
"Kau bukan Biksu," ucap Zhi Yuan, matanya menyipit dengan kepala sedikit menggeleng.
Kepala sosok itu terlihat mengelupas, beberapa rambut nya yang berwarna kuning dan bercampur putih itu terlihat lepek, hanya menempel di beberapa bagian kepala saja, kulit wajah nya penuh keriput dan pucat, seluruh matanya di lapisi lendir putih tipis, tetapi masih dapat dilihat warga gelap di daerah pupil mata nya.
mahluk itu menempelkan wajah nya di jeruji besi itu, dan membuka bibirnya, tangan kanannya mulai menuangkan mangkuk ramuan itu dari atas tanpa menyentuh bibirnya.
"glekk.... glekkkk, gleekkk," mahluk itu mencoba menelan ramuan yang di tuangkan di atas bibir nya, setelah meminum ramuan mahluk itu sedikit terhuyung dan terjatuh di lantai basah penuh cairan lengket.
"aakkkkkhhhh....." mahluk itu mulai mengerang kesakitan, dengan tertelungkup di lantai dan bergerak -gerak untuk sesaat, terdengar jeritan-jeritan mulai melemah, dan tidak begitu lama semua nya terlihat mulai tenang.
Sosok itu mulai duduk bersila di balai batu di dalam jeruji, dan mengatur nafasnya, masih dengan mata terpejam sosok itu mulai bicara.
"bocah katakan siapa namamu?" ucap sosok itu suara serak nya terdengar begitu lemah.
"aku Zhi Yuan, " ucap Zhi Yuan sambil berjongkok dan memegang jeruji besi di depan nya.
"Zhi Yuan? bocah, apa kau tidak mencium bau busuk di tempat ini?" tanya sosok itu.
Zhi Yuan masih menatap sosok itu dan hanya menggeleng,
"baiklah kau boleh pergi sekarang, dan mulai hari ini hanya kau yang boleh masuk ke tempat ini, jika kau mencoba melarikan diri asap putih itu akan mengejar mu dan aku akan memakan mu, apa kau mengerti?" ucap sosok itu.
Zhi Yuan berdiri dan mundur beberapa langkah sambil membungkukkan badan nya memberi hormat dan meninggal tempat itu dengan sedikit berlari.
__ADS_1
****
Tahun sudah berlalu,
Di sekte Pedang Langit Xu Guang Zhou sedang melihat lencana yang hanya setengah pemberian Yang Yu Feng, tubuh nya kini cukup tinggi melebihi anak-anak seusianya akibat latihan nya yang tidak pernah di lewatkan oleh bocah itu, mata nya menatap sesekali ke arah seorang wanita yang sedang duduk bersama beberapa laki-laki yang semuanya terlihat begitu kaya.
Wanita itu adalah nona muda Li Xuyan, usianya 15 tahun, meski tidak secantik Xiao Ling namun penampilannya luar biasa, melampaui murid wanita yang usia nya jauh di atas wanita itu .
"dia benar-benar sempurna," gumam Xu Guang Zhou
"Nona Li wanita tercantik di Sekte ini, aahhh seluruh pria di desa ku akan membunuhku, karena cemburu jika aku membawa wanita itu ke desa ku," ucap seseorang di belakang Xu Guang Zhou yang juga sedari tadi memperhatikan Li Xuyan, wajah pemuda itu terlihat putus asa karena tidak mungkin mendapatkan cinta wanita itu.
Xu Guang Zhou sedikit terkejut karena tidak menyangka ada orang yang mendengar ucapannya, namun hanya tersenyum tipis karena hampir semua pria di sekitar nya sedang menikmati kesegaran melebihi udara di pegunungan Pinus Yangzhi.
Lamunan Xu Guang Zhou menguap saat tiba-tiba beberapa gadis berusia sekitar 13 tahun melintas di hadapan nya dengan berbincang cukup kencang.
