Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 25 - Kutukan Tetua Zhang.


__ADS_3

Keadaan di bawah tebing itu sudah mulai remang, mata Zhi Yuan dapat melihat pergerakan beberapa orang yang berlari dan sesekali melompat melewati bebatuan terjal, dan pemuda itu mulai memikirkan cara menghentikan para penyusup itu.


Zhi Yuan mencari posisi menyerang, pemuda itu bersembunyi dengan pedang terlipat di punggung nya, matanya mulai menghitung orang-orang yang lewat di hadapannya,


"Tinggal dua orang, sekaranglah saat nya," batin pemuda itu, dan sasaran nya terlihat dua orang yang paling dibelakang, keduanya terlihat sedikit kelelahan mengejar rekan mereka,


"wuzshhh..... sreessshhh"


"sreessshhh...."


Zhi Yuan melesat di belakang tubuh keduanya begitu cepat, melepaskan beberapa tebasan nya pada titik mematikan, dan dengan cepat pemuda itu masuk kesebuah celah tebing.


"aahhhkkkkk......," dua orang terakhir terlihat mengejang sambil berdiri.


Jeritan dua orang itu membuat rekan di depan mereka berhenti dan berbalik menatap kedua teman nya seperti membeku, darah segar menyembur dari leher keduanya dan tidak lama dua orang itu pun roboh.


"brruuugggg," suara tubuh menghantam tanah, dan penyusup yang melihat kejadian itu begitu terkejut, dan dengan cepat meraih sesuatu di saku jubah nya.


"suuuiiiiiittttt....." orang yang melihat kejadian itu meniup sebuah alat dari bambu kecil, suaranya begitu nyaring membuat rombongan penyusup itu berhenti dan berkumpul mendekati peniup bambu kecil itu.


Orang yang terlihat sebagai pimpinan mendekati kedua rekannya yang sudah tidak bernyawa itu, darah masih terus mengucur deras dari keduanya.


"Apa yang terjadi dengan mereka? mata-mata kita mengatakan bahwa jalur ini sangat aman," ucap seseorang diantara kerumunan penyusup itu.

__ADS_1


"Diam," ucap seseorang yang terlihat sebagai pemimpin itu dan matanya menatap kearah celah tebing tidak jauh dari kedua mayat itu, memberi isyarat agar semua orang waspada.


Pemimpin itu memberi isyarat tangan kepada bawahannya, di jawab anggukan oleh beberapa orang, dan mulai mendekati celah itu, dengan wajah tegang dan mereka mulai mengeluarkan senjata masing-masing dan masuk ke tempat itu, mereka terlihat marah dan bertekad menemukan penyerang rekan mereka dan tidak berhenti meski celah itu begitu sempit, bahkan di beberapa daerah mereka harus memiringkan tubuh mereka agar bisa melewati celah itu.


Celah itu memiliki banyak cabang, serta jalan keluar dan Zhi Yuan begitu mengetahui nya meski dalam kegelapan, pemuda itu mengeluarkan energi qi nya dan melesat agak jauh ke dalam celah, membuat penyusup itu mampu merasakan nya, dan berusaha mengejarnya, dan kini mereka sudah cukup jauh di dalam.


Orang yang terlihat sebagai pemimpin itu menggelengkan kepalanya, saat melihat beberapa lorong lain di tempat itu.


"Sial, ini jebakan, mundur!!!" teriak pemimpin itu, dan pertama bergerak meninggalkan celah itu.


namun sayangnya belum sampai pemimpin itu mencapai mulut celah Zhi Yuan sudah berada di luar celah itu, mata pemimpin penyusup itu terbelalak seperti tidak percaya melihat tatapan dingin, dan seringai pembunuh dari Zhi Yuan.


"Dia hanya seorang bocah, tapi itu tatapan yang paling menakutkan yang pernah kulihat," batin pemimpin penyusup itu.


"sreessshhh...."


"sreessshhh...." suara pakaian dan daging terpotong.


Zhi Yuan kembali masuk kedalam celah Melati jalan masuk lain, dan mencari jalan menyerang kelompok itu, dan setelah pergulatan yang melelahkan pemimpin itu dan beberapa bawahan nya berhasil keluar, meski harus meninggalkan satu lengan nya di celah itu.


Mereka berlari meninggalkan celah itu, jeritan masih terdengar dari rekan mereka yang tertinggal, mereka yang tidak berhasil keluar mulai dibantai tanpa bisa melihat dari mana penyerang nya, mereka hanya merasakan rasa ngilu serta perih saat bagian-bagian tubuh mereka terpotong, dan mulai pasrah menerima jika celah dingin itu akan menjadi peristirahatan terakhir untuk mereka.


