
"Sekarang dengarkan aku bocah sombong, kau tidak akan menang berdebat dengan ku, jadi menyerah saja, biar aku yang menyelesaikan semuanya, apa kau paham?" ucap Wu Xiang Yu wajah nya begitu dekat dengan Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya mengangguk, begitu banyak yang berkecamuk di pikiran nya, wajah kecewa dari orang-orang yang sudah menolong nya selama ini terngiang di otak nya, pemuda itu sudah termakan ucapan lihai Wu Xiang Yu, namun pemuda itu tidak begitu pintar dalam hal negosiasi, dan sepenuhnya takluk di hadapan Wu Xiang Yu.
Zhi Yuan menarik nafasnya dalam-dalam,
"Baiklah nona Wu, lakukan apapun yang kau inginkan, dan jangan sampai Tetua Biksu mengetahui kejadian saat itu," ucap Zhi Yuan suaranya begitu lemah dan ingin menyelesaikan semua urusan nya dengan cepat.
Wu Xiang Yu lagi-lagi tersenyum, tidak dapat menahan kegembiraan nya.
"Seharusnya dari awal aku melakukan ini, aku sudah membuang energi mengatakan perasaan ku padanya," batin Wu Xiang Yu.
"Bagus, itu yang ingin aku dengar, kita akan mencoba melangsungkan perjodohan ini selama 3 tahun, jika gagal setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik, bagaimana menurutmu?" tanya Wu Xiang Yu.
"Tiga tahun?" hanya itu yang keluar dari bibir seperti bebek nya.
"Benar, tiga tahun, sekarang mulai lah serius," ucap Wu Xiang Yu dan menatap bungkusan milik Zhi Yuan di atas meja.
Wanita itu mengambil bungkusan itu menatapnya lekat-lekat, dan sesekali memeluk nya lembut serta menciumi nya.
"Ini wangi," gumam Wu Xiang Yu seperti bicara pada diri sendiri.
Zhi Yuan sedikit mengerutkan keningnya dan berpikir jika wanita itu sedikit memiliki kelainan, dan wanita itu kini bicara lagi.
"Aku sudah mencari tahu siapa dirimu, kau tidak memiliki orang tua, jadi bungkusan ini adalah hadiah pernikahan dari mu, dan aku, Wu Xiang Yu menerima hadiah pernikahan dari calon suami ku Zhi Yuan," wajah Wu Xiang Yu penuh dengan kemantapan.
Zhi Yuan menelan ludah yang seperti tersangkut di tenggorokan nya, wanita itu meletakkan bungkusan kain itu begitu hati-hati di atas meja dan membuka nya, gigi sedikit lancip itu kembali menghiasi senyum indah Wu Xiang Yu saat melihat isi dari bungkusan Zhi Yuan.
"Ini sempurna," guman Wu Xiang Yu, jemari lentik dan panjang begitu lincah memainkan peralatan jahit itu.
"Lepaskan pakaian mu," ucap Wu Xiang Yu, saat melihat beberapa sobekan di bagian siku pakaian Zhi Yuan.
"Ta-pi" ucapan Zhi Yuan terputus saat kepala Wu Xiang Yu menggeleng dengan tatapan galak.
__ADS_1
Pemuda empat belas tahun itu hanya patuh dan melepaskan jubah nya, dan seperti begitu senang Wu Xiang Yu melakukan nya dengan begitu terampil, wanita itu seperti tidak peduli memotong pakaian mahal nya untuk menambal pakaian usang milik Zhi Yuan.
"Nona besar Wu apa yang kau lakukan?" teriak Zhi Yuan, melihat pakaian mahal itu di potong seperti tidak bernilai, meski sudah bekas jika pakaian Wu Xiang Yu di jual pasti akan mendapatkan puluhan potong pakaian pelayan seperti milik Zhi Yuan.
"Aku sudah mulai melakukan tugas ku sebagai calon istri mu, pakaian suami mencerminkan ketulusan istri, bagaimana dengan mu, kapan kau mulai melakukan tugas mu?" ucap Wu Xiang Yu yang seperti begitu sibuk tanpa mempedulikan jawaban Zhi Yuan.
Mata Zhi Yuan hanya menatap kearah kanan dan kiri tidak tahu apa yang harus dikatakan.
Wajah Wu Xiang Yu terlihat begitu serius melakukan pekerjaan, sesekali mengusap keringat di kening nya dengan punggung tangannya.
"Sedikit lagi, daaannn..... ini sudah selesai," ucap Wu Xiang Yu menggigit benang dengan giginya,
Wanita itu terlihat begitu lega sudah menyelesaikan jahitan nya dan melipat jubah pelayan Zhi Yuan membungkusnya menjadi satu dengan alat menjahit tadi.
"Nona besar, tapi pakaian ku?" tanya Zhi Yuan.
