
Zhi Yuan menghentikan beberapa pengikutnya yang ingin mengejar pasukan Jendral Qing Chen yang masih hidup,
"Biarkan mereka pergi," ucap Zhi Yuan.
"Ta-pi Jendral, mereka akan kembali menyerang kita," ucap bawahan Zhi Yuan.
"Jumlah mereka yang ketakutan hanya puluhan, dan lihat saja puluhan orang itu akan menyebarkan ketakutan kepada ribuan prajurit lain nya, dan jika rasa takut menguasai prajurit yang menyerang, mereka sebenarnya sudah tidak memiliki semangat, dan harapan menang, mereka akan lebih fokus untuk melarikan diri dari pada bertempur," ucap Zhi Yuan menatap pasukan kerajaan Wei yang berlari penuh luka.
Zhi Yuan mencuci wajah dan tangan yang penuh noda darah di sebuah sungai yang begitu jernih, jemarinya sedikit bergetar dan darah mulai keluar dari simbol segel nya.
"Tiga tahun terakhir darah ini semakin sering keluar, aku mulai sering merasakan rasa gelisah setelah pertempuran, dan aku juga sering memikirkan Kakak Ziyi dan Nona Wu," batin Zhi Yuan dan dada nya sedikit berdebar karena setetes rindu di hati, dan tetesan itu mulai membeku bersama hilang nya debaran itu.
Zhi Yuan memasuki daerah persembunyian nya, dan beberapa prajurit berdiri tegap memberikan hormat mereka,
"Jendral jumlah pasukan kita yang gugur 368 orang, dan kali ini kita mendapat lebih dari 15 ribu koin emas, satu peti perhiasan dan batu berharga, semua dikumpulkan dari prajurit musuh yang mati," ucap salah seorang bawahan Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya mengangguk, matanya menatap beberapa peti penuh dengan cincin giok, pengenal dari emas, dan logam berharga lainnya. Mata pemuda itu menyipit saat beberapa prajurit berkuda dengan Panji Kerajaan Yuan mendekat ke arah mereka, namun beberapa prajurit Zhi Yuan menahan nya, dan memerintahkan mereka turun pertikaian hampir terjadi, namun Zhi Yuan menahan nya.
Seorang prajurit berkuda terdepan terlihat begitu berkharisma, semua rambut nya terlipat rapi ke atas kepala nya, dan di ikat dengan penutup kepala berwarna hitam khas penutup kepala pejabat kerajaan, dua pedang sejajar di belakang pinggang nya membuat pria itu begitu gagah.
Zhi Yuan menatap pria itu dengan sorot mata acuh nya,
"Siapa kalian? dan katakan tujuan kalian ditempat ini? pikirkan lagi sebelum bicara, karena salah satu kata saja, kalian tidak akan pernah kembali, ditempat ini kami bisa membunuh siapapun yang kami anggap mencurigakan," ucap Zhi Yuan, beberapa prajurit Zhi Yuan sudah memegang gagang pedang nya, karena atasan mereka sudah mengeluarkan ancaman.
__ADS_1
Pria dengan pedang ganda itu tertawa, mengangkat sebuah lencana tanda pengenal yang begitu di banggakan nya, semua prajurit tampak terkejut karena lencana itu adalah milik biro rahasia yang langsung di bawah Raja Yuan, berisikan orang-orang kepercayaan, dengan tugas khusus untuk menghabisi lawan-lawan raja, baik secara terang-terangan maupun rahasia.
"hahaha.... bocah kau pikir bicara dengan siapa hah? singa hanya bicara dengan singa, Panggil Jendral Muda Zhi Yuan, aku Zhou Zhiping, Si Ular hitam dari biro Banteng Besi Kerajaan Yuan datang menghadap," teriak pria itu begitu cepat dan kencang.
Zhi Yuan memejamkan matanya dalam-dalam seperti tidak percaya,
"Apa penampilan ku terlihat begitu meragukan menjadi seorang Jendral?" tanya Zhi Yuan pelan kepada bawahannya, Beberapa pengikut setia nya yang mendengar ucapan Zhi Yuan hanya mengangguk, dan membuang wajah nya ke arah lain, dan beberapa orang sedikit menjauh.
Zhi Yuan melewati penempaan tulang Sutra Emas saat berusia 17 tahun, dan setelahnya pemuda itu memang tidak mengalami penuaan pada tubuh nya, kulit nya masih saja terlihat tipis seperti seorang remaja.
Zhi Yuan kembali menatap ke arah Zhou Zhiping.
"Bukankah namamu terlalu panjang? Baiklah Tuan ular, bi-ro, banteng..." Zhi Yuan sedikit berpikir, bibir nya masih terbuka namun tidak ada kata keluar, dengan tangan bergerak-gerak, seperti orang kesulitan bicara.
"aahh benar... Besi, baiklah Tuan mmmm., katakan tujuan mu?" tanya Zhi Yuan, yang kembali tidak mengingat nama Zhou Zhiping.
Mata penunggang kuda itu melebar, wajah nya memerah karena marah.
