Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 119 - Kuil keluarga


__ADS_3

Setelah malam itu pemuda itu terlihat begitu terobsesi dengan punggung wanita itu, dimana pun pemuda itu berusaha mencuri pandang ke arah punggung wanita itu, membuat Hua Mulan selalu kesal karena mengingat malam memalukan itu, dan saat mereka berdua Zhi Yuan memegang punggung dan berusaha mengintip, dan beberapa pukulan mendarat di kepala pemuda itu.


Zhi Yuan terlihat mulai uring-uringan, matanya selalu tertuju pada pintu yang di jaga dua wanita penjaga dari biro perada dan tiba-tiba pintu itu tergeser, dan sesosok Dewi cantik keluar.


Hua Mulan hari itu mengenakan gaun berwarna coklat muda dengan bermotif daun teratai, pakaian itu sedikit terbuka memperlihatkan sedikit belahan dada, dengan hiasan renda di atas kedua gunung nya yang menantang, dan begitu ketat di bagian pinggul, dan melebar di bagian bawah, dengan hiasan perak di bagian bawah, punggung nya di tutup dengan jubah berwarna merah muda dan sedikit kekuningan membuat kulit nya terlihat begitu bersih dan indah.


Hua Mulan mendekatkan wajahnya ke arah Zhi Yuan, keduanya terlihat memiliki tinggi yang serasi.


"Aku ingin ke Kuil milik keluarga di belakang kediaman ini," ucap Hua Mulan, Zhi Yuan hanya mengangguk, kepala pemuda itu sedikit mundur sudut matanya menatap celah di bawah tengkuk Hua Mulan, membuat Hua Mulan terpejam,


"Aku tidak akan mengizinkan nya," ucap Hua Mulan ketus.


"Dia tidak menatap ku, hanya ingin melihat punggung ku," batin Hua Mulan begitu marah.

__ADS_1


"Zhi Yuan bisa kau mengantar ku? tempat nya hanya melewati perkebunan milik mu saat ini, hanya ada para petani saja," ucap Hua Mulan.


Keduanya melangkah melewati taman belakang, dan dua penjaga itu terlihat setia mengantar Hua Mulan. Li Zhen Chan terlihat duduk dengan beberapa orang yang sedang berbincang serius.


Zhi Yuan melangkah tidak jauh di belakang Hua Mulan, matanya dapat melihat getaran dari bokong menonjol wanita itu saat melangkah yang seperti berjinjit begitu anggun, dan terlihat sedikit di buat-buat kali ini.


Mereka melewati jalan setapak terbuat dari bebatuan dan di tumbuhi rerumputan yang terpotong pendek seperti begitu terawat, petak-petak sawah terlihat cukup luas di kanan dan kiri jalanan itu. tampak di ujung jalan itu berdiri kuil yang tidak terlalu besar, dengan halaman terbuat dari bata abu-abu.


Dan mereka memasuki halaman Kuil tua itu, ada seorang pengemis duduk di depan gerbang halaman Kuil tua itu, dengan mata terpejam.


Mereka keluar dari Kuil tua itu, dan Zhi Yuan menghentikan langkah nya, bibirnya sedikit terbuka untuk menghembuskan nafasnya, merapatkan giginya dengan tangan nya terkepal erat, mengetahui Zhi Yuan berhenti Hua Mulan mendekati nya, dan berpikir jika pemuda itu marah karena Hua Mulan selalu menolak permintaan nya untuk melihat punggung nya.


"Kenapa kau begitu diam? baiklah... nanti aku akan menunjukkan nya padamu, tapi hanya sebentar," ucap Hua Mulan, namun wajah Zhi Yuan tanpa ekspresi dan tatapan matanya begitu dingin, membuat Hua Mulan mengingat kejadian saat tabib Yin ingin mencelakakan mereka.

__ADS_1


Hua Mulan menatap sekeliling, terlihat senyum sinis dari pengemis yang masih duduk di depan gerbang masuk di halaman Kuil tua itu, dan wanita itu menatap Zhi Yuan dan mendekati nya.


"Zhi Yuan, cepat pulang aku berjanji akan memperlihatkan sampai kita di rumah, kau boleh mempelajarinya seharian," ucap Hua Mulan dengan wajah panik.


"Nyonya pulang lah lebih dulu, dia datang ke tempat ini untuk ku, ini tidak akan lama, kemampuan pria ini jauh di bawahku, tapi memiliki hawa iblis jauh lebih pekat dari milik ku," ucap Zhi Yuan tangan kirinya memperbaiki posisi pedang di pinggang nya.


Hua Mulan memeluk Zhi Yuan, hidung nya hampir menempel dengan hidung Zhi Yuan, matanya begitu lekat menatap mata Zhi Yuan.


"Tidak Zhi Yuan, kau sudah berjanji kita akan selalu bersama, kita memiliki cukup uang untuk menyewa biro pengawal, aku mohon, aku tidak akan bisa hidup tanpa mu," ucap Hua Mulan suaranya bergetar dengan nada begitu memelas.


"Pergi," ucap Zhi Yuan suara penuh tekanan, dan kini mata nya begitu dingin, hawa kematian mulai dirasakan oleh Hua Mulan membuat wajah wanita itu menjadi pucat dan melepaskan pelukan nya. wanita itu tidak pernah melihat sorot mata pemuda itu membuat nya begitu takut.


"Z-hi Yuan..." ucapan Hua Mulan terpotong oleh Zhi Yuan, wajah wanita itu tertunduk, namun mata nya sedikit terangkat seperti begitu takut menatap mata mematikan itu.

__ADS_1


"Nyonya, tangan ku sudah begitu kotor dengan lumuran darah manusia, dan aku tidak pernah berani menghakimi perbuatan orang lain, karena aku sendiri bukanlah orang baik, tapi untuk binatang ini...." ucapan bergetar Zhi Yuan karena marah terhenti, namun matanya terlihat dingin dan tenang.


"Aku tidak akan mengizinkan nya hidup lebih lama lagi," ucap Zhi Yuan, membuat pengemis di belakang nya itu tertawa tanpa mengeluarkan suara.


__ADS_2