Pemimpin dan kelima penyusup itu berniat kembali ke markas mereka, namun kaki mereka tidak dapat bergerak, saat melihat seseorang berkerudung melayang di udara di hadapan mereka.

__ADS_1


Sinar bulan penuh menyinari di celah dedaunan pohon tua, menerangi sosok melayang itu di hadapan para penyusup itu.Pemimpin penyusup yang sudah kehilangan lengan, dan nafsu bertarung nya mulai berlutut, mereka sadar tidak ada gunanya melawan orang yang sudah jauh di atas mereka.


Melihat pimpinan mereka berlutut semua orang mengikuti nya, dan sosok berkerudung itu melayang di atas mereka, membuat wajah pimpinan penyusup itu begitu ketakutan.


"Manusia tidak bisa terbang, Dewa ampuni kebodohan kami," ucap pemimpin penyusup itu begitu memelas.


Sosok berkerudung itu hanya terdiam, dan mulai mengarahkan tangannya keriput seperti mayat nya kearah orang-orang itu.


"kalian sudah berani memasuki wilayah Kuil Suci tanpa izin, malam ini bukan hanya kalian, tapi orang yang mengirim kalian ketempat ini juga akan mati," ucap sosok melayang itu dengan suara serak, dan telapak tangan itu terbuka lebar-lebar.


"blaarrr......" ribuan cahaya berbentuk kelopak bunga teratai melesat kearah penyusup itu dan menembus serta menghancurkan tubuh mereka dengan begitu mudah.


Zhi Yuan sedikit berlari berusaha mengejar pimpinan penyusup itu memelankan langkah nya, saat melihat beberapa mayat yang dipenuhi darah bergelimpangan didepan nya, pemuda itu mendekati mayat para penyusup itu dan melihat Tetua Zhang sedang duduk di dekat mayat-mayat itu, dan uap putih meliuk-liuk seperti ular mulai masuk ke tubuh tak bernyawa pimpinan penyusup itu, dan tidak lama uap itupun lenyap.


Zhi Yuan berlutut, tampak noda darah kering di pipinya, seperti nya setetes darah pernah keluar dari dua huruf di bawah mata pemuda itu. Dengan mengatur nafasnya Zhi Yuan mulai melepaskan selendang yang mengikat gagang pedang di telapak tangannya.


"maafkan aku Tetua, aku sudah mengecewakan Tetua karena bertarung seperti seorang pengecut," ucap Zhi Yuan.


"hahaha.... kau melakukan dengan sangat baik Yuan'er, tebasan mu begitu lemah dan kau menghabiskan energi qi mu untuk kecepatan, kecerdasan akan selalu menempatkan mu didepan meski kadang banyak yang mencela, sedangkan kebodohan akan membuat mu tidak bergerak, dan kau akan sibuk mencari alasan menutupi nya, sekarang kita pulang," ucap Tetua Zhang, dan perlahan menghilang.


Di malam yang sama kabut tebal memasuki pesisir timur kota Jinyang, dan kabut itu memasuki sebuah tempat hiburan yang menjadi markas dari serigala lapar. dan dari sebuah ruang tidur jeritan histeris dari seorang wanita, orang-orang bawahan kelompok serigala lapar dengan sigap mendobrak pintu ingin mengetahui apa yang terjadi.


Semua orang yang masuk ke ruangan itu secara berbarengan menutup hidung mereka karena bau busuk yang begitu menyengat, Wanita yang menjerit itu berjongkok di sudut ruangan dengan hanya selimut kecil yang menutupi tubuh telanjangnya, matanya seperti begitu ketakutan, tangan nya terus menunjuk ke atas ranjang, semua orang menatap ke atas ranjang itu, dan terlihat ketua kelompok serigala lapar itu mengerang lemah, seluruh kulit nya melepuh seperti bubur, tulang rahang nya terlihat bergerak seperti orang berteriak minta tolong, bola mata nya mulai terlihat bergerak-gerak di rongga tengkorak nya, sesekali tangannya yang hanya tinggal tulang bergerak dan kembali tenggelam di tubuh melepuh itu, seorang bawahan dari ketua kelompok itu tidak tega melihat tuan nya tersiksa, mencabut pedang nya dan melepaskan tebasan membuat kepala dari Ketua kelompok itu terpotong, dan menggelinding di lantai ruangan itu.

__ADS_1


Kutukan dari Tetua Zhang berakhir pada ketua kelompok serigala lapar, karena kutukan itu hanya untuk orang yang memberi perintah, dan Yang Yu Feng tidak pernah menyuruh ketua kelompok serigala itu untuk menyusup ke kuil suci, dan kali ini Tetua Yang berhasil berlindung dibalik kata-kata nya.


__ADS_2