"bocah tengik, namaku Zhou zhiping, dan itu nama terakhir yang kau dengar sebelum mati," teriak nya dan melompat ke udara dari atas kuda nya, tangan kanan nya mencabut salah satu pedang nya dan menyerang Zhi Yuan, beberapa bawahan pemuda itu mencoba menghalangi nya, namun Zhou zhiping yang seorang kultivator ahli tingkat enam, begitu mudah menghajar bawahan Zhi Yuan, beberapa tendangan mendarat keseluruhan bawahan yang menghalangi nya, dan pedang itu semakin dekat ke arah leher Zhi Yuan.
Zhi Yuan bukan menjauhi pedang itu tetapi mendekati nya dan bergerak begitu cepat melewati tangan Zhou zhiping, pemuda itu memegang tangan kanan Zhou zhiping, tubuh nya begitu lentur seperti melilit pemuda itu dan tangan kiri Zhi Yuan mencabut pedang yang satu milik Zhou zhiping dan pedang di tangan kiri Zhi Yuan sudah menempel ketat di leher Zhou Zhiping, membuat Pejabat Kerajaan Yuan itu tidak bergerak.
Zhou Zhiping menelan ludah nya, jakun nya yang sedikit bergerak membuat kulit lehernya bersentuhan dengan mata pedang nya sendiri yang di rampas Zhi Yuan, darah segar merembes di leher Zhou Zhiping, pria itu mulai menyadari kesalahannya dan yakin jika pemuda yang di hadapi nya adalah Jendral muda Zhi Yuan.
__ADS_1
"Jangan bernafas jika ingin hidup, di tempat ini kau bukan apa-apa," bisik Zhi Yuan.
bola mata Zhou Zhiping bergerak kesamping, dan pria yang awalnya begitu arogan itu kini mengikuti semua ucapan Zhi Yuan, dan pejabat itu mulai menahan nafas nya.
"Aku sendiri bahkan tidak percaya, aku yang sudah di ranah kultivator ahli, dengan tehnik tinggi, sama sekali tidak bergerak hanya dengan sebuah gerakan, tidak ada gerakan basa-basi, pemuda ini mengunakan seluruh kemampuan nya hanya dengan satu tujuan yaitu membunuh cepat, dia memang seorang pembunuh di atas level ku, dan aku rasa hanya sang penguasa Gerbang Timur yang mampu melakukan ini," batin Zhou Zhiping.
Zhou Zhiping berlutut, wajah nya merunduk penuh ketidakberdayaan.
"Seorang pejabat ahli membunuh seperti ku bisa kehilangan satu pedangku, aku sangat pantas mati, maafkan aku Jendral, aku benar-benar tidak mengenali anda," ucap Zhou Zhiping, dengan wajah penuh penyesalan.
"Lakukan Jendral, suatu kehormatan bagiku mati di tangan seorang pahlawan besar seperti anda," teriak Zhou Zhiping.
Zhi Yuan bergerak indah, dan mengembalikan salah satu pedang Zhou Zhiping ketempat nya semula, dan Zhi Yuan itu sudah di depan nya.
"Aku ingin sekali membunuh mu, tapi aku hanya bisa membunuh dengan pedang ku, baiklah tuan....mmm... Aku tidak akan bertanya lagi," ucap Zhi Yuan yang seperti putus asa mengingat nama Zhou Zhiping.
"Aku mengerti Jendral, Raja Yuan memerintahkan untuk memberikan hadiah, 40 ribu koin emas, tanah seluas 10 desa di propinsi Jingyang, dan juga Jendral Muda Zhi Yuan diizinkan memiliki prajurit pribadi sebanyak 3000 orang, dan Yang Mulia Raja mengundang anda untuk datang ke istana saat perayaan akhir tahun ini, untuk mengangkat anda sebagai Jendral Muda Berbakat, dan akan menjadi pemimpin militer tertinggi di perbatasan Gerbang Timur." ucap Zhou Zhiping, dan menyerahkan sebuah lencana yang terbuat dari emas, dan bertuliskan nama Zhi Yuan, serta pangkat nya, yang terukir di balik lencana emas itu.
"Ini adalah pengenal anda yang baru Jendral, lencana seperti ini hanya ada 10 orang yang memiliki nya, hampir semua kalangan mengenal lencana ini, dengan benda itu anda dapat langsung menemui Raja tanpa pemeriksaan, dan mengambil hadiah serta bukti kepemilikan tanah di biro pajak ibukota," ucap Zhou Zhiping.
Semua bawahan Zhi Yuan terlihat begitu senang, dan bahkan beberapa orang mengeluarkan air mata karena terharu, pimpinan mereka menjadi penguasa militer tertinggi di gerbang timur, dan seketika semua orang berlutut, dan memberi selamat secara bersamaan kepada Zhi Yuan, termasuk Zhou Zhiping, dan beberapa bawahan nya yang turun dari kuda dengan berlutut.
"Apa mereka pikir aku bangga dengan semua ini? hah... kenapa saat ini aku hanya memikirkan dua wanita penindas itu," batin Zhi Yuan.
__ADS_1