
Yang Yu Feng mengangguk, matanya menatap sekeliling seperti ingin mengatakan sesuatu yang penting.
"Baiklah, pangeran ada yang ingin aku sampaikan, saat ini singasana putera mahkota sedang tertutup tirai, laporan resmi kementerian mengatakan jika putera mahkota sedang demam dan tidak boleh terkena udara langsung, aku sangat yakin orang di balik tirai itu bukan putera mahkota." ucap Yang Yu Feng menatap lekat-lekat wajah pangeran Qing Fan, seperti mencari reaksi nya.
Pangeran Qing Fan mengangguk,
"Seperti nya racun itu bekerja lebih cepat dari yang aku rencanakan, jika seperti ini usia putera mahkota tidak akan lebih dari dua tahun lagi," batin pangeran Qing Fan.
"Aku tidak tahu Penasehat Yang, ini kabar yang memprihatinkan, Penasehat Yang mulai lah menonjolkan kemampuan pangeran ke 5," ucap pangeran Qing Fan.
Yang Yu Feng memperbaiki posisi duduk nya sambil mengelus jenggot nya,
"Pangeran ke 5? Putera selir tingkat 2 Huang Mei, wanita ambisius dan pintar, putera nya pangeran ke 5 belum genap 8 tahun, tapi aku dengar begitu pintar dan sangat berbakat," gumam Yang Yu Feng seperti bicara dengan dirinya sendiri, dan pria tua itu mengangguk seperti mengingat sesuatu, dan menatap tahi lalat di pipi pangeran Qing Fan.
"Baiklah, tapi sebelum nya aku harus mengangkat pangeran ke dua terlebih dahulu, dan menjatuhkan hingga tidak tersisa, karena saat ini pangeran ke 2, juga begitu hebat," ucap Yang Yu Feng dan berdiri bersiap pergi, namun menghentikan langkah nya.
"Pangeran, sebaiknya kau pergi ke tabib, aku dengar mereka bisa menghilangkan tahi lalat tanpa bekas, tahi lalat kalian begitu mirip meski saat ini belum begitu terlihat di pipi pangeran ke 5," ucap Yang Yu Feng yang lebih di kenal dengan si mata pedang, dan pria tua itu keluar dari rumah hiburan yang mulai terbakar dari dalam.
****
Malam itu Zhi Yuan hanya duduk di balkon lantai teratas bangunan itu,terdengar suara orang berbicara di luar ruangan nya.
"Nyonya Li waktu anda hanya 10 menit," terdengar suara pengawal dari biro peradilan.
Hua Mulan masuk ruangan Zhi Yuan dan mendekati nya, tampak kantung mata nya seperti bengkak dan terlihat sembab.
"ehemmm...apa kau lapar?" tanya Hua Mulan, yang berusaha agar suaranya tidak terdengar serak akibat menangis.
"Aku tidak lapar Nyonya," ucap Zhi Yuan dan meneguk isi cawan di atas mejanya.
__ADS_1
"Jangan memanggil ku Nyonya lagi Tuan Zhi, anda sudah membeli ku kau bisa memanggilku pelayan, atau semacam nya, bagaimana pun juga sepuluh hari lagi aku akan menjadikan ku pelayan mu, sepuluh hari lagi kau akan bebas memperlakukan wanita tua ini sebagai budak mu," ucap Hua Mulan dan membuang wajah ke arah lain sambil mengusap air matanya.
Zhi Yuan tersenyum dan masih tenang.
"Kenapa wanita bicara ke barat jika arah nya ke timur," batin Zhi Yuan.
"Pelayan? bagaimana dengan hubungan kita selama ini Nyonya?" tanya Zhi Yuan.
Hua Mulan menggeleng dan tersenyum hambar,
"Tuan Zhi aku sudah memiliki anak, dan juga istri seseorang, sedangkan kau sudah memiliki dua istri cantik, hubungan apa yang sedang kau bicarakan? ucap Hua Mulan begitu dingin, hatinya begitu pedih mengatakan kata-kata kasar itu pada Zhi Yuan.
Zhi Yuan tertawa memperlihatkan giginya yang indah, mencabut tusuk rambut wanita itu membuat rambut indah nya tergerai, pemuda itu memeluk wanita itu dari belakang, dan menyingkap seluruh rambut nya ke samping bahunya. Zhi Yuan mengetahui rasa rendah diri wanita itu, dan ingin membatunya kembali percaya diri.
"Tuan Zhi apa yang kau lakukan?" tanya Hua Mulan dengan mata terbelalak karena Zhi Yuan tidak pernah bertindak seperti ini sebelumnya, dan sedikit meronta.
"Apa tidak sakit? kau mengatakan begitu dingin, Nyonya kau sama sekali tidak pernah minum teh daun bunga embun, totokan ku sudah lama lepas, hatimu pasti begitu sakit saat ini, dan kini aku sudah membeli mu, mungkin aku akan menjadikan mu istri ketiga ku," ucap Zhi Yuan yang terlihat begitu berbeda malam itu.