Wu Xiang Yu hanya menggeleng,
Zhi Yuan yang mengenakan pakaian tipis tanpa jubah hanya mengekor wanita berhidung mancung itu, mereka menelusuri jalanan kota Jingyang yang sudah mulai bersinar dengan ribuan lentera yang dinyalakan, mereka menjadi pusat perhatian karena Wu Xiang Yu terlihat begitu cantik dan riang, sangat berbeda dari yang biasanya, keduanya terlihat seperti kakak adik karena wajah Zhi Yuan yang masih begitu muda namun tinggi mereka hampir sama.
Setelah beberapa jam keduanya sudah duduk di sebuah kedai kecil dengan makanan hangat, Zhi Yuan kini mengenakan pakaian berwarna gelap dan mahal, seperti pemuda itu tidak mampu menolak keinginan dari Wu Xiang Yu, keduanya menikmati makanan itu dengan sedikit bicara, tampak Zhi Yuan sudah tidak begitu canggung lagi.
"Kakak Yu kau sudah menghabiskan tiga koin emas untuk semua pakaian ku, aku tidak tahu kapan bisa membayar mu," ucap Zhi Yuan, yang tidak mengetahui satu anting Wu Xiang Yu seharga 90 koin emas.
"ini benar-benar enak," ucap Wu Xiang Yu, yang berpura-pura tidak mendengar ucapan Zhi Yuan.
Zhi Yuan mengangguk, dan mulai ikut menikmati hidangan hangat itu.
"Kau benar kakak Yu, aku setiap bulan sekali ke tempat ini setelah menerima upah bulanan ku," ucap Zhi Yuan.
Wu Xiang Yu menghentikan makannya, menatap wajah Zhi Yuan yang masih makan, dada nya terasa begitu sesak, mendengar ucapan pemuda itu, tanpa di sadari setetes air mata kembali mengalir dari sudut mata nya, jemarinya ingin menyentuh pipi Zhi Yuan namun diurungkan nya, wanita itu menatap jemari yang sudah menampar pipi Zhi Yuan.
"Apakah masih sakit?" tanya Wu Xiang Yu begitu lembut, matanya penuh rasa penyesalan.
__ADS_1
Zhi Yuan mengerutkan keningnya seperti tidak mengerti, dan saat melihat wanita itu menatap jemarinya, pemuda itupun mengingat tamparan Wu Xiang Yu.
Zhi Yuan menggigit bibir atas sambil menggeleng melihat mata berkaca-kaca dari Wu Xiang Yu dua huruf di pipi Zhi Yuan terasa perih.
"tidak," ucap pemuda itu.
"Mungkin kata-kata ku ribuan kali lipat lebih menyakitkan dari pada tamparan mu kakak Yuyue, jadi maafkan aku," ucap Zhi Yuan, sesaat menatap mata wanita itu.
Wu Xiang Yu mengangguk,
"sudah... lupakan!! sebaiknya kita makan," ucap Wu Xiang Yu, sambil menyembunyikan wajah nya,
"Ada apa dengan ku? kenapa hari ini aku begitu sensitif, aku bahkan dua kali meneteskan air mata dalam sehari demi pemuda ini, ini pertama kali nya aku menangis setelah orang tuaku meninggal," batin Wu Xiang Yu dan dengan cepat mengusap air matanya.
"Kakak Yuyue, saat di sungai aku melihat lidah api keluar dari tubuh mu, apa kakak pengendali api?" tanya Zhi Yuan sambil tetap wajahnya terbenam di mangkuk makanan nya.
Wu Xiang Yu yang sudah mulai teralihkan pikiran nya, terlihat kembali bersemangat.
"hemmm.... itu perisai Phoenix Api, aku adalah pelayan Kuil api suci, lidah api itu akan melindungi ku dari siapapun orang yang menyentuh tubuh ku tanpa keinginan hatiku, lidah api akan melindungi ku meski aku sedang tidak sadarkan diri," ucap Wu Xiang Yu.
"Zhi Yuan, kau tahu hari ini hidup ku begitu berwarna dan terasa menyenangkan, meski dari sorot mata mu aku tahu kau tidak menyukai ku, tapi aku senang kau juga tidak membenciku," ucap Wu Xiang Yu, senyum nya terlihat di paksakan.
"Maafkan aku nona, maksud ku kakak Yu, tapi aku belum pernah menyukai seseorang," ucap Zhi Yuan.
"Benarkah? aku jadi lega mendengar nya, awalnya aku pikir kau dan Nona Xiao saling menyukai, karena wanita itu begitu menyukai mu," ucap Wu Xiang Yu.
Zhi Yuan tersenyum tipis, sambil menggeleng,
"itu tidak mungkin, kakak Ling hanya menganggap ku adik, lagipula wanita itu begitu galak," ucap Zhi Yuan.
Wu Xiang Yu hanya mengangkat alis nya dan sedikit merebahkan tubuhnya di atas meja agar lebih dekat dengan wajah Zhi Yuan, dan bicara sedikit berbisik.
"adik? itu hanya dipikirkan bodoh mu, dia bisa membodohi semua orang, tapi tidak dengan ku, aku juga wanita, dan aku... aku bisa melihat mata nya selalu berbinar jika melihat wajah mu, meski saat dia memarahi mu," ucap Wu Xiang Yu.
__ADS_1