Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 97 - Ingin menikmati kebersamaan.


__ADS_3

Malam itu Hua Mulan duduk di depan cermin, wanita itu menyisir rambut panjang nya, matanya terlihat kosong, menatap bayangan nya di cermin.


"Aahhh... kepala ku akan hancur memikirkan nya, aku sudah berusaha menjauhi nya, tapi memikirkan dia akan pergi hatiku seperti akan mati untuk selamanya, hanya dia adalah orang yang bisa ku ajak membagi beban hati ku, dan aku begitu marah saat mendengar wanita lain mendekati nya," Hua Mulan menarik nafasnya dalam-dalam.


"aaahhh... aku sudah terlalu lelah berpikir, aku tidak bisa terus seperti ini, aku bukan batu yang tanpa perasaan, lebih baik aku akan menikmati saat-saat kami masih bisa bersama, agar tidak ada penyesalan setelah dia pergi, aku akan mengambil resiko meski jiwaku akan sepenuhnya mati, setidak nya aku pernah merasakan bahagia, aku begitu menginginkan kebahagiaan ini," batin Hua Mulan, dan memutuskan untuk merasakan kehangatan hatinya, meski dia tahu akan begitu menyakitkan di akhir.


Hari-hari berlalu dan Hua Mulan kembali membuka sedikit hati nya untuk dekat dengan Zhi Yuan meski selalu berusaha untuk tidak terlalu berlebihan, namun sudah membuat hati nya kembali berwarna, setahun sudah berlalu sejak meninggalkan kediaman Li, Hua Mulan terlihat jauh lebih muda meski sangat jarang tersenyum. Tubuh nya juga tampak segar, wanita itu mulai menjaga penampilan dengan mengatur pola makan dan latihan beberapa tehnik keindahan tubuh, membuat tubuh nya seperti terpahat dengan sempurna, punggung nya dan lengan nya kurus, namun bokongnya semakin tertarik ke atas dan menonjol kebelakang, meski pinggang nya tidak begitu ramping, dan terdapat sedikit lemak di perut bawah nya namun hal itu justru menunjukkan kematangan sebagai wanita. ditunjang pinggul lebar dan paha panjang yang berisi membuat nya seperti bunga ranjang yang benar-benar panas.


Kelebihan inilah membuat setiap gaun yang di kenakan terlihat ketat di bagian pinggul dan mencetak bokong dan paha nya, dan wajah ketus tanpa ekspresi membuat setiap pria akan penasaran.


Beberapa pemuda kaya, dan Kepala desa di tempat mereka terlihat berlomba-lomba mendapat perhatian Hua Mulan, beberapa kali kepala desa menawarkan rumah mewah tetapi wanita itu selalu menolak nya. hari itu terlihat Li Buya datang dan Hua Mulan meminta Zhi Yuan untuk ikut makan bersama.


"Musim dingin akan tiba, Zhi Yuan bisakah kau ikut kami? " tanya Hua Mulan.

__ADS_1


Zhi Yuan menatap Hua Mulan penuh pertanyaan,


"Aku ingin menjemput ayah ku," ucap Hua Mulan dan Li Buya sudah memeluk ibu nya, dan keduanya terlihat begitu bahagia.


Dengan menyewa sebuah gerobak keledai, mereka berangkat saat pagi masih gelap, setelah perjalanan dua hari mereka sudah berkumpul dengan Hua Daiyan, pria tua itu tidak pernah berhenti menangis dan selalu mengucapkan terimakasih kepada Zhi Yuan, dan mereka semua membersihkan makam Nyonya Hua, dan melakukan upacara kecil dengan tumpukan buah apel dan beberapa hidangan lain di makam itu.


Siang itu semua nya sedang beristirahat di serambi depan gubuk itu, udara terasa begitu kering dan dingin, sudah dua hari matahari tidak mampu menembus kumpulan awan yang serakah, semua orang mengenakan jubah tebal kecuali Zhi Yuan yang seorang pengendali air dan salju, Hua Mulan menyiapkan hidangan siang di meja berkaki pendek itu, tampak wajah bahagia dari mereka semua.


"Tess...."


"aku bahkan tidak pernah memberikan setetes kehangatan hatiku kepada wanita yang begitu tulus kepada diriku, dia seorang Nona besar yang tidak peduli aku hanya anak dari seorang budak," batin Zhi Yuan.


Hua Mulan menghentikan makan nya sesaat melihat perubahan wajah pemuda di dekatnya, dan dengan cepat menundukkan wajahnya berpura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Kakek... lihat salju pertama di musim dingin," teriak Li Buya dan membantu Kakek keluar untuk menikmati udara dingin yang di bawa salju itu.


Pemuda itu terbangun dari lamunan nya, menatap sekeliling namun tampak Li Buya dengan Kakek nya sedang sedikit menari di halaman dan Hua Mulan berteriak-teriak ke arah keduanya agar kembali makan, pemuda itu sedikit lega karena tidak ada yang mengetahui perubahan sikap nya.


"Makan lah Zhi Yuan besok kita akan kembali ke ke rumah kita," ucap Hua Mulan kantung mata wanita itu sedikit memerah, dan mengambil mangkuk kosong dari tangan gemetar Zhi Yuan, tanpa mempedulikan tangan gemetar dari pemuda itu.


Zhi Yuan mengangguk, dan wanita itu meletakkan mangkuk berisi daging di depan Zhi Yuan, namun pemuda itu tidak mampu menyumpit makanan nya karena tangan nya begitu gemetar, berkali-kali pemuda itu mencoba namun ujung sumpit nya tidak berhasil menjepit makanan nya.


"Aahhh... kalian berdua cepat atau ibu akan menyeret kalian, makan lah Zhi Yuan aku akan menghukum kedua bocah itu dulu," ucap Hua Mulan yang mengatakan jika ayah nya seorang bocah, dan meninggalkan Zhi Yuan seorang diri.


Setelah jauh dari Zhi Yuan, Hua Mulan menutup matanya pelan,


"Dia bukan tipe pria yang tidak ingin memperlihatkan masalah nya, tapi wajah nya terlihat begitu sedih, apa yang terjadi di masa lalu yang begitu membuat nya sesedih itu," batin Hua Mulan, air mata sedikit keluar karena tidak tega melihat ekspresi Zhi Yuan gemetar.

__ADS_1


"Kenapa air mata keluar?" batin Hua Mulan, sedikit menggeleng mengusap cepat air matanya.


__ADS_2