Xu Guang Zhou melebarkan matanya, dan dengan begitu cepat memasukkan lencana setengah nya itu, sambil memperhatikan dengan seksama gadis yang bicara itu, bukan ucapan gadis itu membuat Xu Guang Zhou begitu pucat namun tubuh wanita itu begitu besar, dengan hidung pesek, mata nya yang hampir tidak terlihat di tutupi pipinya yang besar, di pinggang wanita itu tergantung lencana yang sangat mirip dengan milik nya, dan Xu Guang Zhou dapat memastikan lencana itu adalah sebagian dari lencana milik nya.
Dan waktu yang sama di tempat lain di Sekte Pedang Langit tampak seorang bawahan Liu Fang si pembuat onar berbaring di tanah, dan di satu sisi Zhi Yuan juga dalam kondisi yang tidak lebih baik, hanya beberapa orang saja yang menonton peristiwa itu, karena pemandangan seperti itu sudah terjadi hampir setiap hari menimpa Zhi Yuan.
Liu Fang yang berusia 14 tahun dan sudah di ranah pendekar menengah tingkat 3, pemuda itu meraih kerah pakaian Zhi Yuan dan memaksa nya berdiri,
"kali ini kau cukup lumayan bocah budak, tapi besok kau tidak akan selamat, jika kau pintar sebaiknya jangan pernah kembali ke tempat ini, sekte ini bukan tempat untuk anak dari seorang budak," ucap Liu Fang.
__ADS_1
Zhi Yuan hanya tersenyum memperlihatkan darah yang melapisi gigi nya yang kecil-kecil, tidak ada ketakutan atas ancaman dari lawannya.
"Besok? apa kau lelah? aku masih bisa meladeni mu sepanjang hari ini, dan sebaiknya kau mulai lah memanggilku kakak, karena kau hanyalah seorang pengecut kecil," ucap Zhi Yuan dengan nafas tersengal.
Liu Fang membelalakkan matanya begitu marah,
"bocah ini sudah gila, aku sudah menghajar nya dari hari pertama datang ke Sekte, tapi dia tidak pernah takut, bukan nya menghindar, tapi semakin lama dia yang mencari ku dan menekankan ku, ini tidak bisa dimaafkan," batin Liu Fang.
Xu Guang Zhou melangkah pelan ke arah kerumunan orang yang sedang menonton perkelahian, pemuda itu seperti terlalu bosan membantu Zhi Yuan yang selalu mencari keributan, wajah tampannya masih terlihat sedikit pucat, dan tatapan mata belum begitu fokus masih memikirkan wanita pemilik sebagian dari lencana perjodohan nya.
Xu Guang Zhou menyela kerumunan orang-orang, dan mendekati Liu Fang.
"Sebaiknya kau melepaskan Zhi Yuan kakak Liu," ucap Xu Guang Zhou.
Sudut mata Liu Fang bergerak ke arah Xu Guang Zhou,
"oh, si tulang naga datang, " gumam pelan Liu Fang, sambil melepaskan kerah pakaian Zhi Yuan dan bocah itu kembali terjatuh tidak berdaya.
Liu Fang mendekati Xu Guang Zhou dan memeluk bahu nya,
"Adik Xu, sebaiknya kau berhenti membantu sampah itu, tidak baik kau bermusuhan dengan kelompok kami, tulang naga bukan segala nya," ucap Liu Fang sambil mencoba menggoyangkan tubuh Xu Guang Zhou yang tidak bergeser sedikitpun.
Xu Guang Zhou yang masih di ranah alam menengah tingkat satu hanya tersenyum masam,
__ADS_1
"kakak Liu, tolong berhenti membuat keributan dengan teman ku," ucap Xu Guang Zhou
"cih, teman?" ucapan Liu Fang terhenti saat melihat seorang remaja wanita yang terlihat begitu cantik di usianya mendekati mereka.