Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 160 - Dunia kecil.


__ADS_3

Dan tidak lama di sebuah rumah pengobatan cukup besar di ibukota dua wanita saling berhadapan, beberapa catatan kesehatan sudah berserakan, Hua Mulan memperhatikan dengan begitu seksama, dan mengangguk beberapa kali, dan melempar catatan itu begitu saja di atas mejanya, seperti sudah mengetahui tentang catatan itu.


Matanya terlihat penuh kemarahan menatap mata dari Penasehat Ming.


"Aku sudah menunggu hari ini begitu lama," ucap Hua Mulan.


Penasehat Ming mengangguk, seperti dirinya kini di bawah tekanan, dan tanpa perlawanan.


"Katakan syarat nya nyonya?" ucap Penasehat Ming seperti menyerah.


"Bagus.... kau langsung ke pokok permasalahan, dan kau juga sudah tahu apa syarat yang harus di penuhi," ucap Hua Mulan dengan tangan mengepal, terlihat sebuah cincin giok di telunjuk nya, pemberian Zhi Yuan.


Penasehat Ming kembali mengangguk, sambil menelan ludahnya.


"Siapkan peralatan anda nyonya, semua syarat sudah di penuhi," ucap Penasehat Ming, berdiri dan membungkuk sopan.


"Besok aku akan ke istana, jika keadaannya seperti yang kau katakan, ada beberapa herbal yang harus aku cari terlebih dahulu," ucap Hua Mulan.


"Baiklah, tunjukkan saja tusuk rambut ku, maka anda akan di antar ke tempat yang semestinya," ucap Penasehat Ming memberikan sebuah tusuk rambut berlambang ular api.


***


Pagi itu Zhi Yuan terlihat tenang, seutas senyum terlihat di bibir, meksi kantung mata tampak bengkak dan sedikit gelap, namun pemuda itu tampak antusias menuju sebuah pasar. Zhi Yuan sangat merindukan masakan hambar dari Hua Mulan, dan berencana membeli beberapa bahan yang diperlukan, dan sesuatu yang baru memenuhi pikirkan.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki waktu banyak untuk mencari reinkarnasi Dewi Zhang Ziyi, dunia ini terlalu luas untuk waktu dua bulan, kira-kira berapa usianya saat ini? apakah masih kecil? dia pasti tumbuh menjadi gadis yang cantik, aku sangat berharap dia hidup bahagia," batin Zhi Yuan, dan menatap barang belanjaannya.


"aahhh... aku sangat beruntung hari ini, ini lobak merah terakhir di pasar ini, dan juga labu udang tua," gumam Zhi Yuan memeluk keranjang berisi beberapa sayuran di dadanya, namun langkah nya terhenti saat menatap dua orang sedang berbincang sambil menikmati hidangan di kedai sederhana tidak jauh dari tempat nya berdiri, pemuda itu sedikit mendekat ke samping kanan mendengar pembicaraan pasangan itu.


Seorang pemuda berusia sekitar 25 tahun, yang tampak begitu tampan dengan senyum bersih dan dari kalangan atas, mata pemuda itu tampak di penuhi sorot birahi menatap punggung kurus wanita yang sedang memangku bocah laki-laki. dan wanita itu seperti tidak terganggu dengan tatapan mesum dari teman pria nya.


"hahaha.. tabib muda Li, kau sangat pandai meluluhkan hati wanita, katakan berapa wanita sudah kau taklukkan? aku lihat nona dari akademi penari itu selalu datang ke rumah pengobatan ku untuk menanyakan mu," ucap wanita itu yang tidak lain adalah Hua Mulan seperti sedang meladeni rayuan dari Pria itu.


Pria itu menggeleng sambil tersenyum,


"Jangan katakan kau cemburu, haha... aku begitu bahagia mendengar nya, meski kau sudah memiliki putera mata ku tidak akan mampu beralih ke wanita lain lagi," ucap pemuda itu.


"hahaha... putera pertama ku seumuran dengan mu, sudah cukup, aku tidak akan menjawab nya, bagaimana apa kau sudah siap?" tanya Hua Mulan, dengan suara khas wanita dewasa yang sedikit berat dan tegas.


"kau selalu memperlakukan dengan baik, aku siap, hari ini aku sudah mengenal putera mu, bagaimana jika kau mengenalku pada calon ayah mertuaku? ayah mu seorang tabib yang begitu melegenda, aku sangat ingin bertemu," ucap pria muda itu.


"cukup tuan Li, aku tahu semua akal-akalan mu, aku wanita yang sudah bersuami?" ucap Hua Mulan, menghindar dari tatapan Pemuda itu.


"aku sudah mendengar semuanya, suami mu pergi, aku tidak percaya dia begitu egois terhadap wanita secantik dirimu, percayalah tabib Hua, aku akan menggantikan nya," ucap pemuda itu.


Zhi Yuan memejamkan matanya, dan bersiap melanjutkan perjalanan kembali ke istana, namun seorang pria setengah baya menabrak punggung pemuda itu membuat isi keranjang nya berserakan.


Aahhh... maafkan aku anak muda, aku sama sekali tidak melihat nya," ucap pria itu terlihat penuh penyesalan, dan mencoba membantu Zhi Yuan.

__ADS_1


Zhi Yuan berhenti menatap pria itu dan mengangguk, dan mulai berjongkok mengumpulkan barang belanjaan nya, dan pria itu ikut berjongkok dan mengeluarkan beberapa keping emas.


"terimalah, beli lah barang yang sudah aku rusak, aku begitu terburu-buru jadi tidak bisa membantu mu," ucap pria itu.


"itu tidak perlu paman, lagipula tidak ada barang yang rusak," ucap Zhi Yuan.


Pria setengah baya itu kembali meminta maaf dan pergi meninggalkan Zhi Yuan, namun telinga nya fokus mendengarkan dua orang yang berada tidak jauh dari nya.


"tabib muda Li, hentikan rayuan mu, kau adalah tamu penting di rumah Pengobatan ku, aku akan menghargai metode mu kali ini, meski aku melihat nya tidak begitu efektif," ucap Hua Mulan.


"hahaha.... benar kau harus menghargai ku, tapi tidaklah kau melihat kemampuan ku tadi, aku mampu keluar dalam tekanan hebat, tanpa melakukan kesalahan," ucap pria yang terlihat pintar itu.


"tapi tabib Hua, meski aku baru beberapa bulan mengenal mu, tapi aku merasa kita begitu cocok, kita bisa berbagi keluhan kerja karena kita sangat tahu kesulitan pekerjaan kita," ucap Pria itu.


"aku juga merasa kita co-cok..." ucapan wanita itu berhenti saat melihat pria membelakangi nya, pemuda itu terlihat hanya diam, sambil setengah berlutut tanpa mengambil barang-barang yang berserakan.


Wanita itu menutup bibirnya, menatap punggung dari pemuda itu, dan berdiri seperti tanpa sadar wanita itu mendekati Zhi Yuan dan pria yang menemani nya makan juga ikut mendekati Zhi Yuan sambil menggendong anak kecil laki-laki.


Hua Mulan mengambil beberapa lobak merah, dan dengan hati-hati menatap Zhi Yuan yang menunduk dengan seluruh poni menutupi wajahnya, tiba-tiba wanita itu menjatuhkan lobak merah yang baru di pungut nya, dan membeku menatap Zhi Yuan.


Bibir wanita itu terbuka, matanya tidak berkedip menatap Zhi Yuan,


"Adik Hua apa kau mengenal pemuda ini?" tanya pria dengan bocah laki-laki di gendongan nya.

__ADS_1


__ADS_2