
Pagi itu mata Hua Mulan terbuka setengah dan mengingat jika dirinya masuk ke dalam selimut Zhi Yuan dan tidur di pelukan pemuda itu, namun matanya secepatnya di pejamkan saat melihat putera dan ayah nya hanya berdiri di depan pintu saja, dan berbalik keluar.
"Semalam aku pasti sudah gila, kenapa aku tidak kembali ke ruangan ku dan memilih tidur di pelukan pemuda ini, aku tidak memikirkan sampai sejauh ini, aahhh... bodoh, bagaimana aku menatap putera ku saat ini, ayah? dan juga Zhi Yuan," Hua Mulan memejamkan matanya dalam-dalam pikiran nya sudah buntu.
Pagi itu keduanya duduk berdekatan, Li Buya dan Hua Daiyan di hadapan mereka seperti siap menghakimi perbuatan mereka.
"ibu bagaimana ibu bisa pindah tidur ke kamar kakak Zhi? tanya Li Buya.
"i-tu karena ibu sering berjalan saat tidur, benar kan ayah!? ayah selalu mengatakan itu sewaktu aku kecil," ucap Hua Mulan sambil berpura-pura tertawa.
"ibu... aku ini sudah 18 tahun, dan tahu arti merah di leher mu itu," ucap Li Buya, membuat Hua Mulan memperbaiki kerah pakaian nya agar lebih tertutup, begitu juga dengan Zhi Yuan.
Wanita itu memperlihatkan gigi merapat nya karena kesal, dengan ucap putera nya mendekati Li Buya.
"aahhh... bocah berandalan ini, kenapa bicara pedas seperti itu pada ibumu hah? sebaiknya kau keluar, ibu ingin bicara dengan Kakek mu," ucap Hua Mulan dan dengan sedikit marah menarik rambut Li Buya dan mendorong nya keluar, dilengkapi dengan sebuah tendangan ringan di bokong pemuda itu.
"Li Buya.... jangan menguping!!" teriak Hua Mulan saat melihat bayangan pemuda itu mendekati jendela.
Zhi Yuan dan Hua Mulan berlutut di hadapan Hua Daiyan.
"Ayah... ini tidak seperti terlihat, kami tidak sampai melakukan hal seperti itu," ucap Hua Mulan
"Diamlah kau gadis bodoh, biar aku bicara dengan pemuda ini," ucap Hua Daiyan dengan wajah begitu serius.
"Ayah... tolong jangan terlalu keras pada nya," ucap Hua Mulan
ucapan yang tidak berhenti dari Hua membuat Hua Daiyan menarik nafas dalam-dalam,
"Puteri ku.... aku bahkan belum bicara, baiklah anak muda katakan padaku tentang mu," ucap Hua Daiyan.
"Tabib Hua, aku hanya anak seorang budak, dan aku sudah memiliki dua istri, tadi malam kami tidak sampai berhubungan seperti layaknya suami istri, tapi jika tuan ingin aku bertanggung jawab, aku akan bersedia dan menikahi Nyonya Hua," ucap Zhi Yuan.
__ADS_1
Dada Hua Mulan hampir melompat, mata nya terbelalak tidak percaya apa yang di dengar nya, hatinya bercampur aduk antara bahagia dan marah, namun kenyataannya dua istri dari Zhi Yuan membuat wanita itu begitu kecewa.
Hua Daiyan menutup matanya dalam-dalam, dan menghembuskan nafas nya panjang.
"Latar belakang mu tidak bagus sama sekali untuk menjadi menantu ku, tapi jika kalian tidak sampai melakukan nya, itu sedikit melegakan, karena kau tidak perlu menikahi Puteri ku, semua nya sudah jelas sekarang kau tunggu di luar, aku akan bicara dengan Puteri ku," ucap Daiyan.
Wajah Hua Mulan terlihat begitu terpukul saat mengetahui Zhi Yuan sudah memiliki dua istri, namun pemuda itu tidak salah karena mereka tidak pernah bicara masalah pribadi sejauh itu, kejadian semalam begitu tiba-tiba, tanpa pernah terpikir oleh keduanya.
"Ayah maafkan aku," ucap Hua Mulan, terlihat penyesalan di wajah nya
"Apa pemuda itu melihat punggung mu?" tanya Hua Daiyan, mengabaikan permintaan maaf Hua Mulan.
"Ayah... aku tidur terlentang di bawah, dan dia diatas- ku, ehemm... maksud ku tidak, dia tidak melihat nya," ucap Hua Mulan wajah nya seperti ingin menangis memperlihatkan giginya merapat nya.
Bibir Hua Daiyan terbuka, dan setelah nya memejamkan mata sambil mengangguk beberapa kali, seperti tidak ingin meneruskan pembicaraan ini.
"aahhhh... demi ramuan, apa kau benar-benar Puteri ayah? tapi baiklah apa yang di katakan pemuda itu benar?" tanya Hua Daiyan.