"prrfff..." Zhi Yuan hampir tertawa mendengar ucapan lugu wanita yang biasanya begitu pintar bersilat lidah dan kini menjadi seperti gadis belia.
"Nyonya, kau tidak tua sama sekali, aku bahkan selalu menatap ke arah lain agar tidak terjerat pesona mu, aku harus sangat berhati-hati di dekat mu Nyonya," ucap Zhi Yuan dan mendekatkan hidungnya di leher belakang Hua Mulan, membuat nya merinding saat udara hangat di tengkuk nya.
Zhi Yuan membalikkan tubuh Hua Mulan dan keduanya kini saling berhadapan, tangan pemuda itu menarik pinggang ramping wanita itu begitu ketat menempel.
"Apa? apa kau tertarik pada wanita tua seperti ku?" tanya wanita itu seperti ingin mendengar lagi pujian Zhi Yuan.
"Aku sudah mengatakan jika kau begitu cantik dan anggun, aku bahkan selalu memikirkan apa yang akan kita lakukan 10 hari berdua saja di dalam satu rumah, bagaimana jika aku tidak mampu menahan diriku?" bisik Zhi Yuan.
Hua Mulan sedikit bergetar membayangkan ucapan Zhi Yuan tentang 10 hari berdua dalam satu rumah, meski mereka selama ini juga dalam satu rumah, namun perasaan keduanya baru kali ini di ungkapkan dengan terang-terangan ingin melakukan hal itu.
__ADS_1
Nafas hangat begitu jantan dari Zhi Yuan membuat tubuh nya panas, wajah keduanya hampir menempel mata mereka beradu, jemari panjang Zhi Yuan menarik sedikit jubah Hua Mulan membuat dada atas sedikit terlihat.
Hua Mulan mulai melawan, namun pergerakan Zhi Yuan hanya sampai disitu saja, membuat Hua Mulan menghentikan perlawanan nya.
"Zhi Yuan lepaskan aku, bagaimana jika pengawal dari biro mendengar kita, waktu ku hanya 10 menit menemui mu di ruangan tertutup," ucap Hua Mulan yang juga berbisik, dan kembali meronta agar lepas dari pelukan pemuda itu, mengingat penjaga wanita ada tidak jauh dari tempat nya.
Zhi Yuan mendekatkan bibirnya ke bibir Hua Mulan, membuat wanita itu menatap bibir Zhi Yuan, dan perlahan membuka sedikit bibirnya bibir, namun bibir Zhi Yuan tidak mencium nya tetapi bibirnya hanya menyentuh ringan bibir lembut wanita itu, dan terus bergerak menelusuri leher kurus dan berhenti di dada atas Hua Mulan, membuat wanita itu sedikit tercekat, dan dengan cepat menggigit bibir bawahnya untuk meredam suara nya.
"Nyonya membayangkan sepuluh hari berdua membuat darah puberku mendidih, aku bahkan hampir tidak peduli dengan status sebagai istri orang, yang ada di pikiran ku hanya tentang hal itu," bisik Zhi Yuan bibir nya semakin mendekati gunung Hua Mulan yang terlihat bergerak karena getaran dadanya yang tidak terkontrol.
dug... dug.... dug..." terdengar suara pintu di ketuk,
"Nyonya Li, anda baik-baik saja? kami akan masuk jika anda tidak menjawab," teriak penjaga dari Biro peradilan itu.
Teriakan penjaga itu menyadarkan Hua Mulan dan mendorong mundur Zhi Yuan, dan memperbaiki pakaian nya.
"A-ku baik, jangan masuk, sebentar lagi aku akan keluar," teriak Hua Mulan.
Zhi Yuan mengangguk,
"Baiklah Nyonya, malam ini aku akan melepaskan mu, tapi aku tidak yakin besok apa aku sesabar ini, berhati-hati jika masuk ke ruangan ku, atau mungkin aku akan menerobos dua penjaga wanita itu," ucap Zhi Yuan dan melihat wanita itu mulai kembali percaya diri dengan kecantikan nya.
****
Pagi itu kantung mata wanita itu semakin membengkak, karena hampir tidak bisa tidur memikirkan ucapan Zhi Yuan, dan tidak tahu apa yang harus di lakukan nya.
"Apa dia benar-benar akan melakukan nya padaku? apa yang harus aku lakukan? tidak... saat ini secara aturan masih istri Li Zhen Chan, kami belum boleh melakukan itu dalam 10 hari," batin wanita itu, kepalanya menggeleng dengan wajah gugup.
Siang itu Hua Mulan di antar oleh pejabat Biro peradilan wanita itu masuk ke paviliun obat Guo, Hua Mulan memilih beberapa obat dan meletakkan di atas meja untuk di hitung oleh penjaga paviliun.
__ADS_1
Pelayan itu mulai melihat herbal-herbal itu,
"ini herbal untuk menambah tenaga, dan juga herbal pencegah kehamilan, aaahhh... baiklah 58 koin perak," ucap pelayan itu dan sedikit menunduk sambil tersenyum