Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 150 - Ibu angkat datang.


__ADS_3

Mata Zhi Yuan menatap rekan nya, tampak bibir Bai Fang terbuka, dan Yun Mei menunduk, dengan cepat memasukkan cincin pasangan ke dalam saku jubahnya.


"Apa para Dewi di langit sudah pindah ke Paviliun bunga persik, Dewi katakan siapa kau?" tanya Bai Fang sudah terpengaruh minuman beralkohol, dan hanya fokus ke wajah cantik wanita itu, tanpa memperhatikan pakaian ataupun perhiasan di atas kepala dari wanita itu.


Zhi Yuan mengangkat telapak nya di depan bibir Bai Fang, berharap Bai Fang tidak bicara salah lagi, sedangkan Yun Mei hanya cekikikan sambil menunduk.


Zhi Yuan memperbaiki posisi nya, yang awalnya duduk kini berlutut, pemuda itu sudah pernah mendengar jika penguasa istana Giok menjadi Ibu Suri, Zhi Yuan mengingat betul wajah Zhou Lu Zi meski kini sudah mengenakan mahkota dan pakaian kebesaran nya.


"Yang Mulia Ibu Suri," ucap Zhi Yuan memberi hormat, membuat Bai Fang begitu terkejut dan mulai memperhatikan pakaian wanita itu dan dengan cepat bersujud menempelkan kening nya di lantai kayu.


Zhou Lu Zi menatap ketiga anak muda itu berlutut sambil berbaris, seperti sedang memikirkan hukuman yang tepat.


"hihihi... ibu angkat kau akhirnya datang juga," ucap Yun Mei yang sudah terlihat begitu mabuk, dan memeluk lengan Bai Fang, dan pemuda itu dengan pelan mencoba melepaskan pelukan wanita itu.


"Aku tidak akan terkejut jika Puteri angkat ku menyukai si cadar gila, tetapi pemuda itu? seleranya begitu buruk," batin Zhou Lu Zi dengan kening berkerut menatap jemari Yun Mei memeluk lengan Bai Fang, meski pemuda itu berulang kali menyingkirkan nya dengan pelan.


Zhou Lu Zi menatap Zhi Yuan,


"Kau akan mendapatkan masalah karena ini," ucap Ibu Suri sambil mengangkat salah satu alis nya ke arah Zhi Yuan, sambil mengangguk beberapa kali.


Zhi Yuan tetap tenang sambil sedikit menunduk, sangat berbeda dengan Bai Fang yang terlihat hampir mati ketakutan, karena mendengar jika salah seorang penghibur di Paviliun bunga fushia di eksekusi karena kesalahan kecil.


"Kau gadis nakal, sekarang kembali ke kediaman ku, kita akan bicarakan masalah ini besok," ucap Zhou Lu Zi.


Zhou Lu Zi mengangkat jemari nya beberapa dayang datang dan membawa Yun Mei keluar dari Paviliun bunga persik,


"Jika kau tidak ingin mati, pergilah!" ucap Zhou Lu Zi menatap Bai Fang yang terlihat begitu terburu meninggalkan tempat itu.


Kini tinggal Zhi Yuan dan Zhou Lu Zi yang berhadapan.


"Beritahu teman mu untuk tidak terlalu berharap akan hubungan nya dengan Puteri angkat ku, karena pria penghibur tidak boleh memiliki perasaan kepada siapapun, saat ini aku mengizinkan nya karena gadis itu masih terlalu muda, dan akan lebih aman jika berhubungan dengan pria yang mudah aku kendalikan," ucap Zhou Lu Zi.


"Dan sekarang untuk mu, haruskah aku memanggil mu dengan cadar gila?" tanya Zhou Lu Zi.


"Yang Mulia, wawasan anda begitu luas, tubuh ku ini adalah milik anda Yang Mulia, dan anda boleh memanggil ku dengan sebutan apapun yang anda sukai, dan itu adalah kehormatan bagiku," ucap Zhi Yuan.


"cih.... mendengar jawaban mu, Jadi kau benar-benar seorang pria penghibur di tempat ini?" ucap Zhou Lu Zi menatap sekeliling.


Zhou Lu Zi mengangguk, dan dengan sedikit kasar melepaskan pakaian kebesaran nya, dan perhiasan di kepalanya, dan kini hanya mengenakan gaun tengah berwarna putih keemasan, dengan rambut tebal yang indah sepinggang tergerai halus, pakaian nya sedikit terbuka di bagian dada atas nya, memperlihatkan kalung indah di lehernya.