"i-tu..., saat itu... benda besar itu terselip sedikit tapi tidak benar-benar masuk, a-ku...
"benda besar? ehemmm... hukk... hukkk...," batuk Hua Daiyan menghentikan kicauan Puteri nya.
"Cukup.... ehemmm... ayah mengerti, haaaahhh.... sudah... sudah... diamlah!!" teriak Hua Daiyan tidak tahan lagi.
keduanya terdiam cukup lama, dan pria tua itu mulai bicara nya,
"Puteri ku... terlepas dari benar atau tidak, hanya ada sedikit penyesalan ku, kenapa kalian tidak sampai melakukan nya?" tanya Hua Daiyan.
"ayah? apa ayah sudah gila?" tanya Hua Mulan, yang kini terbelalak.
"tidak gadis bodoh, ayah sama sekali tidak gila, dengarkan ayah mu ini, kau bukan istri seseorang lagi, apa salahnya mencari suami, jadi jika kelak kau menikah lagi, restu ku hanya untuk pemuda itu, tidak untuk pria lain, pemuda itu sudah menguburkan ibu mu tanpa mengenal mu yang cantik atau tidak, ataupun ayah mu ini kaya atau tidak, dia melakukan nya tanpa memikirkan imbalan yang akan diterima, dan ayah berpikir mungkin ibu mu yang memilih dia sebagai menantu nya, kau tahu sendiri bagaimana wanita itu jika sudah berkeinginan, jika ibumu saja sudah setuju ayah tidak akan bicara lagi," ucap Hua Daiyan, yang memang selama hidup nya semua di urus oleh istrinya.
__ADS_1
"Tapi ayah, bocah licik itu sudah memiliki dua istri? aahh... dia benar-benar menyebalkan," ucap Hua Mulan seperti anak kecil yang merajuk pada ayahnya.
"aahh... sudah lah Puteri kecil ku, lagi pula ayah rasa dia terlalu muda untuk mu, sebaiknya kita berangkat," ucap Hua Mulan.
Mereka pun berangkat, dua pelayan yang menjaga Hua Daiyan memilih untuk pergi terlebih dulu, karena mengetahui jika wanita itu tidak lagi keluarga Li, Hua Daiyan duduk di sebuah gerobak keledai menuju rumah obat mereka, dan yang lain nya berjalan karena keledai kurus itu tidak akan mampu menarik jika mereka semua naik.
Tampak wajah Hua Mulan begitu kesal, dan selalu berteriak saat bicara, membuat Hua Daiyan tersenyum yang sangat mengetahui jika Puteri nya itu marah.
"Yuan'er... apa kau tidak ingin memiliki istri ke tiga?" tanya Hua Daiyan.
"Kakek, apakah aku harus memanggil adik Zhi dengan sebutan ayah? ini tidak adil, meski lebih tinggi tapi dia lebih muda dariku," gumam Li Buya seperti bicara sendiri, namun sebuah tendangan dari wanita itu kembali mendarat di bokong Li Buya, membuat remaja itu menjauh.
Zhi Yuan hanya menggeleng,
"bocah licik, siapa yang Sudi menjadi istri mu hah?" teriak Hua Mulan
"Puteri ku kenapa kau marah? ayah juga tidak akan menikah mu dengan pemuda baik ini, sikap mu akan membuat nya mati muda," ucap Hua Daiyan sambil tertawa.
Zhi Yuan juga ikut tersenyum, hal ini membuat Hua Mulan begitu malu dan semakin marah, bahkan wanita itu melangkah begitu cepat dengan kepala tertunduk.
"Aku tidak akan bicara dengan kalian lagi," ucap Hua Mulan, sedikit berlari.
"Dasar... bocah tidak bertanggung jawab, sudah melakukan nya tapi tidak ingin menikahi ku," ucap Hua Mulan dan tiba-tiba menabrak dada kekar seorang pria.
Tampak kepala desa tersenyum mesum sambil memainkan kumis besar nya, dan beberapa bawahan nya tertawa di belakang nya.
"hahaha.... nyonya cantik apa anda tidak apa-apa?" ucap kepala desa sambil mengulurkan tangannya.
"cut... cut....cuuutttttt.... siapa meletakkan kepala desa burik itu di sana?" teriak izzyl begitu marah nya.
kepala desa terlihat begitu bingung dan pucat pasi.
__ADS_1
"aaaiiiisshhhh.... apa kalian pikir aku tidak memiliki ide lagi hah? selalu bertarung setiap perjalanan dengan wanita cantik, aahhhh itu terlalu amatiran, apa kalian pikir ini novel kultivasi China hah? dasar pekok!!!!" jerit Thor izzyl, sambil terus berteriak berlari ke arah kepala desa dan menendang bokong pria itu, membuat kepala desa dan bawahan nya lari kocar-kacir.