Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 49 - 21 seperti 13


__ADS_3

Calon istri mu sudah pergi, katakan apa kau tidak merindukan ku?" ucap Zhang Ziyi sambil menatap mata pemuda itu begitu dekat, wajah keduanya begitu dekat, bahkan bibir wanita itu sedikit terbuka.


Darah mulai terlihat di pipi Zhi Yuan, dadanya berdebar, pemuda itu hanya mengangguk, membuat Dewi Zhang Ziyi tersadar, dan mengusap permukaan bibir nya dengan lidah sambil menelan ludah.


"hihi... itu bagus, aku juga sangat merindukan mu," Zhang Ziyi memeluk pemuda itu begitu erat, dan mengusap darah dengan ibu jarinya.


"Katakan Yuan'er... apa kau sudah belajar kitab pemberian ku?" tanya Zhang Ziyi yang kini duduk di dekat pemuda itu sambil meremas jemari panjang pemuda itu.


"Aku sudah belajar Kakak Ziyi, bagaimana cara memperlakukan wanita yang kita cintai," ucap Zhi Yuan dan menatap Zhang Ziyi.


"Bagaimana?" tanya Zhang Ziyi


"Para pria biasa nya mencium bibir wanita yang di cintai nya, saat bertemu jika terpisah cukup lama," ucap Zhi Yuan darah kembali keluar karena malu.


Zhang Ziyi memejamkan matanya, wanita itu ingin sekali tertawa melihat keluguan dari Zhi Yuan, namun Zhang Ziyi menahan nya, dengan memasang wajah serius nya.


"baiklah.... sekarang apa kau ingin mencium bibir ku ini?" tanya Zhang Ziyi.


Zhi Yuan mengangguk namun wajah nya menunduk, membuat Zhang Ziyi menatap pemuda itu lekat-lekat.


"Dia mulai menggunakan hati nya yang polos, dan pemuda ini begitu malu, dan berhati-hati padaku, karena bagi nya aku seperti majikan yang harus di hormati, aahhh... dia begitu hebat dengan wanita lain, tapi berhadapan dengan ku dia masih seperti bocah 13 tahun," batin Zhang Ziyi.


"Baiklah Zhi Yuan.... aku memanggilmu seperti seorang wanita kepada seorang pria, jika kau mencintai ku dari hatimu, kau boleh mencium ku," ucap Zhang Ziyi.


Zhi Yuan masih menunduk, wajahnya tertutup sedikit rambut depan nya, darah di pipi Zhi Yuan sudah menyentuh rahang pemuda itu.


Zhang Ziyi mengangkat dagu Zhi Yuan agar wajah mereka saling menatap,


"Apa kau ingin mencium ku?" tanya Zhang Ziyi kembali.

__ADS_1


Mata kehijauan Zhi Yuan menatap mata Zhang Ziyi,


"Aku tidak tahu Kakak Ziyi," ucap Zhi Yuan membuat dada Zhang Ziyi bergetar hebat, tangan nya bergetar dan wajah wanita itu menunduk.


"Aku tidak percaya dia benar-benar berusia 21 tahun? seharusnya dia sudah mencium ku di awal," batin Dewi Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi mengejapkan beberapa kali mata nya, wajah nya berpaling ke arah lain.


"ehemmm.... apa yang kupikirkan? baiklah Aku harus pergi, Yuan'er... aku sudah menyiapkan makanan untuk mu, makan lah sendiri aku sedikit ada urusan," ucap Zhang Ziyi dan keluar dari ruangan itu begitu saja.


namun kaki nya berhenti saat di bibir pintu,


"kelak jika kau menyukai wanita, dan wanita itu memberi isyarat, jangan sekali-kali mengatakan hal seperti itu, cium saja bibir mereka," ucap Dewi Zhang Ziyi, dan berlalu.


Zhang Ziyi membeku di kamar nya,


"Ini sudah waktunya, pemuda itu sudah jatuh hati padaku," batin Zhang Ziyi, meremas kedua tangannya seperti mendapat sebuah tekanan hebat, tidak dapat dipungkiri jika hatinya sedikit sedih saat akan menghancurkan hati pemuda itu, namun Dewi Zhang Ziyi sangat percaya jika dirinya adalah Dewi kejam yang tidak peduli hanya pada satu perasaan manusia, kegelisahan di hati nya bahkan membuat sebuah bulatan energi begitu mematikan disekitar nya.


