak Bumi." Nadia yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Akash dan Bumi berkomentar.


"Aku juga sayang koq sama Kamu." Akash mengusap pelan kepala adiknya itu dan beralih mencubit gemas pipinya.


"Tayang Atu duda nda Oum?" Alisha yang sepertinya mengerti pembicaraan yang dibahas ikut bertanya.

__ADS_1


"Sayang dong, sini Oomnya cium dulu!" Akash mendekatkan pipinya pada Alisha dan langsung mendapatkan ciuman darinya.


"Onty mau dicium juga?" Akash menggoda Bumi.


"Mau banget...." Bumi malah menyambut godaan dari pria yang tampak lebih tampan jika memakai sarung tersebut.


"Maunya..." Alih-alih mencium, Akash malah memukul pelan dahi Bumi dengan ponselnya. Lalu beranjak mengajak Damar mengambil makan dan tentu saja diiyakan oleh Damar.


"Kak Bumi udah tahu kan kalau Kak Akash sebulan lagi menikah?" Tanya Nadia saat Sang Kakak sudah pergi.


"Iya tahu, Aku sedang berusaha merelakan. Kamu tenang saja Aku nggak ada niat untuk mengagalkannya koq. Hanya ingin benar-benar mengukir banyak kenangan saja dengannya." Bumi menampakkan tampang tegar dengan hati yang sebenarnya berdenyut nyeri.


"Aku kalau jadi Kak Bumi pasti nggak bisa setegar ini. Ummi selalu bilang kasihan pada Kak Bumi." Nadia justru yang memasang wajah sendu. Kelopak matanya yang bulat bahkan terlihat berkedip-kedip menahan air mata.


"Aku nggak mau bahas yang sedih-sedih ah Dek, Aku bahagia koq. Mencintai kan nggak harus memiliki. Dan yang bisa memiliki juga belum tentu dicintai." Bumi menenangkan gadis yang sangat diharapkan bisa dijadikan adik ipar itu dengan mengusap-usap punggungnya.


"Semoga Kak Bumi berjodoh dengan lelaki baik," ucap Nadia yang dalam hati tetap berharap bersatunya cinta Akash dan Bumi.


"Aamiin...." Ujar Bumi menyapukan kedua telapak tangan ke wajahnya.


"Alisha pup? pakai diaper nggak Sayang?" Bumi mengusap-usap perut Alisha memberikan rasa nyaman.


"Dia masih pakai diaper Kak, Kak Zha belum membiasakannya ke kloset saat pup dan pip. Pasti itu lagi ngeluarin pup tuh." Nadia yang sudah hafal kelakuan keponakannya reflek menutup hidung.


"Ya udah Alisha pup aja nggak apa-apa, nanti Onty antar buat bersihkan ya?" Bumi malah berjongkok di hadapan gadis kecil itu menungguinya selesai membuang hajat.


"Udah onti, ayuu danti duyu pampesnya. Atu nda syuka bauuuu." Alisha menutup hidungnya sendiri.


"Ya sudah ayok cari toilet dulu, Alisha jalan kaki ya?" Bumi segera berdiri lalu mengambil tas Alisha di meja.


"Kak Bumi yakin mau bersihin pupnya Alisha, Aku panggoilkan Kak Zha saja." Nadia hendak beranjak namun segera ditahan Bumi.

__ADS_1


"Udah nggak apa-apa. Aku sudah terbiasa. Kamu diam di sini jaga tas ku dan tunggu Kakakmu kembali." Perintah Bumi dan mulai berjalan menuntun Alisha yang sedikit mengangkang saat melangkah. Bumi bertanya pada seseorang tentang keberadaan toilet dan dengan arahan orang tersebut Bumi dapat dengan mudah menemukan tempat yang dia cari.


Sementara itu di dalam sana saat Akash mengambil makanan sang Kakak sempat-sempatnya menegur tentang kedekatannya bersama Bumi.


"Kash, jaga sikapmu. Jangan memancing penasaran orang-orang."


"Semua orang juga tahu Aku cintanya sama Bumi, Kak Zha tenang aja pernikahan nggak akan gagal kecuali Allah mengabulkan do'a salah satu di antara Kami." Ucapan Akash sangat pelan namun membuat Kakaknya itu geram. Andai bukan di tempat umum sudah dia jambak itu rambut adiknya.


"Kamu menyebalkan!" Umpat Zahra dan berlalu meninggalkan Akash.


Akash yang sudah membawa dua porsi makan hanya tersenyum tipis dan kembali ke luar diikuti Damar dan Lila yang ternyata sedari tadi menemani Ayesha.


Bumi ternyata begitu lihai membersihkan pup Alisha tanpa merasa jijik sedikitpun. Setelah memastikan tangannya kembali bersih dan harum Bumi segera membawa Alesha ke luar dari toilet. Dengan sangat penuh sayang Dia membalur perut Alisha dengan minyak telon dan membubuhkan bedak tabur juga di sana.


Dipakaikannya diaper berbentuk celana dengan sangat hati-hati membuat Alisha nyaman. Selesai dengan urusannya, Bumi segera menggendong Alisha untuk kembali ke tempat semula.


Akash ternyata sudah kembali, Lila pun ada di sana. Bumi mempercepat langkahnya demi memberikan asupan pada perutnya yang sudah mendapat protes dari para cacing.


"Lama nggak sih Aku perginya?" tanya Bumi saat sudah kembali dan mendudukan bokongnya si kursi. Alisha kembali dia dudukan di pangkuannya.


"Aku baru kembali, udah makan dulu. Alisha sini sama Oom." Akash yang duduk berhadapan dengan Bumi beranjak hendak meraih tubuh Alisha. Namun, Alisha malah menolak tidak mau.


"Ya udah biarin aja, Aku masih bisa koq makan sambil gendong Alisha." Bumi membetulkan posisi duduknya sampai mendapatkan posisi nyaman. Ditariknya piring berisi nasi dan lauk pauk di hadapannya lalu setelah mengucap bissmillah mulai menyuapkan ke dalam mulutnya.


"Atu mau duda matan dung ontiiii." Alisha protes karena Bumi tidak menawarinya.


"Hahaha maaf Sayang, Onty nya lupa nawarin. Onty suapin ya?" Bumi menyendokkan nasi dengan takaran lebih sedikit. Agak kesusahan Dia memberikan suapan pada Alisha dengan posisi seperti itu.


"Dek, gantian duduknya. Kakak di situ." Akash berdiri dan menyuruh Nadia pindah ke kursinya sementara Dia pindah ke kursi Nadia tepat di sebelah kursi Bumi.


"Nadia sama Oom deh duduknya, biar Onty nyuapinnya gampang." Akash menepuk-nepuk pahanya. Alisha berpikir sejenak lalu mengganggukan kepalanya.

__ADS_1


Jadilah pemandangan manis itu membuat siapa saja terbawa perasaan melihatnya. Alisha duduk di pangkuan Akash dan makan dari suapan Bumi sementara Bumi sendiri makan dengan disuapi Akash.


Dari dalam rumah Zahra melihatnya dengan geram namun tidak bisa berbuat apa-apa demi melihat binar kebahagiaan di wajah putrinya.


__ADS_2