__ADS_1


"Sekarang hentikan ucapan menjijikan pria penghibur itu, aku bukan lagi Ibu Suri kekaisaran ini," ucap Zhou Lu Zi.


Zhi Yuan mengangguk,


"jika Nyonya menginginkan hal seperti itu, jadi kita tinggalkan saja tata Krama membosankan ini," ucap Zhi Yuan dan mulai menatap wajah Zhou Lu Zi.


Zhi Yuan menuangkan guci milik nya mengisi sebuah cawan,


"Lama tidak berjumpa nyonya, aku dengar penguasa istana Giok tidak minum alkohol, jadi aku tidak menawarkan cairan ini," ucap Zhi Yuan, dan mengangkat cawan itu dan akan meneguk nya, namun Zhou Lu Zi dengan cepat merampas cawan itu, meski Dantian Zhou Lu Zi tersegel namun energi qi masih di miliki di aliran Meridian nya cukup seimbang meladeni pergerakan Zhi Yuan yang berjuang mempertahankan cawan nya, keduanya tampak melayang, sesekali cawan itu melayang berpindah ke ujung kaki wanita itu, dan salah satu dari mereka berputar seperti dalam pertarungan, meski tidak mengeluarkan serangan ke arah tubuh lawan mereka.


"Apa hanya ini kemampuan nama besar si pengacau cadar gila?" ucap Zhou Lu Zi, karena pernah mendengar jika si cadar gila sering berulah dalam turnamen hanya untuk mencari lawan hebat.


Dengan sedikit perjuangan sengit, akhirnya Zhou Lu Zi berhasil mendapatkan cawan itu, dan mengunci pergerakan Zhi Yuan, saat tersadar Zhi Yuan setengah berlutut, dan menggendong tubuh Zhou Lu Zi di perut nya, tubuh wanita itu rebah ke samping tengkuk nya di tahan oleh lengan Zhi Yuan, mereka saling memeluk dengan kaki saling mengunci. dan pakaian keduanya terikat satu sama lain.


"Nyonya anda menang, silakan di minum," ucap Zhi Yuan, yang masih tidak melepaskan pelukannya.


"Kau hanya mengalah," ucap Zhou Lu Zi dan juga tidak melepaskan kuncian kakinya, satu tangan memeluk tubuh Zhi Yuan untuk menyeimbangkan tubuh nya, sedang tangan yang lain memegang cawan.


Keduanya saling menatap cukup lama, namun begitu malu mengakui jika mereka sedang berpelukan.


"Kenapa aku begitu nyaman di peluk pemuda ini?" batin Zhou Lu Zi, wajah nya mendongak menatap wajah Zhi Yuan, tampak leher panjang wanita itu tidur di lengan Zhi Yuan.


"Bocah mesum lepaskan aku!!" teriak Zhou Lu Zi, dan Zhi Yuan dengan cepat melepaskan pelukannya membuat cawan itu terlempar, kepala wanita itu menghantam lantai cukup keras, karena dari pinggang kebawah masih mengunci di perut Zhi Yuan, dengan pakaian mereka yang saling terikat. Wanita itu memejamkan matanya karena keadaan yang begitu memalukan.


Zhi Yuan kembali mengangkat tubuh Zhou Lu Zi yang tidak berdaya, mata wanita itu sedikit terbuka menatap Zhi Yuan hanya dengan sudut matanya saja dengan penuh kemarahan. setelah cukup lama akhirnya kedua nya berhasil melepaskan diri dari kuncian masing-masing.


"Ehemmm.... sudah larut sebaiknya aku kembali kekediaman ku," ucap Zhou Lu Zi, berdiri merapikan pakaiannya, namun kakinya seperti tidak ingin di gerakkan.


"Baiklah cadar mesum, Aku belum meminum minuman yang aku menangkan, tuangkan lagi untuk ku!" ucap Zhou Lu Zi mengambil cawan baru dan menyodorkan ke arah Zhi Yuan.


"Maafkan aku Nyonya, namaku Zhi Yuan, dan ini adalah ucapan terimakasih ku karena kau telah menyelamatkan hidup ku beberapa tahun lalu," ucap pemuda itu memegang lengan jubah nya yang lebar dan menuangkan guci nya kembali ke cawan di tangan Zhou Lu Zi.


Zhou Lu Zi menatap tenang Zhi Yuan lekat-lekat, dan melihat gelang keperakan di pergelangan tangan kanannya.