Keduanya terlihat bersenang-senang, sesekali Dewi Zhang Ziyi memainkan air dengan jemari nya dan mencipratkan ke wajah Zhi Yuan. Zhang Ziyi melambaikan tangan dan perahu itu sudah menuju dermaga, Zhi Yuan memegang tangan Zhang Ziyi untuk naik ke dermaga kayu di pinggir sungai, namun dari atas seorang pemuda mengulurkan tangan di hadapan wanita itu.


Zhang Ziyi menatap sesaat uluran tangan itu, dan menatap wajah Zhi Yuan sekilas, tampak Zhi Yuan sedikit terkejut ada pria yang berani mendekati wanita yang sudah bersama pria lain.


"Tuan Wang?" ucap Zhang Ziyi seperti tidak percaya jika mereka bertemu di tempat ini.


Zhang Ziyi melepaskan tangan nya dari pegangan Zhi Yuan, dan jemari lentik itu menerima uluran tangan Wang Kai, membuat kening Zhi Yuan sedikit berkerut.


Wang Kai begitu fasih memainkan rayuan nya kepada Zhang Ziyi, dan wanita itu seperti meladeninya, senyum riang sesekali terlihat di wajah Zhang Ziyi. Zhi Yuan sedikit menjauh dari keduanya, mereka bertiga sudah berdiri di depan Paviliun Dong Chu, Zhang Ziyi menawarkan untuk Wang Kai mampir namun pria itu menolak nya dan berjanji akan datang besok harinya.


Zhang Ziyi melihat kemurungan di wajah Zhi Yuan membuat nya semakin bersemangat memanasi hati pemuda itu,

__ADS_1


"Apa kau mengenal pria tadi?" tanya Zhang Ziyi.


Zhi Yuan hanya mengangguk, sambil menelan makanan dari mangkuk nya.


"Dia salah satu murid terkenal di sekte tempat ku dulu belajar," ucap Zhi Yuan.


Zhang Ziyi tersenyum sendiri,


"Dia terlihat gagah, dan juga tuan Wang begitu perhatian padaku, apakah dia pria yang baik?" tanya Zhang Ziyi.


Zhi Yuan hanya mengangguk, karena memang tidak begitu mengenal sepak terjang Wang Kai, meski banyak cerita buruk yang di dengar Zhi Yuan, namun pemuda itu tidak suka membicarakan keburukan orang lain.


"Kami berkenalan beberapa hari yang lalu, dia berkata ingin menaklukkan ku dalam satu bulan, aku menerima tantangan nya itu, tapi bisa saja aku kalah dalam taruhan ini, hihi...," ucap Zhang Ziyi dan masuk ke dalam ruangan nya.


Zhi Yuan memejamkan matanya, ada sedikit kekecewaan di mata pemuda itu, jemari panjang nya meremas hingga patah sumpit di genggaman nya.


Beberapa hari sudah berlalu, Wang Kai setiap hari datang ke paviliun Dong Chu, dan semakin hari Zhang Ziyi dan Wang Kai terlihat begitu mesra, bahkan tanpa sengaja Zhi Yuan sering memergoki keduanya sedang bicara di tempat pribadi Dewi Zhang Ziyi, dan bicara seperti berbisik.


Seperti siang itu saat Zhi Yuan, sedang mencoba meracik beberapa herbal di halaman tengah paviliun Dong Chu, tampak dua insan yang seperti sedang di Landa asmara itu berbicara sambil duduk di pagar jembatan beratap. Dewi Zhang Ziyi memang sengaja menunjukkan kemesraan mereka di depan Zhi Yuan.


"Nona Zhang, bagaimana jika aku menginap di paviliun ini? seperti nya tempat ini begitu nyaman saat malam hari," ucap Wang Kai.


Zhang Ziyi hanya tersenyum, sudut matanya mengarah ke arah Zhi Yuan yang berada tidak jauh dari mereka.


"Nyaman? tuan Wang aku penasaran, apa kau benar-benar ingin menginap di paviliun ini apa di kamar tidur ku?" tanya Zhang Ziyi tersenyum genit, seperti seorang wanita murahan.


Wang Kai tersenyum simpul,


"Penasaran mu akan segera terjawab Nona Zhang, taruhan kita tinggal 10 hari, tetapi malam ini seperti kau akan akan menjerit karena kalah," ucap Wang Kai yang terlihat berusaha menahan Bira*hi nya.

__ADS_1


"hahaha..... menjerit? kita tidak akan tahu jika kau belum membuktikan nya, Bagaimana menurutmu Yuan'er? apa kau mengizinkan Tuan Wang menginap? bagaimanapun juga kau adalah pemilik paviliun ini," tanya Zhang Ziyi, menatap Zhi Yuan yang tidak jauh dari tempat nya.


__ADS_2