"Jadi itu gelang yang dianggap memiliki jiwa, dasar bodoh," batin Zhou Lu Zi sedikit membuang wajah nya, sambil menyembunyikan senyuman nya.


Zhou Lu Zi memanggil dayang nya, dan tidak lama beberapa pelayan dari dapur istana datang membawakan mereka hidangan panas dan juga beberapa guci besar berisi minuman beralkohol.


"Apa Nyonya ingin menghabiskan semua minuman ini?" tanya Zhi Yuan.

__ADS_1


"Kita akan minum, tapi tanpa setetes kultivasi, dan jangan menghindar sedikitpun," ucap Zhou Lu Zi dan melepaskan setidak nya 36 totokan ke tubuh diam Zhi Yuan, membuat pemuda itu terlihat lemas untuk sesaat. dan wanita itu juga melakukan nya pada tubuhnya sendiri,


"Nyonya apa yang kau lakukan?" tanya Zhi Yuan.


Wanita itu berbisik ke arah Zhi Yuan,


"Selama 6 jam kita berdua adalah manusia biasa, tidak memiliki kemampuan mengeluarkan Energi qi apapun," ucap Zhou Lu Zi.


"Nyonya bukan kah ini sangat berbahaya? dan..." ucapan Zhi Yuan sudah terpotong oleh umpatan Zhou Lu Zi


"dan... kau laki-laki paling banyak bicara yang pernah aku temui, cepatlah minum," ucap Zhou Lu Zi.


Beberapa guci besar sudah kosong, dan hidangan terlihat berantakan, keduanya mulai menikmati kegilaan mereka dalam menikmati minuman beralkohol itu.


"Aahhh.... ini sangat menyenangkan, aku akan menguliti para menteri tengik itu, hemmm.... aku merasa begitu lega melepaskan semua beban pikiran ku," teriak Zhou Lu Zi yang sudah terlihat mabuk, menceritakan semuanya kekesalan nya.


"Apa kau senang?" tanya Zhi Yuan, dengan mata setengah terbuka, dan mulai bicara tidak terlalu formal.


Zhou Lu Zi menopang pipinya dengan tangan nya, dan siku bertumpu meja, menatap ke arah Zhi Yuan, wanita itu tersenyum begitu hangat dan mengangguk setengah terpejam.


"dia mendengar semua kisah ku, tanpa bertanya, meski hanya diam tapi aku merasa dia begitu membantu ku," batin Zhou Lu Zi.


"Tentu saja," ucap nya masih menatap wajah Zhi Yuan seperti sudah mengenal begitu lama.


"Jadi Ming Lan yang membawa ku ke tempat ini, mata mu sangat berbeda dari malam itu, meski aku bertanya, kau tidak harus berkata jujur seperti ini, karena mungkin akan membuat mu dalam kesulitan kelak," ucap Zhou Lu Zi melihat sedikit kesenduan di mata Zhi Yuan, dan mengetahui kejujuran dari pemuda itu.


"kelak? itu kata yang berbahaya untuk ku nyonya," ucap Zhi Yuan dan memikirkan usia nya yang sudah dekat.


"Dan mata anda juga sedikit berbeda dengan malam itu, dan aku tidak bisa membohongi mata seperti itu, meski berbahaya tapi aku mempercayai anda," ucap Zhi Yuan ujung jemari nya merapikan poni panjang Zhou Lu Zi agar tidak menutupi cahaya lentera ke wajah indah wanita itu.


Wanita itu kembali duduk tegak saling berhadapan dengan Zhi Yuan.


"Apa ini? kenapa aku hanya diam membiarkan nya melakukan hal menggelikan seperti ini, tapi ini sedikit menyenangkan," batin Zhou Lu Zi, merasakan jantung nya berdetak semakin kencang.


"kau mempercayai ku?" tanya Zhou Lu Zi


Wajah Zhi Yuan mengangguk pelan, dan semakin mendekat ke wajah Zhou Lu Zi membuat wanita itu sedikit gugup, dan memundurkan sedikit wajahnya, nafas nya semakin memburu, kedua telapak tangan nya menahan dada Zhi Yuan, namun pemuda itu terus mendekatkan wajahnya.


"Tung-gu, Zhi Yuan..." ucap Zhou Lu Zi terbata dan sedikit pasrah, menatap bibir pemuda itu.

__ADS_1


"Meski seperti manusia bodoh, tapi aku juga mempercayai mu Zhi Yuan," batin Zhou Lu Zi.


__ADS_2